<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembentukan Subholding SupportingCo Optimalkan Pemanfaatan Lahan PTPN</title><description>Pembentukan sub holding SupportingCo bakal mengoptimalkan pemanfaatan lahan PTPN Group.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/320/2840976/pembentukan-subholding-supportingco-optimalkan-pemanfaatan-lahan-ptpn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/320/2840976/pembentukan-subholding-supportingco-optimalkan-pemanfaatan-lahan-ptpn"/><item><title>Pembentukan Subholding SupportingCo Optimalkan Pemanfaatan Lahan PTPN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/320/2840976/pembentukan-subholding-supportingco-optimalkan-pemanfaatan-lahan-ptpn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/320/2840976/pembentukan-subholding-supportingco-optimalkan-pemanfaatan-lahan-ptpn</guid><pubDate>Selasa 04 Juli 2023 13:00 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/04/320/2840976/pembentukan-subholding-supportingco-optimalkan-pemanfaatan-lahan-ptpn-9GHeiw6xYT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Supportingco manfaatkan lahan PTPN (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/04/320/2840976/pembentukan-subholding-supportingco-optimalkan-pemanfaatan-lahan-ptpn-9GHeiw6xYT.jpg</image><title>Supportingco manfaatkan lahan PTPN (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pembentukan sub holding SupportingCo bakal mengoptimalkan pemanfaatan lahan PTPN Group. PTPN Group akan menggabungkan delapan anak usaha, yaitu PTPN II, PTPN VII, PTPN VIII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV ke dalam PTPN I menjadi Sub Holding SupportingCo.
&quot;SupportingCo akan menjadi Perusahaan Pengelola Aset Perkebunan Unggul, yang mencakup kegiatan pemanfaatan aset perkebunan melalui optimalisasi aset dan pengelolaan tanaman perkebunan,&quot; kata Pengamat Pertanian sekaligus Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) Ambo Ala, Selasa (4/7/2023).

BACA JUGA:
Intip Kinerja 4 Anak Usaha PTPN yang Digabung dalam PalmCo


SupportingCo juga akan menggarap diversifikasi usaha lain dengan memaksimalkan aset perusahaan, sehingga semua aset yang dimiliki mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan, seperti green business.
Ambo menambahkan, adanya perusahaan khusus pengelola aset, maka lahan-lahan PTPN yang selama ini belum dimanfaatkan akibat kendala modal, akan bisa dioptimalkan untuk menopang kinerja PTPN Group.

BACA JUGA:
PTPN V Gandeng Petani Sawit Plasma Jelang Masa Panen


Sebagai mantan Komisaris PTPN XIV selama 10 tahun, dia mencontohkan PTPN XIV memiliki sekitar 14 ribuan hektare lahan, tetapi dari total lahan itu, selama bertahun-tahun baru dimanfaatkan sekitar 40 persen.
&quot;Satu hal yang sangat penting yang dapat diharapkan dari SuportingCo adalah optimalisasi lahan. Banyak sekali aset PTPN yang bisa dipergunakan dan ditingkatkan manfaatnya,&quot; tambahnya.
Selain itu, jelasnya, SupportingCo diharapkan dapat juga mengatasi masalah permodalan yang selama ini menjadi kendala beberapa anak usaha PTPN Group untuk berkembang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wMS80LzE2Njc0MC81L3g4bGYwN2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia mengatakan faktor penghambat utama, tidak dimaksimalkannya aset  beberapa anak usaha PTPN Group selama ini adalah permodalan. Kemampuan  modal anak usaha untuk menggarap lahan, juga berbeda-beda.
Dia mengemukakan, ada anak usaha PTPN Group yang tidak bisa memupuk  secara teratur karena tidak ada dana. Ada yang tidak bisa menyiram  tanaman, akhirnya produktivitas rendah. Namun, dia menilai jika  digabung, PTPN yang kuat akan bisa menopang yang lemah, sehingga secara  rata-rata kinerja akan positif.
Dari sisi manajemen dan struktur organisasi, jelasnya, penggabungan  beberapa anak usaha PTPN dalam satu manajemen juga lebih efisien karena  tidak dibutuhkan lagi pejabat-pejabat tinggi di setiap PTPN seperti saat  ini.
&quot;Komisarisnya juga tidak perlu banyak-banyak lagi, jadi bisa lebih efisien dari pengeluaran,&quot; ujarnya.
Secara umum, Ambo memandang positif perombakan besar-besaran yang  dilakukan terhadap PTPN Group, mulai dari perubahan organisasi hingga  restrukturisasi hutang perusahaan.
Seperti diketahui, Holding Perkebunan Nusantara yang awalnya memiliki  13 anak perusahaan PTPN (PTPN I-XIV) direncanakan akan menjadi tiga Sub  Holding yang mendukung ketahanan pangan.
Pertama, SugarCo telah berdiri tahun 2021 yang akan merevitalisasi  industri gula nasional dan meningkatkan produksi gula nasional. Kedua,  PalmCo untuk meningkatkan hilirisasi produk-produk kelapa sawit. Serta  ketiga, SupportingCo yang akan menjadi pengelola aset perkebunan unggul.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pembentukan sub holding SupportingCo bakal mengoptimalkan pemanfaatan lahan PTPN Group. PTPN Group akan menggabungkan delapan anak usaha, yaitu PTPN II, PTPN VII, PTPN VIII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV ke dalam PTPN I menjadi Sub Holding SupportingCo.
&quot;SupportingCo akan menjadi Perusahaan Pengelola Aset Perkebunan Unggul, yang mencakup kegiatan pemanfaatan aset perkebunan melalui optimalisasi aset dan pengelolaan tanaman perkebunan,&quot; kata Pengamat Pertanian sekaligus Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) Ambo Ala, Selasa (4/7/2023).

