<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi KEK Kesehatan Tembus Rp15,17 Triliun</title><description>Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali tercatat capai USD1 miliar atau setara Rp 15,17 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2843030/investasi-kek-kesehatan-tembus-rp15-17-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2843030/investasi-kek-kesehatan-tembus-rp15-17-triliun"/><item><title>Investasi KEK Kesehatan Tembus Rp15,17 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2843030/investasi-kek-kesehatan-tembus-rp15-17-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2843030/investasi-kek-kesehatan-tembus-rp15-17-triliun</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 20:22 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/07/320/2843030/investasi-kek-kesehatan-tembus-rp15-17-triliun-bJyommKuQP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi KEK Kesehatan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/07/320/2843030/investasi-kek-kesehatan-tembus-rp15-17-triliun-bJyommKuQP.jpg</image><title>Investasi KEK Kesehatan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy8xLzE2Nzg3NC81L3g4bWNkNmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali tercatat capai USD1 miliar atau setara Rp 15,17 triliun. Angka ini berasal dari sejumlah investor.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Menurutnya pembangunan KEK Kesehatan sangat menguntungkan. Pasalnya, anggaran negara yang digelontorkan untuk membangun Proyek Strategi Nasional (PSN) itu sebesar Rp 1,4 triliun.

BACA JUGA:
Erick Thohir Optimistis KEK Kesehatan Tarik Minat Dokter Diaspora di Luar Negeri

Namun, nilai investasi yang diperoleh dari sejumlah investor justru lebih tinggi dari keseluruhan dana pembangunan KEK Kesehatan, Sanur.
&quot;Membangun kompleks (KEK Kesehatan) Rp 1,4 triliun, investasi masuk USD 1 miliar, cocok? Cocok,&quot; ungkap Erick saat ditemui wartawan, ditulis Jumat (7/7/2023).

BACA JUGA:
Erick Thohir Bandingkan Modal dan Utang BUMN, Ini Rinciannya

Adapun investor yang masuk dalam pengelolaan KEK Kesehatan salah satunya Mayo Clinic, rumah sakit (RS) terbaik asal Amerika Serikat (AS). Nantinya, Mayo dan PT Pertamina Bina Medika atau Indonesia Healthcare Corporation (IHC) bersama-sama mengelola Bali International Hospital (BIH) di KEK Kesehatan.Dia menyebut Pertamina Bina Medika berperan penting dalam membangun ekosistem kesehatan Indonesia.
Di lain sisi, Erick optimis keberadaan KEK Kesehatan akan menarik para tenaga kesehatan diaspora di luar negeri. Saat ini sudah ada sepuluh diaspora yang sudah mendaftar diri bergabung dengan BIH.
KEK Kesehatan, lanjut Erick, juga menjadi wadah pertemuan para dokter Indonesia untuk memperbaharui sekaligus mengintervensi 2 juta masyarakat Indonesia terus berobat keluar negeri.
&quot;Kalau bisa dokter kembali ke Indonesia, kita nyiapin industrinya, tadi ada kecantikan, rambut, jantung, kanker, ini bagus buat apa? Membangkitkan ekonomi di Bali dari segi pariwisata,&quot; ucap dia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy8xLzE2Nzg3NC81L3g4bWNkNmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali tercatat capai USD1 miliar atau setara Rp 15,17 triliun. Angka ini berasal dari sejumlah investor.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Menurutnya pembangunan KEK Kesehatan sangat menguntungkan. Pasalnya, anggaran negara yang digelontorkan untuk membangun Proyek Strategi Nasional (PSN) itu sebesar Rp 1,4 triliun.

BACA JUGA:
Erick Thohir Optimistis KEK Kesehatan Tarik Minat Dokter Diaspora di Luar Negeri

Namun, nilai investasi yang diperoleh dari sejumlah investor justru lebih tinggi dari keseluruhan dana pembangunan KEK Kesehatan, Sanur.
&quot;Membangun kompleks (KEK Kesehatan) Rp 1,4 triliun, investasi masuk USD 1 miliar, cocok? Cocok,&quot; ungkap Erick saat ditemui wartawan, ditulis Jumat (7/7/2023).

BACA JUGA:
Erick Thohir Bandingkan Modal dan Utang BUMN, Ini Rinciannya

Adapun investor yang masuk dalam pengelolaan KEK Kesehatan salah satunya Mayo Clinic, rumah sakit (RS) terbaik asal Amerika Serikat (AS). Nantinya, Mayo dan PT Pertamina Bina Medika atau Indonesia Healthcare Corporation (IHC) bersama-sama mengelola Bali International Hospital (BIH) di KEK Kesehatan.Dia menyebut Pertamina Bina Medika berperan penting dalam membangun ekosistem kesehatan Indonesia.
Di lain sisi, Erick optimis keberadaan KEK Kesehatan akan menarik para tenaga kesehatan diaspora di luar negeri. Saat ini sudah ada sepuluh diaspora yang sudah mendaftar diri bergabung dengan BIH.
KEK Kesehatan, lanjut Erick, juga menjadi wadah pertemuan para dokter Indonesia untuk memperbaharui sekaligus mengintervensi 2 juta masyarakat Indonesia terus berobat keluar negeri.
&quot;Kalau bisa dokter kembali ke Indonesia, kita nyiapin industrinya, tadi ada kecantikan, rambut, jantung, kanker, ini bagus buat apa? Membangkitkan ekonomi di Bali dari segi pariwisata,&quot; ucap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
