<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Dapat Tugas Baru dari Jokowi, Jadi Ketua Satgas Hilirisasi RI-Papua Nugini</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengaku mendapat tugas khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/320/2843918/luhut-dapat-tugas-baru-dari-jokowi-jadi-ketua-satgas-hilirisasi-ri-papua-nugini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/320/2843918/luhut-dapat-tugas-baru-dari-jokowi-jadi-ketua-satgas-hilirisasi-ri-papua-nugini"/><item><title>Luhut Dapat Tugas Baru dari Jokowi, Jadi Ketua Satgas Hilirisasi RI-Papua Nugini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/320/2843918/luhut-dapat-tugas-baru-dari-jokowi-jadi-ketua-satgas-hilirisasi-ri-papua-nugini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/320/2843918/luhut-dapat-tugas-baru-dari-jokowi-jadi-ketua-satgas-hilirisasi-ri-papua-nugini</guid><pubDate>Senin 10 Juli 2023 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/10/320/2843918/luhut-dapat-tugas-baru-dari-jokowi-jadi-ketua-satgas-hilirisasi-ri-papua-nugini-2eVYZxiYrE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Dapat Tugas Baru dari Presiden Jokowi. (Foto: Okezone.com/Marves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/10/320/2843918/luhut-dapat-tugas-baru-dari-jokowi-jadi-ketua-satgas-hilirisasi-ri-papua-nugini-2eVYZxiYrE.jpg</image><title>Menko Luhut Dapat Tugas Baru dari Presiden Jokowi. (Foto: Okezone.com/Marves)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOC80LzE2Nzg5My81L3g4bWN3a3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku mendapat tugas khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Luhut diminta mengawal dan melanjutkan kerjasama Indonesia dengan Papua Nugini. Salah satu tugasnya memimpin satuan tugas atau task force.

BACA JUGA:
Jokowi Persilahkan Papua Nugini Belajar dari Indonesia soal Hilirisasi

&amp;ldquo;Nah kemarin Presiden sudah menekankan untuk membuat kerjasama dan Presiden segera dengan prime ministernya sepakat membuat task force, di mana task force dari Indonesia, Presiden meminta saya menjadi ketuanya, dari PNG ditunjuk prime ministernya deputy prime minister Pak John,&quot; ujar Luhut, di Instagram @luhut.pandjaitan, Senin (10/7/2023).
Indonesia dan Papua Nugini akan bekerjasama lagi salah satu yang akan mereka kerjakan itu juga meliputi hilirisasi.

BACA JUGA:
Jokowi: Indonesia Terbuka Kerja Sama Hilirisasi dengan Papua Nugini

Luhut menyampaikan kalau dengan bekerjasama dengan Indonesia, perekonomian Papua Nugini bisa dapat mengalir Kembali. Tidak hanya itu, dengan kerjasama ini angka kemiskinan juga dapat ditekan.
&quot;Kerjasama ini membuat saling menguntungkan, kemiskinan di Papua Nugini akan banyak dikurangi. Karena dari 9 juta penduduk mereka, 2,5 juta itu sudah berada dalam kemiskinan. Jadi angkanya tinggi sekali,&quot; lanjut Luhut.
Tidak dijelaskan secara detail tentang isi dari kerjasama dan hal-hal apa saja yang akan dilakukan berkaitan dengan kerjasama tersebut.Tetapi Luhut meyakini, dengan kekayaan alam yang dimiliki oleh Papua Nugini, akan ada banyak hal yang dapat dilakukan.
&quot;Pak John selaku deputy minister dari Papua Nugini ini juga akan melakukan perjalanan ke Indonesia. Sebelumnya tanggal 7 Juli kemarin, mereka sudah melakukan pertemuan via zoom untuk melakukan list down hal apa saja yang akan dapat mereka lakukan sehingga kerjasama ini dapat menguntungkan kedua belah pihak,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOC80LzE2Nzg5My81L3g4bWN3a3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku mendapat tugas khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Luhut diminta mengawal dan melanjutkan kerjasama Indonesia dengan Papua Nugini. Salah satu tugasnya memimpin satuan tugas atau task force.

BACA JUGA:
Jokowi Persilahkan Papua Nugini Belajar dari Indonesia soal Hilirisasi

&amp;ldquo;Nah kemarin Presiden sudah menekankan untuk membuat kerjasama dan Presiden segera dengan prime ministernya sepakat membuat task force, di mana task force dari Indonesia, Presiden meminta saya menjadi ketuanya, dari PNG ditunjuk prime ministernya deputy prime minister Pak John,&quot; ujar Luhut, di Instagram @luhut.pandjaitan, Senin (10/7/2023).
Indonesia dan Papua Nugini akan bekerjasama lagi salah satu yang akan mereka kerjakan itu juga meliputi hilirisasi.

BACA JUGA:
Jokowi: Indonesia Terbuka Kerja Sama Hilirisasi dengan Papua Nugini

Luhut menyampaikan kalau dengan bekerjasama dengan Indonesia, perekonomian Papua Nugini bisa dapat mengalir Kembali. Tidak hanya itu, dengan kerjasama ini angka kemiskinan juga dapat ditekan.
&quot;Kerjasama ini membuat saling menguntungkan, kemiskinan di Papua Nugini akan banyak dikurangi. Karena dari 9 juta penduduk mereka, 2,5 juta itu sudah berada dalam kemiskinan. Jadi angkanya tinggi sekali,&quot; lanjut Luhut.
Tidak dijelaskan secara detail tentang isi dari kerjasama dan hal-hal apa saja yang akan dilakukan berkaitan dengan kerjasama tersebut.Tetapi Luhut meyakini, dengan kekayaan alam yang dimiliki oleh Papua Nugini, akan ada banyak hal yang dapat dilakukan.
&quot;Pak John selaku deputy minister dari Papua Nugini ini juga akan melakukan perjalanan ke Indonesia. Sebelumnya tanggal 7 Juli kemarin, mereka sudah melakukan pertemuan via zoom untuk melakukan list down hal apa saja yang akan dapat mereka lakukan sehingga kerjasama ini dapat menguntungkan kedua belah pihak,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