BACA JUGA:
Intip Kinerja 4 Anak Usaha PTPN yang Digabung dalam PalmCo


SupportingCo juga akan menggarap diversifikasi usaha lain dengan memaksimalkan aset perusahaan, sehingga semua aset yang dimiliki mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan, seperti green business.
Ambo menambahkan, adanya perusahaan khusus pengelola aset, maka lahan-lahan PTPN yang selama ini belum dimanfaatkan akibat kendala modal, akan bisa dioptimalkan untuk menopang kinerja PTPN Group.

BACA JUGA:
PTPN V Gandeng Petani Sawit Plasma Jelang Masa Panen


Sebagai mantan Komisaris PTPN XIV selama 10 tahun, dia mencontohkan PTPN XIV memiliki sekitar 14 ribuan hektare lahan, tetapi dari total lahan itu, selama bertahun-tahun baru dimanfaatkan sekitar 40 persen.
&quot;Satu hal yang sangat penting yang dapat diharapkan dari SuportingCo adalah optimalisasi lahan. Banyak sekali aset PTPN yang bisa dipergunakan dan ditingkatkan manfaatnya,&quot; tambahnya.
Selain itu, jelasnya, SupportingCo diharapkan dapat juga mengatasi masalah permodalan yang selama ini menjadi kendala beberapa anak usaha PTPN Group untuk berkembang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wMS80LzE2Njc0MC81L3g4bGYwN2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia mengatakan faktor penghambat utama, tidak dimaksimalkannya aset  beberapa anak usaha PTPN Group selama ini adalah permodalan. Kemampuan  modal anak usaha untuk menggarap lahan, juga berbeda-beda.
Dia mengemukakan, ada anak usaha PTPN Group yang tidak bisa memupuk  secara teratur karena tidak ada dana. Ada yang tidak bisa menyiram  tanaman, akhirnya produktivitas rendah. Namun, dia menilai jika  digabung, PTPN yang kuat akan bisa menopang yang lemah, sehingga secara  rata-rata kinerja akan positif.
Dari sisi manajemen dan struktur organisasi, jelasnya, penggabungan  beberapa anak usaha PTPN dalam satu manajemen juga lebih efisien karena  tidak dibutuhkan lagi pejabat-pejabat tinggi di setiap PTPN seperti saat  ini.
&quot;Komisarisnya juga tidak perlu banyak-banyak lagi, jadi bisa lebih efisien dari pengeluaran,&quot; ujarnya.
Secara umum, Ambo memandang positif perombakan besar-besaran yang  dilakukan terhadap PTPN Group, mulai dari perubahan organisasi hingga  restrukturisasi hutang perusahaan.
Seperti diketahui, Holding Perkebunan Nusantara yang awalnya memiliki  13 anak perusahaan PTPN (PTPN I-XIV) direncanakan akan menjadi tiga Sub  Holding yang mendukung ketahanan pangan.
Pertama, SugarCo telah berdiri tahun 2021 yang akan merevitalisasi  industri gula nasional dan meningkatkan produksi gula nasional. Kedua,  PalmCo untuk meningkatkan hilirisasi produk-produk kelapa sawit. Serta  ketiga, SupportingCo yang akan menjadi pengelola aset perkebunan unggul.</content:encoded></item></channel></rss>
