<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kerugian Bakrie Telecom (BTEL) Bengkak Jadi Rp26 Miliar, Ini Penyebabnya</title><description>PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyampaikan bahwa kerugian tahun berjalan sebesar Rp26,44 miliar pada kuartal I-2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/05/278/2841465/kerugian-bakrie-telecom-btel-bengkak-jadi-rp26-miliar-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/05/278/2841465/kerugian-bakrie-telecom-btel-bengkak-jadi-rp26-miliar-ini-penyebabnya"/><item><title>Kerugian Bakrie Telecom (BTEL) Bengkak Jadi Rp26 Miliar, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/05/278/2841465/kerugian-bakrie-telecom-btel-bengkak-jadi-rp26-miliar-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/05/278/2841465/kerugian-bakrie-telecom-btel-bengkak-jadi-rp26-miliar-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Rabu 05 Juli 2023 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/05/278/2841465/kerugian-bakrie-telecom-btel-bengkak-jadi-rp26-miliar-ini-penyebabnya-059z7tvU58.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/05/278/2841465/kerugian-bakrie-telecom-btel-bengkak-jadi-rp26-miliar-ini-penyebabnya-059z7tvU58.jpg</image><title>Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyampaikan bahwa kerugian tahun berjalan sebesar Rp26,44 miliar pada kuartal I-2023.

Realisasi itu membengkak 442,7% year-on-year (yoy) dibandingkan rugi pada periode sama tahun 2022 senilai Rp4,87 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rugi Perusahaan Telekomunikasi Milik Bakrie (BTEL) Kian Bengkak Jadi Rp117,9 Miliar

Ini terjadi seiring penurunan pendapatan usaha-berrsih dari semula Rp10,2 miliar, menjadi Rp8,13 miliar.

Kontribusi utama pemasukan berasal dari layanan infrastruktur media dan jasa telekomunikasi masing-masing sebanyak Rp5,60 miliar dan Rp2,49 miliar, sedangkan jasa periklanan digital menyerap Rp1,68 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Restrukturisasi, Waskita Beton (WSBP) Terbitkan 33,6 Miliar Saham Baru

Meski pendapatan turun, serangkaian beban usaha justru mengalami peningkatan, yang utamanya datang dari beban karyawan mencapai Rp8,97 miliar, dibandingkan tiga bulan pertama tahun lalu di angka Rp6,84 miliar.

Alhasil rugi sebelum beban keuangan BTEL naik mencapai Rp5,30 miliar, dengan rugi sebelum pajak juga tumbuh mencapai Rp26 miliar.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Penurunan performa keuangan ini mendorong rugi per saham BTEL kian bertambah dari semula minus Rp0,13 per saham, menjadi minus Rp0,92 per saham, demikian dikutip dari laporan keuangan, Rabu (5/7/2023).



Dari sisi neraca, total aset BTEL naik 5,06% mencapai Rp34,95 miliar, dari akhir 2022 sebesar Rp33,27 miliar. Jumlah utang (liabilitas) tumbuh 0,51% di level Rp5,92 triliun, sehingga ekuitas mengalami defisiensi mencapai Rp5,88 triliun.



Kas yang digenggam akhir Maret 2023 mencapai Rp2,20 miliar, naik sekitar Rp1,79 miliar akibat selisih hasil aktivitas operasi. Sedangkan kas per Maret 2022 mencapai Rp1,5 miliar</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyampaikan bahwa kerugian tahun berjalan sebesar Rp26,44 miliar pada kuartal I-2023.

Realisasi itu membengkak 442,7% year-on-year (yoy) dibandingkan rugi pada periode sama tahun 2022 senilai Rp4,87 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rugi Perusahaan Telekomunikasi Milik Bakrie (BTEL) Kian Bengkak Jadi Rp117,9 Miliar

Ini terjadi seiring penurunan pendapatan usaha-berrsih dari semula Rp10,2 miliar, menjadi Rp8,13 miliar.

Kontribusi utama pemasukan berasal dari layanan infrastruktur media dan jasa telekomunikasi masing-masing sebanyak Rp5,60 miliar dan Rp2,49 miliar, sedangkan jasa periklanan digital menyerap Rp1,68 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Restrukturisasi, Waskita Beton (WSBP) Terbitkan 33,6 Miliar Saham Baru

Meski pendapatan turun, serangkaian beban usaha justru mengalami peningkatan, yang utamanya datang dari beban karyawan mencapai Rp8,97 miliar, dibandingkan tiga bulan pertama tahun lalu di angka Rp6,84 miliar.

Alhasil rugi sebelum beban keuangan BTEL naik mencapai Rp5,30 miliar, dengan rugi sebelum pajak juga tumbuh mencapai Rp26 miliar.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Penurunan performa keuangan ini mendorong rugi per saham BTEL kian bertambah dari semula minus Rp0,13 per saham, menjadi minus Rp0,92 per saham, demikian dikutip dari laporan keuangan, Rabu (5/7/2023).



Dari sisi neraca, total aset BTEL naik 5,06% mencapai Rp34,95 miliar, dari akhir 2022 sebesar Rp33,27 miliar. Jumlah utang (liabilitas) tumbuh 0,51% di level Rp5,92 triliun, sehingga ekuitas mengalami defisiensi mencapai Rp5,88 triliun.



Kas yang digenggam akhir Maret 2023 mencapai Rp2,20 miliar, naik sekitar Rp1,79 miliar akibat selisih hasil aktivitas operasi. Sedangkan kas per Maret 2022 mencapai Rp1,5 miliar</content:encoded></item></channel></rss>
