<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emiten Pemilik Hypermat (MPPA) Rights Isssue Rp550 Miliar, Multipolar Siap Serap</title><description>MPPA menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/05/278/2841517/emiten-pemilik-hypermat-mppa-rights-isssue-rp550-miliar-multipolar-siap-serap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/05/278/2841517/emiten-pemilik-hypermat-mppa-rights-isssue-rp550-miliar-multipolar-siap-serap"/><item><title>Emiten Pemilik Hypermat (MPPA) Rights Isssue Rp550 Miliar, Multipolar Siap Serap</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/05/278/2841517/emiten-pemilik-hypermat-mppa-rights-isssue-rp550-miliar-multipolar-siap-serap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/05/278/2841517/emiten-pemilik-hypermat-mppa-rights-isssue-rp550-miliar-multipolar-siap-serap</guid><pubDate>Rabu 05 Juli 2023 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/05/278/2841517/emiten-pemilik-hypermat-mppa-rights-isssue-rp550-miliar-multipolar-siap-serap-YjjEK14zzv.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Saham MPPA (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/05/278/2841517/emiten-pemilik-hypermat-mppa-rights-isssue-rp550-miliar-multipolar-siap-serap-YjjEK14zzv.jpeg</image><title>Saham MPPA (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yNS8xLzE2NzUzNy81L3g4bTFkamI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue akan berjalan mulus. Terlebih PT Multipolar Tbk (MLPL) akan menjadi pembeli siaga dalam aksi korporasi tersebut
Dikutip Harian Neraca, Rabu (5/7/2023) emiten pengelola jaringan Hypermart ini menyebutkan, target dana yang diincar dari rights issue sebesar Rp550,01 miliar dengan melepas saham baru sebanyak-banyaknya 6.875.236.268 lembar saham atau 44,78% dari modal dan disetor penuh. Saham baru ini memiliki nilai nominal sebesar Rp50 per saham.

BACA JUGA:
Emiten Galangan Kapal Soechi (SOCI) Tambah Modal Lewat Rights Issue 2,35 Miliar Saham

Harga pelaksanaan penerbitan saham baru ini ditetapkan di Rp80 per saham. Dengan demikian, total dana yang berpotensi dihimpun MPPA dari rights issue mencapai Rp550,01 miliar (550.018.901.440). Manajemen MPPA menjelaskan setiap pemegang 164 saham lama yang namanya tercatat saat recording date 12 Juli 2023 berhak atas 133 HMETD.
Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang dibayar penuh saat pemesanan.

BACA JUGA:
IPO, Widiant Jaya Krenindo Pasang Harga Rp100 per Saham

Pemegang saham pengendali MPPA, PT Multipolar Tbk. (MLPL), menyatakan akan melaksanakan seluruh rights issue yang akan diperolehnya. Perusahaan Grup Lippo itu juga akan bertindak sebagai pembeli siaga dengan jumlah saham yang nilainya setara maksimal Rp300 miliar.Perseroan mengungkapkan, MLPL akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya sesuai dengan porsi pada tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak untuk memperoleh HMETD, sejumlah 2,69 miliar saham baru atau setara dengan Rp215,77 miliar.
Sebagai pembeli siaga, apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka MLPL akan membeli sebagian sisa saham yang tidak diambil bagian sampai dengan jumlah saham yang nilainya setara dengan Rp84,22 miliar.
Adapun seluruh dana yang diperoleh dari rights issue ini rencananya akan digunakan untuk sejumlah hal. Sebanyak Rp150 miliar akan dipakai untuk pembayaran sebagian pokok utang terhadap PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Sementara itu sisanya akan digunakan untuk modal kerja MPPA yang mencakup keperluan peningkatan kualitas persediaan melalui pembelian barang dagangan dari pemasok. MPPA membukukan rugi bersih Rp429,63 miliar di 2022 atau membengkak 27,2% dibanding tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp337,54 miliar. Akibatnya, defisit menyentuh Rp2,43 triliun.
Sementara penjualan bersih tumbuh 5,4% menjadi Rp7,017 triliun yang ditopang peningkatan penjualan langsung sebesar 5,3% menjadi Rp6,934 triliun.
Kemudian penjualan konsinyasi terkerek 8,1% menjadi Rp479,96 miliar. Walau beban pokok penjualan mengembung 5,07% menjadi Rp5,737 triliun. Tapi laba kotor tetap meningkat 7,1% menjadi Rp1,281 triliun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yNS8xLzE2NzUzNy81L3g4bTFkamI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue akan berjalan mulus. Terlebih PT Multipolar Tbk (MLPL) akan menjadi pembeli siaga dalam aksi korporasi tersebut
Dikutip Harian Neraca, Rabu (5/7/2023) emiten pengelola jaringan Hypermart ini menyebutkan, target dana yang diincar dari rights issue sebesar Rp550,01 miliar dengan melepas saham baru sebanyak-banyaknya 6.875.236.268 lembar saham atau 44,78% dari modal dan disetor penuh. Saham baru ini memiliki nilai nominal sebesar Rp50 per saham.

BACA JUGA:
Emiten Galangan Kapal Soechi (SOCI) Tambah Modal Lewat Rights Issue 2,35 Miliar Saham

Harga pelaksanaan penerbitan saham baru ini ditetapkan di Rp80 per saham. Dengan demikian, total dana yang berpotensi dihimpun MPPA dari rights issue mencapai Rp550,01 miliar (550.018.901.440). Manajemen MPPA menjelaskan setiap pemegang 164 saham lama yang namanya tercatat saat recording date 12 Juli 2023 berhak atas 133 HMETD.
Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang dibayar penuh saat pemesanan.

BACA JUGA:
IPO, Widiant Jaya Krenindo Pasang Harga Rp100 per Saham

Pemegang saham pengendali MPPA, PT Multipolar Tbk. (MLPL), menyatakan akan melaksanakan seluruh rights issue yang akan diperolehnya. Perusahaan Grup Lippo itu juga akan bertindak sebagai pembeli siaga dengan jumlah saham yang nilainya setara maksimal Rp300 miliar.Perseroan mengungkapkan, MLPL akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya sesuai dengan porsi pada tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak untuk memperoleh HMETD, sejumlah 2,69 miliar saham baru atau setara dengan Rp215,77 miliar.
Sebagai pembeli siaga, apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka MLPL akan membeli sebagian sisa saham yang tidak diambil bagian sampai dengan jumlah saham yang nilainya setara dengan Rp84,22 miliar.
Adapun seluruh dana yang diperoleh dari rights issue ini rencananya akan digunakan untuk sejumlah hal. Sebanyak Rp150 miliar akan dipakai untuk pembayaran sebagian pokok utang terhadap PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Sementara itu sisanya akan digunakan untuk modal kerja MPPA yang mencakup keperluan peningkatan kualitas persediaan melalui pembelian barang dagangan dari pemasok. MPPA membukukan rugi bersih Rp429,63 miliar di 2022 atau membengkak 27,2% dibanding tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp337,54 miliar. Akibatnya, defisit menyentuh Rp2,43 triliun.
Sementara penjualan bersih tumbuh 5,4% menjadi Rp7,017 triliun yang ditopang peningkatan penjualan langsung sebesar 5,3% menjadi Rp6,934 triliun.
Kemudian penjualan konsinyasi terkerek 8,1% menjadi Rp479,96 miliar. Walau beban pokok penjualan mengembung 5,07% menjadi Rp5,737 triliun. Tapi laba kotor tetap meningkat 7,1% menjadi Rp1,281 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
