<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Cara Pererat Hubungan Bilateral dengan Jepang Lewat Konferensi Internasional</title><description>Penyelenggaraan kali in disisipkan beberapa sub tema pembahasan, seperti Digital Transformation, IT Agriculture</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2842913/ini-cara-pererat-hubungan-bilateral-dengan-jepang-lewat-konferensi-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2842913/ini-cara-pererat-hubungan-bilateral-dengan-jepang-lewat-konferensi-internasional"/><item><title>Ini Cara Pererat Hubungan Bilateral dengan Jepang Lewat Konferensi Internasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2842913/ini-cara-pererat-hubungan-bilateral-dengan-jepang-lewat-konferensi-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2842913/ini-cara-pererat-hubungan-bilateral-dengan-jepang-lewat-konferensi-internasional</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/07/320/2842913/ini-cara-pererat-hubungan-bilateral-dengan-jepang-lewat-konferensi-internasional-1gpZ8c01Ij.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Unsada Gelar Konferensi Internasional. (Foto: Okezne.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/07/320/2842913/ini-cara-pererat-hubungan-bilateral-dengan-jepang-lewat-konferensi-internasional-1gpZ8c01Ij.jpg</image><title>Unsada Gelar Konferensi Internasional. (Foto: Okezne.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Universitas Darma Persada (Unsada) menyelenggarakan conference level internasional atau International Symposium bersama Asia Japan Alumni (ASJA), Asean Council of Japan Alumni (ASCOJA) dan Perhimpunan Alumni dari Jepang (PERSADA).
Kegiatan tersebut diharapkan bisa mempererat hubungan bilateral dan membangun kerjasama mulai dari transformasi digital hingga sektor energi.
Sejalan dengan tema besar yang diangkat yaitu pada ASJA-ASCOJA-PERSADA International Symposium tahun ini yaitu 'How the COVID-19 Pandemic Affects and Provides Opportunities for ASEAN-Japan Social, Culture &amp;amp; Economic Development'.

BACA JUGA:
Peneliti di Jepang Bikin Obat Penumbuh Gigi

Sekjen Perhimpunan Alumni Jepang (Persada) Hidekie Amangku menjelaskan, penyelenggaraan kali in disisipkan beberapa sub tema pembahasan, seperti Digital Transformation, IT Agriculture, Online Marketing, Start Up, Education, Finance Technology, dan Energy.
&quot;Akan ada peluang bagi aktivitas masyarakat untuk berkembang. Ini pengumuman yang keren. Mempelajari budaya Jepang itu sulit, untuk melakukan pertukaran dengan orang Jepang, apa yang akan menjadi pemahaman tentang Jepang bagaimana tentang masa depan,&quot; ujar Hidekie dalam paparannya di Kampus Unsada, Jumat (7/7/2023).
Acara tersebut terbagi dalam dua sesi, pemaparan pertama disampaikan oleh Nurfadilah Hj Jailani dari Brunei Darussalam dengan judul 'Opportunities of Financial Technology under the impact of Covid-19 in Brunei Darussalam'. Menurut kehadiran fintech memberikan keuntungan bagi Brunei Darussalam dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi covid 19.

