<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Gedung DPR yang Viral Jadi Peternakan Tikus di Google Maps, Ternyata Karya Soejoedi Wirjoatmodjo</title><description>Sejarah Gedung DPR RI yang viral dinamakan sebagai &quot;peternakan tikus&quot; di Aplikasi Google Maps.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/470/2840909/sejarah-gedung-dpr-yang-viral-jadi-peternakan-tikus-di-google-maps-ternyata-karya-soejoedi-wirjoatmodjo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/470/2840909/sejarah-gedung-dpr-yang-viral-jadi-peternakan-tikus-di-google-maps-ternyata-karya-soejoedi-wirjoatmodjo"/><item><title>Sejarah Gedung DPR yang Viral Jadi Peternakan Tikus di Google Maps, Ternyata Karya Soejoedi Wirjoatmodjo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/470/2840909/sejarah-gedung-dpr-yang-viral-jadi-peternakan-tikus-di-google-maps-ternyata-karya-soejoedi-wirjoatmodjo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/470/2840909/sejarah-gedung-dpr-yang-viral-jadi-peternakan-tikus-di-google-maps-ternyata-karya-soejoedi-wirjoatmodjo</guid><pubDate>Selasa 04 Juli 2023 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/04/470/2840909/sejarah-gedung-dpr-yang-viral-jadi-peternakan-tikus-di-google-maps-ternyata-karya-soejoedi-wirjoatmodjo-xdz2mSK2II.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejarah Gedung DPR (Foto: Tangkapan Layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/04/470/2840909/sejarah-gedung-dpr-yang-viral-jadi-peternakan-tikus-di-google-maps-ternyata-karya-soejoedi-wirjoatmodjo-xdz2mSK2II.jpg</image><title>Sejarah Gedung DPR (Foto: Tangkapan Layar)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sejarah Gedung DPR RI yang viral dinamakan sebagai &quot;peternakan tikus&quot; di Aplikasi Google Maps. Di Twitter, terdapat tangkapan layar Goggle Maps terkait perubahan nama Gedung DPR RI seperti &quot;Gedung Tikus Turu,&quot; &quot;Tikus DPR RI,&quot; hingga &quot;Istana Tikus Berdasi.&quot;
Namun, nama tersebut sudah kembali normal sejak kemarin sore. Hanya saja, terdapat satu gedung yang masih dinamakan &quot;Peternakan Tikus.&quot;

BACA JUGA:
Viral Gedung DPR Diberi Nama Peternakan Tikus di Google Map, Apa Kata Legislator?


Gedung DPR didirikan pada tanggal 8 Maret 1965 melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 48/1965. Berawal dari gagasan Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno untuk menyelenggarakan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces).
Arsitektur gedung merupakan hasil rancangan karya Soejoedi Wirjoatmodjo, Dpl.Ing. yang ditetapkan dan disahkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 22 Februari 1965.

