<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Bandingkan Modal dan Utang BUMN, Ini Rinciannya</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyebut, posisi utang perusahaan negara hanya 34%, sementara modal 66%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2842692/erick-thohir-bandingkan-modal-dan-utang-bumn-ini-rinciannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2842692/erick-thohir-bandingkan-modal-dan-utang-bumn-ini-rinciannya"/><item><title>Erick Thohir Bandingkan Modal dan Utang BUMN, Ini Rinciannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2842692/erick-thohir-bandingkan-modal-dan-utang-bumn-ini-rinciannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2842692/erick-thohir-bandingkan-modal-dan-utang-bumn-ini-rinciannya</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 11:55 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/07/320/2842692/erick-thohir-bandingkan-modal-dan-utang-bumn-ini-rinciannya-TUcAKmTgJ4.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/07/320/2842692/erick-thohir-bandingkan-modal-dan-utang-bumn-ini-rinciannya-TUcAKmTgJ4.JPG</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNS8xLzE2NjUzMy81L3g4bDhna2Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyebut, posisi utang perusahaan negara hanya 34%, sementara modal 66%. Dengan presentasi tersebut, maka konsolidasi keuangan BUMN tahun buku 2022 terbilang sehat dan aman.

Diketahui, utang BUMN pada 2022 mencapai Rp1.600 triliun. Jumlah itu naik dari tahun sebelumnya yakni Rp1.580 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menkop Minta Erick Thohir Dorong BUMN Lebih Banyak Pakai Produk UMKM&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Meski perseroan negara membukukan utang bernilai jumbo, BUMN juga mencatat kenaikan modal hingga di angka Rp3.200 triliun.

&quot;Total utang BUMN itu Rp1.600 triliun, modalnya Rp3.200 triliun. Jadi kalau kita usaha biasanya utangnya 70%, modalnya 30%, ini kebalik, utang cuma 34% utang, modalnya yang 66%,&quot; ujar Erick saat ditemui wartawan di Bali, ditulis Jumat (7/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rapor Holding BUMN Jasa Survei Setelah Dibentuk Hampir 2 Tahun

Menurutnya, masyarakat tidak harus terbelenggu dengan utang BUMN saja. Namun harus juga melirik modal atau ekuitas yang dibukukan perusahaan.
&quot;Kadang-kadang kita selalu terbelenggu dengan utang-utang,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xNS8xLzE2NzIwNS81L3g4bHNmNDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Secara operasional dan keuangan, lanjut Erick, tidak semua BUMN Karya merugi. Namun, ada beberapa yang justru mencatatkan kinerja yang positif.



&quot;Jadi tidak semua (BUMN) karya jelek, bagus karya yang ini, ada Nindya Karya, PT PP,&quot; kata dia.



Erick menyampaikan BUMN karya dengan segala tantangan tetap berkomitmen melakukan pembangunan untuk meningkatkan perekonomian bangsa dan juga menciptakan lapangan pekerjaan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8yNS8xLzE2NjUzMy81L3g4bDhna2Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyebut, posisi utang perusahaan negara hanya 34%, sementara modal 66%. Dengan presentasi tersebut, maka konsolidasi keuangan BUMN tahun buku 2022 terbilang sehat dan aman.

Diketahui, utang BUMN pada 2022 mencapai Rp1.600 triliun. Jumlah itu naik dari tahun sebelumnya yakni Rp1.580 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menkop Minta Erick Thohir Dorong BUMN Lebih Banyak Pakai Produk UMKM&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Meski perseroan negara membukukan utang bernilai jumbo, BUMN juga mencatat kenaikan modal hingga di angka Rp3.200 triliun.

&quot;Total utang BUMN itu Rp1.600 triliun, modalnya Rp3.200 triliun. Jadi kalau kita usaha biasanya utangnya 70%, modalnya 30%, ini kebalik, utang cuma 34% utang, modalnya yang 66%,&quot; ujar Erick saat ditemui wartawan di Bali, ditulis Jumat (7/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rapor Holding BUMN Jasa Survei Setelah Dibentuk Hampir 2 Tahun

Menurutnya, masyarakat tidak harus terbelenggu dengan utang BUMN saja. Namun harus juga melirik modal atau ekuitas yang dibukukan perusahaan.
&quot;Kadang-kadang kita selalu terbelenggu dengan utang-utang,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xNS8xLzE2NzIwNS81L3g4bHNmNDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Secara operasional dan keuangan, lanjut Erick, tidak semua BUMN Karya merugi. Namun, ada beberapa yang justru mencatatkan kinerja yang positif.



&quot;Jadi tidak semua (BUMN) karya jelek, bagus karya yang ini, ada Nindya Karya, PT PP,&quot; kata dia.



Erick menyampaikan BUMN karya dengan segala tantangan tetap berkomitmen melakukan pembangunan untuk meningkatkan perekonomian bangsa dan juga menciptakan lapangan pekerjaan.</content:encoded></item></channel></rss>
