<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditjen Bina Marga Dapat Anggaran Rp49 Triliun, Bangun Jalan hingga IKN</title><description>Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR mendapatkan pagu Indikatif sebesar Rp49 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/05/470/2841375/ditjen-bina-marga-dapat-anggaran-rp49-triliun-bangun-jalan-hingga-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/05/470/2841375/ditjen-bina-marga-dapat-anggaran-rp49-triliun-bangun-jalan-hingga-ikn"/><item><title>Ditjen Bina Marga Dapat Anggaran Rp49 Triliun, Bangun Jalan hingga IKN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/05/470/2841375/ditjen-bina-marga-dapat-anggaran-rp49-triliun-bangun-jalan-hingga-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/05/470/2841375/ditjen-bina-marga-dapat-anggaran-rp49-triliun-bangun-jalan-hingga-ikn</guid><pubDate>Rabu 05 Juli 2023 08:20 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/05/470/2841375/ditjen-bina-marga-dapat-anggaran-rp49-triliun-bangun-jalan-hingga-ikn-0ysBQc2Uaw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan IKN Nusantara (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/05/470/2841375/ditjen-bina-marga-dapat-anggaran-rp49-triliun-bangun-jalan-hingga-ikn-0ysBQc2Uaw.jpg</image><title>Pembangunan IKN Nusantara (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xNS8xLzE2NjE4OC81L3g4a3lkdzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR mendapatkan pagu Indikatif sebesar Rp49 triliun. Nantinya anggaran tersebut akan digunakan untuk mengurusi infrastruktur jalan dan jembatan di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian menjelaskan pagu indikatif tersebut akan dialokasikan untuk untuk infrastruktur jalan sebesar Rp17,24 triliun, infrastruktur jembatan Rp2,68 triliun, infrastruktur IKN Rp11,86 triliun, preservasi jalan dan jembatan dan off pavement sebesar Rp3,75 triliun.

BACA JUGA:
Dukung IKN, Lippo Siap Bangun Infrastruktur Pendidikan dan Kesehatan


Selain itu ada untuk pembangunan jembatan gantung Rp0,68 triliun, peningkatan konektivitas jalan bebas hambatan sepanjang 44,37 km sebesar Rp4,56 triliun, peningkatan aksesibilitas flyover, underpass, terowongan sepanjang 1.483 meter sebesar Rp0,42 triliun, preservasi jalan dan jembatan nasional Rp5,42 triliun, dan dukungan manajemen Rp2,39 triliun.
Dalam kesempatan tersebut, Hedy juga mengusulkan penambahan anggaran untuk TA 2024 terkait dengan kebutuhan penugasan pengembangan IKN Nusantara dan peningkatan konektivitas jalan daerah sesuai dengan Inpres No.3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.

BACA JUGA:
Andalkan Industri Geber Pertumbuhan Ekonomi, Infrastruktur Gas Bumi Diperluas


&amp;ldquo;Kita akan coba mengusulkan tambahan anggaran TA 2024 karena pagu indikatif sebesar Rp49 T belum mengakomodir penugasan Perpres No.31 Tahun 2023 mengenai percepatan pembangunan dan pengoperasian bandara VVIP untuk mendukung IKN,&quot; ujar Hedy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Selasa (4/7/2023).
Selain itu dikatakan Hedy, penugasan untuk pembangunan jalan tol akses IKN seksi 6A, 6B, 6C seksi 1 dan seksi 5B yang ditargetkan selesai pada 2024 juga belum mengakomodir pagu indikatif yang diberikan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Hedy juga memaparkan realisasi anggaran  untuk infrastruktur Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR Capai 29,04%  hingga Juli 2023. Sementara, progress keuangan pada TA 2023 sebesar  Rp14,75 T atau 26,08% dari pagu anggaran sebesar Rp56,57 T.
Pada TA 2023, realisasi fisik Direktorat Jenderal Bina Marga pada  pelaksanaan dukungan 5 kawasan DPSP yaitu Danau Toba, Borobudur,  Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang telah mencapai 25,94% dan realisasi  keuangannya 24,66% atau Rp233,99 M dari pagu Rp948,84 M. Untuk  pelaksanaan padat karya, telah terealisasi Rp1,09 T dan menyerap 38.696  tenaga kerja dari target 80.000 tenaga kerja.
&quot;Pada TA 2023, Direktorat Jenderal Bina Marga telah menyelesaikan  pembangunan jalan perbatasan Nunpo &amp;ndash; Inbate &amp;ndash; Napan di NTT, dan Jalan  Long Bagun &amp;ndash; Tering 1 di Kalimantan Timur. Kemudian Jalan Prigi &amp;ndash; Klatak  &amp;ndash; Brumbun (Jawa Timur) dan Balige By Pass (DPSP Danau Toba). Telah  diselesaikan pula Jembatan Kretek 2 di DIY dan Jembatan Tukad Bindu di  Bali,&amp;rdquo; kata Hedy.
Sementara, untuk pelaksanaan pekerjaan yang tengah dilakukan  (on-going) meliputi JJLS (Pansela) di Jawa Timur, Dukungan Jalan  Perbatasan dan Akses PLBN di Kalimantan Barat dan Kep. Riau, Pembangunan  Jembatan Bentang Panjang di Kalimantan Barat, Pembangunan Flyover di  Jawa Timur dan Sumatera Selatan.
Pada TA 2023, Direktorat Jenderal Bina Marga juga tengah merencanakan  pembangunan 89 unit jembatan gantung yang tersebar di 24 Balai Besar/  Balai Pelaksanaan Jalan Nasional di seluruh Indonesia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xNS8xLzE2NjE4OC81L3g4a3lkdzA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR mendapatkan pagu Indikatif sebesar Rp49 triliun. Nantinya anggaran tersebut akan digunakan untuk mengurusi infrastruktur jalan dan jembatan di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian menjelaskan pagu indikatif tersebut akan dialokasikan untuk untuk infrastruktur jalan sebesar Rp17,24 triliun, infrastruktur jembatan Rp2,68 triliun, infrastruktur IKN Rp11,86 triliun, preservasi jalan dan jembatan dan off pavement sebesar Rp3,75 triliun.

