<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Bioskop Cinema XXI Cari Modal Rp2,4 Triliun Lewat IPO</title><description>Alasan pengelola bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk cari modal Rp2,4 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/278/2842894/alasan-bioskop-cinema-xxi-cari-modal-rp2-4-triliun-lewat-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/278/2842894/alasan-bioskop-cinema-xxi-cari-modal-rp2-4-triliun-lewat-ipo"/><item><title>Alasan Bioskop Cinema XXI Cari Modal Rp2,4 Triliun Lewat IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/278/2842894/alasan-bioskop-cinema-xxi-cari-modal-rp2-4-triliun-lewat-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/278/2842894/alasan-bioskop-cinema-xxi-cari-modal-rp2-4-triliun-lewat-ipo</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 16:38 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/07/278/2842894/alasan-bioskop-cinema-xxi-cari-modal-rp2-4-triliun-lewat-ipo-x3voOOasg2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bioskop Cinema XXI IPO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/07/278/2842894/alasan-bioskop-cinema-xxi-cari-modal-rp2-4-triliun-lewat-ipo-x3voOOasg2.jpg</image><title>Bioskop Cinema XXI IPO (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Alasan pengelola bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk cari modal Rp2,4 triliun lewat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Pengelola bioskop Cinema XXI berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Agustus 2023.

BACA JUGA:IPO, Bioskop Cinema XXI Tawarkan Harga Saham Rp270-Rp288 demi Rp2,4 Triliun&amp;nbsp;


Perseroan menawarkan sebanyak 8,33 miliar saham atau 10,00% dari modal ditempatkan dan disetor. Perseroan menetapkan harga penawaran awal sebesar Rp270 hingga Rp288 per saham. Dengan harga tersebut, perusahaan mengincar dana segar sebesar Rp2,40 triliun.

Direktur Utama Nusantara Sejahtera Raya Hans Gunadi mengatakan, industri bioskop di Indonesia memiliki pertumbuhan yang kuat pasca pandemi Covid-19. Hal ini tercermin dari antusiasme masyarakat Indonesia untuk kembali menonton film di bioskop yang sudah berangsur-angsur pulih di sepanjang tahun 2022 hingga kini.

BACA JUGA:IPO, Widiant Jaya Krenindo Pasang Harga Rp100 per Saham&amp;nbsp;


&amp;ldquo;Untuk melanjutkan tren pertumbuhan yang positif ini, Cinema XXI mengambil aksi korporasi IPO sebagai salah satu langkah strategis,&amp;rdquo; kata Hans dalam konferensi pers di Plaza Senayan pada Jumat (7/7/2023).

Hans menyebut, aksi korporasi ini akan mengukuhkan komitmen perseroan untuk selalu memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menonton film favorit, termasuk dengan membuka bioskop di daerah-daerah yang potensial di seluruh Indonesia.



&amp;ldquo;Kami optimistis terhadap perkembangan industri hiburan di tanah air, terutama sektor bioskop,&amp;rdquo; ujar Hans.



Hal tersebut, didukung oleh budaya menonton film yang kuat di Indonesia, serta potensi pertumbuhan jumlah layar bioskop yang masih sangat besar. Selain itu, pemilihan lokasi yang strategis di mana mayoritas lokasi bioskop Cinema XXI berada di pusat perbelanjaan terkenal dengan arus pengunjung tinggi, juga mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.



&amp;ldquo;IPO akan menjadi satu momentum untuk menjadi perusahaan publik dengan tata kelola yang baik, serta semakin memantapkan komitmen kami untuk memberikan hiburan yang berkualitas dengan harga terjangkau,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Alasan pengelola bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk cari modal Rp2,4 triliun lewat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Pengelola bioskop Cinema XXI berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Agustus 2023.

BACA JUGA:IPO, Bioskop Cinema XXI Tawarkan Harga Saham Rp270-Rp288 demi Rp2,4 Triliun&amp;nbsp;


Perseroan menawarkan sebanyak 8,33 miliar saham atau 10,00% dari modal ditempatkan dan disetor. Perseroan menetapkan harga penawaran awal sebesar Rp270 hingga Rp288 per saham. Dengan harga tersebut, perusahaan mengincar dana segar sebesar Rp2,40 triliun.

Direktur Utama Nusantara Sejahtera Raya Hans Gunadi mengatakan, industri bioskop di Indonesia memiliki pertumbuhan yang kuat pasca pandemi Covid-19. Hal ini tercermin dari antusiasme masyarakat Indonesia untuk kembali menonton film di bioskop yang sudah berangsur-angsur pulih di sepanjang tahun 2022 hingga kini.

BACA JUGA:IPO, Widiant Jaya Krenindo Pasang Harga Rp100 per Saham&amp;nbsp;


&amp;ldquo;Untuk melanjutkan tren pertumbuhan yang positif ini, Cinema XXI mengambil aksi korporasi IPO sebagai salah satu langkah strategis,&amp;rdquo; kata Hans dalam konferensi pers di Plaza Senayan pada Jumat (7/7/2023).

Hans menyebut, aksi korporasi ini akan mengukuhkan komitmen perseroan untuk selalu memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menonton film favorit, termasuk dengan membuka bioskop di daerah-daerah yang potensial di seluruh Indonesia.



&amp;ldquo;Kami optimistis terhadap perkembangan industri hiburan di tanah air, terutama sektor bioskop,&amp;rdquo; ujar Hans.



Hal tersebut, didukung oleh budaya menonton film yang kuat di Indonesia, serta potensi pertumbuhan jumlah layar bioskop yang masih sangat besar. Selain itu, pemilihan lokasi yang strategis di mana mayoritas lokasi bioskop Cinema XXI berada di pusat perbelanjaan terkenal dengan arus pengunjung tinggi, juga mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.



&amp;ldquo;IPO akan menjadi satu momentum untuk menjadi perusahaan publik dengan tata kelola yang baik, serta semakin memantapkan komitmen kami untuk memberikan hiburan yang berkualitas dengan harga terjangkau,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