BACA JUGA:
Gedung DPR di IKN Mulai Dibangun pada 2024


Pembangunan sempat terhambat karena adanya peristiwa G 30 S PKI dan dilanjutkan kembali berdasarkan Surat Keputusan Presidium Kabinet Ampera Nomor 79/U/Kep/11/1966 tanggal 9 Nopember 1966 yang peruntukannya diubah menjadi Gedung MPR/DPR RI.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yNy8xLzE2NzU5OC81L3g4bTM3YjE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Komplek MPR/DPR/DPD RI terdiri dari beberapa Gedung, yaitu: Gedung  Nusantara yang merupakan gedung utama dalam komplek MPR/DPR/DPD yang  berbentuk kubah dengan bentuk setengah lingkaran yang melambangkan  kepakan sayap burung yang akan lepas landas, Gedung Nusantara I setinggi  100 meter dengan 24 lantai yang diresmikan, Gedung Nusantara II, Gedung  Nusantara III, Gedung Nusantara IV, Gedung Nusantara V, Gedung Bharana  Graha, Gedung Sekretariat Jenderal MPR/DPR/DPD, Gedung Mekanik, dan  Masjid Baiturrahman.
Di areal komplek Gedung MPR / DPR RI, terdapat kolam air mancur  dengan patung Elemen Estetik dan diapit oleh tiang bendera berjumlah 35  buah dan Gedung dengan tulisan besar Majelis Permusyawaratan Rakyat dan  Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dengan titik pandang utama  tangga yang besar dan tinggi masuk Gedung Nusantara.
Wujud Patung Elemen pada dasarnya berupa tiga bulatan yang saling  berhubungan dan berkesinambungan. Patung Elemen Estetik ini adalah karya  Drs. But Mochtar dari Departemen Seni Rupa Institut Teknologi Bandung.
Teknik pembuatan Patung Elemen Estetik adalah dibuat dari konstruksi  rangka besi dengan lapisan sheet tembaga ditanamkan pada pondasi beton.  Pembuatan Patung Elemen Estetik selesai pada tahun 1977.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sejarah Gedung DPR RI yang viral dinamakan sebagai &quot;peternakan tikus&quot; di Aplikasi Google Maps. Di Twitter, terdapat tangkapan layar Goggle Maps terkait perubahan nama Gedung DPR RI seperti &quot;Gedung Tikus Turu,&quot; &quot;Tikus DPR RI,&quot; hingga &quot;Istana Tikus Berdasi.&quot;
Namun, nama tersebut sudah kembali normal sejak kemarin sore. Hanya saja, terdapat satu gedung yang masih dinamakan &quot;Peternakan Tikus.&quot;

BACA JUGA:
Viral Gedung DPR Diberi Nama Peternakan Tikus di Google Map, Apa Kata Legislator?


Gedung DPR didirikan pada tanggal 8 Maret 1965 melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 48/1965. Berawal dari gagasan Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno untuk menyelenggarakan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces).
Arsitektur gedung merupakan hasil rancangan karya Soejoedi Wirjoatmodjo, Dpl.Ing. yang ditetapkan dan disahkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 22 Februari 1965.

BACA JUGA:
Gedung DPR di IKN Mulai Dibangun pada 2024


Pembangunan sempat terhambat karena adanya peristiwa G 30 S PKI dan dilanjutkan kembali berdasarkan Surat Keputusan Presidium Kabinet Ampera Nomor 79/U/Kep/11/1966 tanggal 9 Nopember 1966 yang peruntukannya diubah menjadi Gedung MPR/DPR RI.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yNy8xLzE2NzU5OC81L3g4bTM3YjE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Komplek MPR/DPR/DPD RI terdiri dari beberapa Gedung, yaitu: Gedung  Nusantara yang merupakan gedung utama dalam komplek MPR/DPR/DPD yang  berbentuk kubah dengan bentuk setengah lingkaran yang melambangkan  kepakan sayap burung yang akan lepas landas, Gedung Nusantara I setinggi  100 meter dengan 24 lantai yang diresmikan, Gedung Nusantara II, Gedung  Nusantara III, Gedung Nusantara IV, Gedung Nusantara V, Gedung Bharana  Graha, Gedung Sekretariat Jenderal MPR/DPR/DPD, Gedung Mekanik, dan  Masjid Baiturrahman.
Di areal komplek Gedung MPR / DPR RI, terdapat kolam air mancur  dengan patung Elemen Estetik dan diapit oleh tiang bendera berjumlah 35  buah dan Gedung dengan tulisan besar Majelis Permusyawaratan Rakyat dan  Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dengan titik pandang utama  tangga yang besar dan tinggi masuk Gedung Nusantara.
Wujud Patung Elemen pada dasarnya berupa tiga bulatan yang saling  berhubungan dan berkesinambungan. Patung Elemen Estetik ini adalah karya  Drs. But Mochtar dari Departemen Seni Rupa Institut Teknologi Bandung.
Teknik pembuatan Patung Elemen Estetik adalah dibuat dari konstruksi  rangka besi dengan lapisan sheet tembaga ditanamkan pada pondasi beton.  Pembuatan Patung Elemen Estetik selesai pada tahun 1977.</content:encoded></item></channel></rss>
