<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Kurang Dokter, Erick Thohir: Kita Butuh 12.000 Orang per Tahun</title><description>Erick Thohir menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan 12.000 orang dokter per tahunnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2843033/indonesia-kurang-dokter-erick-thohir-kita-butuh-12-000-orang-per-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2843033/indonesia-kurang-dokter-erick-thohir-kita-butuh-12-000-orang-per-tahun"/><item><title>Indonesia Kurang Dokter, Erick Thohir: Kita Butuh 12.000 Orang per Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2843033/indonesia-kurang-dokter-erick-thohir-kita-butuh-12-000-orang-per-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/07/320/2843033/indonesia-kurang-dokter-erick-thohir-kita-butuh-12-000-orang-per-tahun</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 20:28 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/07/320/2843033/indonesia-kurang-dokter-erick-thohir-kita-butuh-12-000-orang-per-tahun-jsxYZnnK2l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/07/320/2843033/indonesia-kurang-dokter-erick-thohir-kita-butuh-12-000-orang-per-tahun-jsxYZnnK2l.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan 12.000 orang dokter per tahunnya. Angka tersebut dinilai ideal untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, jumlah dokter di Indonesia masih kurang. Bahkan, tidak ideal bila dibandingkan dengan banyaknya jumlah penduduk Indonesia.

BACA JUGA:
Erick Thohir Optimistis KEK Kesehatan Tarik Minat Dokter Diaspora di Luar Negeri

&quot;Kita perlu dokter 12.000 setiap tahun, angka antara perawat dan rakyat Indonesia jumlah dokter sangat kurang,&quot; ujar Erick saat ditemui wartawan, Jumat (7/7/2023).
Untuk dapat memenuhi tenaga kerja di sektor kesehatan tersebut, Erick menilai perlunya pembangunan fasilitas kesehatan nasional yang memadai. Salah satu infrastruktur kesehatan yang dibangun pemerintah melalui BUMN adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Bali.

BACA JUGA:
Erick Thohir Bandingkan Modal dan Utang BUMN, Ini Rinciannya

Dia yakin keberadaan KEK Kesehatan itu mampu menarik minat dokter diasporas yang tengah bekerja di luar negeri. Saat ini sudah ada sepuluh dokter diaspora yang mendaftarkan diri bekerja di Bali International Hospital (BIH) yang ditargetkan beroperasi pada awal 2024.Erick berharap dokter diaspora lainnya juga bisa kembali ke Tanah Air dan mengabdikan dirinya.
&quot;Ya sekarang sepuluh (dokter), tapi dokter diaspora bisa balik sebanyak banyaknya lebih baik bangun merah putih daripada di luar, asal kita menyiapkan tempat mereka bekerja,&quot; kata dia.
&quot;Jadi ada orang dari berbagai negara, seperti Australia, China, bisa ke sini, selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia,&quot; ucap Erick.</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan 12.000 orang dokter per tahunnya. Angka tersebut dinilai ideal untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, jumlah dokter di Indonesia masih kurang. Bahkan, tidak ideal bila dibandingkan dengan banyaknya jumlah penduduk Indonesia.

BACA JUGA:
Erick Thohir Optimistis KEK Kesehatan Tarik Minat Dokter Diaspora di Luar Negeri

&quot;Kita perlu dokter 12.000 setiap tahun, angka antara perawat dan rakyat Indonesia jumlah dokter sangat kurang,&quot; ujar Erick saat ditemui wartawan, Jumat (7/7/2023).
Untuk dapat memenuhi tenaga kerja di sektor kesehatan tersebut, Erick menilai perlunya pembangunan fasilitas kesehatan nasional yang memadai. Salah satu infrastruktur kesehatan yang dibangun pemerintah melalui BUMN adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Bali.

BACA JUGA:
Erick Thohir Bandingkan Modal dan Utang BUMN, Ini Rinciannya

Dia yakin keberadaan KEK Kesehatan itu mampu menarik minat dokter diasporas yang tengah bekerja di luar negeri. Saat ini sudah ada sepuluh dokter diaspora yang mendaftarkan diri bekerja di Bali International Hospital (BIH) yang ditargetkan beroperasi pada awal 2024.Erick berharap dokter diaspora lainnya juga bisa kembali ke Tanah Air dan mengabdikan dirinya.
&quot;Ya sekarang sepuluh (dokter), tapi dokter diaspora bisa balik sebanyak banyaknya lebih baik bangun merah putih daripada di luar, asal kita menyiapkan tempat mereka bekerja,&quot; kata dia.
&quot;Jadi ada orang dari berbagai negara, seperti Australia, China, bisa ke sini, selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia,&quot; ucap Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
