<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Australia Dukung Hilirisasi RI, Luhut: Ekspor Lithium Mereka Diproses di Morowali</title><description>Pertemuan Indonesia dan Australia membawa beberapa kesepakatan investasi dan kerjasama strategis</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/08/320/2843246/australia-dukung-hilirisasi-ri-luhut-ekspor-lithium-mereka-diproses-di-morowali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/08/320/2843246/australia-dukung-hilirisasi-ri-luhut-ekspor-lithium-mereka-diproses-di-morowali"/><item><title>Australia Dukung Hilirisasi RI, Luhut: Ekspor Lithium Mereka Diproses di Morowali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/08/320/2843246/australia-dukung-hilirisasi-ri-luhut-ekspor-lithium-mereka-diproses-di-morowali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/08/320/2843246/australia-dukung-hilirisasi-ri-luhut-ekspor-lithium-mereka-diproses-di-morowali</guid><pubDate>Sabtu 08 Juli 2023 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/08/320/2843246/australia-dukung-hilirisasi-ri-luhut-ekspor-lithium-mereka-diproses-di-morowali-WoK4KHReE2.png" expression="full" type="image/jpeg">Australia Dukung Hilirisasi Indonesia. (foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/08/320/2843246/australia-dukung-hilirisasi-ri-luhut-ekspor-lithium-mereka-diproses-di-morowali-WoK4KHReE2.png</image><title>Australia Dukung Hilirisasi Indonesia. (foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy8xLzE2Nzg2NS81L3g4bWMzZDM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pertemuan Indonesia dan Australia membawa beberapa kesepakatan investasi dan kerjasama strategis. Presiden Joko Widodo dan PM Australia Anthony Albanese menyepakati proyek hilirisasi tambang mineral terutama komoditas lithium.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerangkan, Australia mengapresiasi kebijakan hilirisasi mineral tambang, serta berkomitmen untuk melakukan ekspor lithium ke Indonesia.

BACA JUGA:
Luhut Buktikan Program Hilirisasi Jokowi Dipuji Dunia

&quot;Mereka (Australia) sepakat bahwa 60.000 ton yang mereka ekspor ke Indonesia itu juga diproses di Morowali. Jadi kita punya lithium sekarang. Saya bilang, boleh gak kita tambah lagi 60.000 lagi? Mereka setuju dengan itu,&quot; kata Luhut dalam akun Instagram @luhut.pandjaitan, dikutip Sabtu (8/7/2023).
Untuk mengeksekusi rencana tersebut, Australia akan ikut berpartisipasi aktif dalam bisnis pengolahan lithium di Kabupaten Sulawesi Tengah. &quot;Kita lakukan jointly, mereka setuju dengan itu, ini yang belum pernah kejadian semaca ini,&quot; terangnya.

BACA JUGA:
Jokowi Persilahkan Papua Nugini Belajar dari Indonesia soal Hilirisasi

Dari sisi ongkos produksi, beban operasional untuk mengolah lithium di Australia dinilai lebih besar dibandingkan Indonesia. Bagi Luhut, Indonesia memiliki peluang untuk memprosesnya dengan biaya yang jauh lebih murah.&quot;Cost di Australia bisa 4 sampai 5 kali dari kita kalau mau buat processing mobil listrik misalnya. Jadi di Indonesia cost-nya bisa lebih turun,&quot; tuturnya.
Adapun terkait teknologi pengolahan, Luhut meyakini mampu mendapatkannya dari China. Kolaborasi dengan negara-negara maju dipandang dapat semakin memperkokoh ekonomi negara.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy8xLzE2Nzg2NS81L3g4bWMzZDM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pertemuan Indonesia dan Australia membawa beberapa kesepakatan investasi dan kerjasama strategis. Presiden Joko Widodo dan PM Australia Anthony Albanese menyepakati proyek hilirisasi tambang mineral terutama komoditas lithium.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerangkan, Australia mengapresiasi kebijakan hilirisasi mineral tambang, serta berkomitmen untuk melakukan ekspor lithium ke Indonesia.

BACA JUGA:
Luhut Buktikan Program Hilirisasi Jokowi Dipuji Dunia

&quot;Mereka (Australia) sepakat bahwa 60.000 ton yang mereka ekspor ke Indonesia itu juga diproses di Morowali. Jadi kita punya lithium sekarang. Saya bilang, boleh gak kita tambah lagi 60.000 lagi? Mereka setuju dengan itu,&quot; kata Luhut dalam akun Instagram @luhut.pandjaitan, dikutip Sabtu (8/7/2023).
Untuk mengeksekusi rencana tersebut, Australia akan ikut berpartisipasi aktif dalam bisnis pengolahan lithium di Kabupaten Sulawesi Tengah. &quot;Kita lakukan jointly, mereka setuju dengan itu, ini yang belum pernah kejadian semaca ini,&quot; terangnya.

BACA JUGA:
Jokowi Persilahkan Papua Nugini Belajar dari Indonesia soal Hilirisasi

Dari sisi ongkos produksi, beban operasional untuk mengolah lithium di Australia dinilai lebih besar dibandingkan Indonesia. Bagi Luhut, Indonesia memiliki peluang untuk memprosesnya dengan biaya yang jauh lebih murah.&quot;Cost di Australia bisa 4 sampai 5 kali dari kita kalau mau buat processing mobil listrik misalnya. Jadi di Indonesia cost-nya bisa lebih turun,&quot; tuturnya.
Adapun terkait teknologi pengolahan, Luhut meyakini mampu mendapatkannya dari China. Kolaborasi dengan negara-negara maju dipandang dapat semakin memperkokoh ekonomi negara.</content:encoded></item></channel></rss>