BACA JUGA:
Dukung IKN, Lippo Siap Bangun Infrastruktur Pendidikan dan Kesehatan


Selain itu ada untuk pembangunan jembatan gantung Rp0,68 triliun, peningkatan konektivitas jalan bebas hambatan sepanjang 44,37 km sebesar Rp4,56 triliun, peningkatan aksesibilitas flyover, underpass, terowongan sepanjang 1.483 meter sebesar Rp0,42 triliun, preservasi jalan dan jembatan nasional Rp5,42 triliun, dan dukungan manajemen Rp2,39 triliun.
Dalam kesempatan tersebut, Hedy juga mengusulkan penambahan anggaran untuk TA 2024 terkait dengan kebutuhan penugasan pengembangan IKN Nusantara dan peningkatan konektivitas jalan daerah sesuai dengan Inpres No.3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.

BACA JUGA:
Andalkan Industri Geber Pertumbuhan Ekonomi, Infrastruktur Gas Bumi Diperluas


&amp;ldquo;Kita akan coba mengusulkan tambahan anggaran TA 2024 karena pagu indikatif sebesar Rp49 T belum mengakomodir penugasan Perpres No.31 Tahun 2023 mengenai percepatan pembangunan dan pengoperasian bandara VVIP untuk mendukung IKN,&quot; ujar Hedy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Selasa (4/7/2023).
Selain itu dikatakan Hedy, penugasan untuk pembangunan jalan tol akses IKN seksi 6A, 6B, 6C seksi 1 dan seksi 5B yang ditargetkan selesai pada 2024 juga belum mengakomodir pagu indikatif yang diberikan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Hedy juga memaparkan realisasi anggaran  untuk infrastruktur Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR Capai 29,04%  hingga Juli 2023. Sementara, progress keuangan pada TA 2023 sebesar  Rp14,75 T atau 26,08% dari pagu anggaran sebesar Rp56,57 T.
Pada TA 2023, realisasi fisik Direktorat Jenderal Bina Marga pada  pelaksanaan dukungan 5 kawasan DPSP yaitu Danau Toba, Borobudur,  Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang telah mencapai 25,94% dan realisasi  keuangannya 24,66% atau Rp233,99 M dari pagu Rp948,84 M. Untuk  pelaksanaan padat karya, telah terealisasi Rp1,09 T dan menyerap 38.696  tenaga kerja dari target 80.000 tenaga kerja.
&quot;Pada TA 2023, Direktorat Jenderal Bina Marga telah menyelesaikan  pembangunan jalan perbatasan Nunpo &amp;ndash; Inbate &amp;ndash; Napan di NTT, dan Jalan  Long Bagun &amp;ndash; Tering 1 di Kalimantan Timur. Kemudian Jalan Prigi &amp;ndash; Klatak  &amp;ndash; Brumbun (Jawa Timur) dan Balige By Pass (DPSP Danau Toba). Telah  diselesaikan pula Jembatan Kretek 2 di DIY dan Jembatan Tukad Bindu di  Bali,&amp;rdquo; kata Hedy.
Sementara, untuk pelaksanaan pekerjaan yang tengah dilakukan  (on-going) meliputi JJLS (Pansela) di Jawa Timur, Dukungan Jalan  Perbatasan dan Akses PLBN di Kalimantan Barat dan Kep. Riau, Pembangunan  Jembatan Bentang Panjang di Kalimantan Barat, Pembangunan Flyover di  Jawa Timur dan Sumatera Selatan.
Pada TA 2023, Direktorat Jenderal Bina Marga juga tengah merencanakan  pembangunan 89 unit jembatan gantung yang tersebar di 24 Balai Besar/  Balai Pelaksanaan Jalan Nasional di seluruh Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