BACA JUGA:
Alasan Kenapa Biaya Parkir Mobil di Jepang Mahal

&quot;Selama beberapa tahun terakhir, pembukaan akun digital telah menjadi yang teratas dalam daftar teknologi yang ingin ditambahkan atau diganti oleh organisasi, Covid-19 mendorong transformasi digital ke lini depan,&quot; kata Nurfadillah.
Setelah Bruneri Darussalam, pemaparannya dilanjutkan oleh perwakilan dari Kamboja yang membahas isu tentang resillient tourism stategic seiring pemulihan pasca pandemi covid 19. Selanjutnya perwakilan dari Laos yang memaparkan tentang bagaimana Pandemi COVID-19 Mempengaruhi dan Memberikan Peluang bagi ASEAN-Jepang Sosial, Budaya, dan Ekonomi Pengembangan untuk perspektif Laos.Selain itu, ada juga perwakilan dari Malaysia yang berbicara tentang keberlanjutan energi baru terbarukan sebagai sumber energi di masa yang akan datang. Sesi pertama kemudian ditutup oleh pemaparan dari Myanmar yang berbicara tentang dampak penanggulangan pandemi terhadap peningkatkan sektor kesehatan.
Selanjutnya pada sesi kedua dibuka oleh pemaparan dari perwakilan Singapura Yi Hsen Gian, yang menjelaskan tentang bagaimana membangun atau memanfaatkan peluang ekonomi pasca pandemi covid 19. Kemudian dilanjutkan oleh pemaparan dari perwakilan Thailand tentang kiat sukses mengimplementasikannya transformasi digital.
Kemudian pemaparan ditutup oleh perwakilan dari Indonesia yang bawakak oleh Benyamin Kusumoputro tentang Peluang ASEAN dan Jepang untuk melakukan Penelitian Kolaboratif dalam Artifisial Intelijen dan Robotika.</description><content:encoded>JAKARTA - Universitas Darma Persada (Unsada) menyelenggarakan conference level internasional atau International Symposium bersama Asia Japan Alumni (ASJA), Asean Council of Japan Alumni (ASCOJA) dan Perhimpunan Alumni dari Jepang (PERSADA).
Kegiatan tersebut diharapkan bisa mempererat hubungan bilateral dan membangun kerjasama mulai dari transformasi digital hingga sektor energi.
Sejalan dengan tema besar yang diangkat yaitu pada ASJA-ASCOJA-PERSADA International Symposium tahun ini yaitu 'How the COVID-19 Pandemic Affects and Provides Opportunities for ASEAN-Japan Social, Culture &amp;amp; Economic Development'.

BACA JUGA:
Peneliti di Jepang Bikin Obat Penumbuh Gigi

Sekjen Perhimpunan Alumni Jepang (Persada) Hidekie Amangku menjelaskan, penyelenggaraan kali in disisipkan beberapa sub tema pembahasan, seperti Digital Transformation, IT Agriculture, Online Marketing, Start Up, Education, Finance Technology, dan Energy.
&quot;Akan ada peluang bagi aktivitas masyarakat untuk berkembang. Ini pengumuman yang keren. Mempelajari budaya Jepang itu sulit, untuk melakukan pertukaran dengan orang Jepang, apa yang akan menjadi pemahaman tentang Jepang bagaimana tentang masa depan,&quot; ujar Hidekie dalam paparannya di Kampus Unsada, Jumat (7/7/2023).
Acara tersebut terbagi dalam dua sesi, pemaparan pertama disampaikan oleh Nurfadilah Hj Jailani dari Brunei Darussalam dengan judul 'Opportunities of Financial Technology under the impact of Covid-19 in Brunei Darussalam'. Menurut kehadiran fintech memberikan keuntungan bagi Brunei Darussalam dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi covid 19.

BACA JUGA:
Alasan Kenapa Biaya Parkir Mobil di Jepang Mahal

&quot;Selama beberapa tahun terakhir, pembukaan akun digital telah menjadi yang teratas dalam daftar teknologi yang ingin ditambahkan atau diganti oleh organisasi, Covid-19 mendorong transformasi digital ke lini depan,&quot; kata Nurfadillah.
Setelah Bruneri Darussalam, pemaparannya dilanjutkan oleh perwakilan dari Kamboja yang membahas isu tentang resillient tourism stategic seiring pemulihan pasca pandemi covid 19. Selanjutnya perwakilan dari Laos yang memaparkan tentang bagaimana Pandemi COVID-19 Mempengaruhi dan Memberikan Peluang bagi ASEAN-Jepang Sosial, Budaya, dan Ekonomi Pengembangan untuk perspektif Laos.Selain itu, ada juga perwakilan dari Malaysia yang berbicara tentang keberlanjutan energi baru terbarukan sebagai sumber energi di masa yang akan datang. Sesi pertama kemudian ditutup oleh pemaparan dari Myanmar yang berbicara tentang dampak penanggulangan pandemi terhadap peningkatkan sektor kesehatan.
Selanjutnya pada sesi kedua dibuka oleh pemaparan dari perwakilan Singapura Yi Hsen Gian, yang menjelaskan tentang bagaimana membangun atau memanfaatkan peluang ekonomi pasca pandemi covid 19. Kemudian dilanjutkan oleh pemaparan dari perwakilan Thailand tentang kiat sukses mengimplementasikannya transformasi digital.
Kemudian pemaparan ditutup oleh perwakilan dari Indonesia yang bawakak oleh Benyamin Kusumoputro tentang Peluang ASEAN dan Jepang untuk melakukan Penelitian Kolaboratif dalam Artifisial Intelijen dan Robotika.</content:encoded></item></channel></rss>
