<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dulu Hanya Karyawan Honorer, Ini Kisah Sukses Pendiri Kosmetik Wardah</title><description>Kisah sukses pendiri kosmetik Wardah dapat dijadikan inspirasi membangun bisnis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/455/2840914/dulu-hanya-karyawan-honorer-ini-kisah-sukses-pendiri-kosmetik-wardah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/455/2840914/dulu-hanya-karyawan-honorer-ini-kisah-sukses-pendiri-kosmetik-wardah"/><item><title>Dulu Hanya Karyawan Honorer, Ini Kisah Sukses Pendiri Kosmetik Wardah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/455/2840914/dulu-hanya-karyawan-honorer-ini-kisah-sukses-pendiri-kosmetik-wardah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/455/2840914/dulu-hanya-karyawan-honorer-ini-kisah-sukses-pendiri-kosmetik-wardah</guid><pubDate>Selasa 04 Juli 2023 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Zuhirna Wulan Dilla</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/04/455/2840914/dulu-hanya-karyawan-honorer-ini-kisah-sukses-pendiri-kosmetik-wardah-QJlqzkIZ4n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nurhayati Subakat. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/04/455/2840914/dulu-hanya-karyawan-honorer-ini-kisah-sukses-pendiri-kosmetik-wardah-QJlqzkIZ4n.jpg</image><title>Nurhayati Subakat. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kisah sukses pendiri kosmetik Wardah dapat dijadikan inspirasi membangun bisnis.

Dia adalah wanita bernama Nurhayati Subakat yang berjuang dengan gigih dalam mencapai kesuksesannya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Sukses Nurhayati Subakat, Pendiri Wardah yang Pernah Digaji Rp20.000/Bulan

Berdasarkan catatan Okezone, Selasa (4/7/2023), dia lulusan farmasi ITB itu pun mengaku pernah menjadi apoteker honorer dengan gaji bulanan Rp20 ribu per bulan.

Namun, dia merasa tak puasa dengan pekerjaannya saat itu, Nurhayati pindah ke Jakarta untuk bekerja di sebuah perusahaan kosmetik ternama.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Sambut Hari Kartini, MNC Sekuritas x Wardah Bakal Gelar Virtual Make Up Class!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Karyanya di perusahaan itu sangat bagus. Nurhayati diminta bekerja full time.

Sayangnya  situasi ini membuatnya dalam masalah. Karena dia adalah ibu dari tiga anak dan tinggal di Jakarta. Akhirnya Nurhayati pun memutuskan untuk meninggalkan jabatannya di Kabupaten Bogor.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8yMy8xLzEyOTM5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Nurhayati kemudian memperkenalkan produk shamponya ke salon-salon di Jakarta.Tak disangka produk yang ia buat dapat diterima di masyarakat.



Lalu setelah keluar dari perusahaan itu, dia memulai bisnis kosmetik adalah mencoba menjual shampo merk Puteri. Nurhajati menjalankan bisnis dari rumah dan dikelola oleh seorang juru tulis dan pembantunya.



Akhirnya dia bisa mendirikan pabrik baru. Nurhayati kemudian mencoba inovasi baru dengan membidik konsumen Muslim pada 1995 dengan meluncurkan produk bernama Wardah.



Sebagai informasi, Nurhayati pernah masuk dalam daftar 25 pebisnis yang memiliki dampak besar di dunia bisnia Asia versi Majalah Forbes.



Ini membuat perusahaan milik Nurhayati telah menyerap hingga lebih dari 10 ribu karyawan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kisah sukses pendiri kosmetik Wardah dapat dijadikan inspirasi membangun bisnis.

Dia adalah wanita bernama Nurhayati Subakat yang berjuang dengan gigih dalam mencapai kesuksesannya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Sukses Nurhayati Subakat, Pendiri Wardah yang Pernah Digaji Rp20.000/Bulan

Berdasarkan catatan Okezone, Selasa (4/7/2023), dia lulusan farmasi ITB itu pun mengaku pernah menjadi apoteker honorer dengan gaji bulanan Rp20 ribu per bulan.

Namun, dia merasa tak puasa dengan pekerjaannya saat itu, Nurhayati pindah ke Jakarta untuk bekerja di sebuah perusahaan kosmetik ternama.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Sambut Hari Kartini, MNC Sekuritas x Wardah Bakal Gelar Virtual Make Up Class!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Karyanya di perusahaan itu sangat bagus. Nurhayati diminta bekerja full time.

Sayangnya  situasi ini membuatnya dalam masalah. Karena dia adalah ibu dari tiga anak dan tinggal di Jakarta. Akhirnya Nurhayati pun memutuskan untuk meninggalkan jabatannya di Kabupaten Bogor.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8yMy8xLzEyOTM5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Nurhayati kemudian memperkenalkan produk shamponya ke salon-salon di Jakarta.Tak disangka produk yang ia buat dapat diterima di masyarakat.



Lalu setelah keluar dari perusahaan itu, dia memulai bisnis kosmetik adalah mencoba menjual shampo merk Puteri. Nurhajati menjalankan bisnis dari rumah dan dikelola oleh seorang juru tulis dan pembantunya.



Akhirnya dia bisa mendirikan pabrik baru. Nurhayati kemudian mencoba inovasi baru dengan membidik konsumen Muslim pada 1995 dengan meluncurkan produk bernama Wardah.



Sebagai informasi, Nurhayati pernah masuk dalam daftar 25 pebisnis yang memiliki dampak besar di dunia bisnia Asia versi Majalah Forbes.



Ini membuat perusahaan milik Nurhayati telah menyerap hingga lebih dari 10 ribu karyawan.</content:encoded></item></channel></rss>
