<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi Siapkan 7 Strategi Dukung Keuangan Digital</title><description>Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/320/2844149/jadi-anggota-dewan-komisioner-ojk-hasan-fawzi-siapkan-7-strategi-dukung-keuangan-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/320/2844149/jadi-anggota-dewan-komisioner-ojk-hasan-fawzi-siapkan-7-strategi-dukung-keuangan-digital"/><item><title>Jadi Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi Siapkan 7 Strategi Dukung Keuangan Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/320/2844149/jadi-anggota-dewan-komisioner-ojk-hasan-fawzi-siapkan-7-strategi-dukung-keuangan-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/320/2844149/jadi-anggota-dewan-komisioner-ojk-hasan-fawzi-siapkan-7-strategi-dukung-keuangan-digital</guid><pubDate>Senin 10 Juli 2023 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/10/320/2844149/jadi-anggota-dewan-komisioner-ojk-hasan-fawzi-siapkan-7-strategi-dukung-keuangan-digital-YWhfvi5pgH.png" expression="full" type="image/jpeg">Strategi Hasan Fawzi untuk Sektor Keuangan Digital. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/10/320/2844149/jadi-anggota-dewan-komisioner-ojk-hasan-fawzi-siapkan-7-strategi-dukung-keuangan-digital-YWhfvi5pgH.png</image><title>Strategi Hasan Fawzi untuk Sektor Keuangan Digital. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menetapkan Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK OJK periode 2023-2028. Hal tersebut usai dirinya menjalai uji kepatuhan dan kelayakan calon ADK OJK.
DPR juga mengangkat Agusman sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro.

BACA JUGA:
Hasan Fawzi dan Agusman Resmi Jadi Anggota Dewan Komisioner OJK 2023-2028&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hasan telah menyampaikan visi dan misinya di depan anggota dewan untuk mendukung era baru keuangan digital di Indonesia. Kerangka kebijakan yang diajukan Hasan Fawzi terdiri dari 7 pilar strategi yang disingkat I-NO-V-A-S-I (INOVASI).
&quot;Ini dilakukan melalui bauran kebijakan dan rencana strategis yang akan mendukung inovasi pengembangan, secara berimbang dan kolaboratif, dengan mengedepankan prinspip perlindungan konsumen, integritas pasar, dan mencegah risiko sistemik,&quot; kata Hasan dalam keterangan kepada MNC Portal Indonesia, Senin (10/7/2023).

BACA JUGA:
Erick Thohir Dukung OJK Periksa Laporan Keuangan Waskita dan Wijaya Karya

Huruf 'I' mewakili Investor Protection and Consumer Protection yang menurutnya bakal diaplikasikan melalui program pelindungan investor dan konsumen secara holistik di sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset KriptoSelanjutnya N untuk Normalisasi pengaturan dan pengawasan OJK yang mendukung inovasi pengembangan, berimbang, dan kolaboratif, 'O' untuk Optimalisasi program literasi, inklusi, dan pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto,
Adapun 'V' mengacu pada variansi strategi dan program inovasi, 'A' untuk Akselerasi pengembangan Ekonomi Hijau dan Ekonomi Baru, 'S' untuk Sinergi dan kolaborasi bersama membangun industri; serta 'I' terkait Integritas pasar melalui pengembangan ekosistem industri dan transformasi kelembagaan yang menyangkut aspek tata kelola, sumber daya manusia, serta teknologi.
&quot;Semoga dapat tumbuh sehat, berkelanjutan, dan mengutamakan pelindungan konsumen, agar dapat berperan secara optimal dalam menyongsong era baru keuangan digital di Indonesia,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menetapkan Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK OJK periode 2023-2028. Hal tersebut usai dirinya menjalai uji kepatuhan dan kelayakan calon ADK OJK.
DPR juga mengangkat Agusman sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro.

BACA JUGA:
Hasan Fawzi dan Agusman Resmi Jadi Anggota Dewan Komisioner OJK 2023-2028&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hasan telah menyampaikan visi dan misinya di depan anggota dewan untuk mendukung era baru keuangan digital di Indonesia. Kerangka kebijakan yang diajukan Hasan Fawzi terdiri dari 7 pilar strategi yang disingkat I-NO-V-A-S-I (INOVASI).
&quot;Ini dilakukan melalui bauran kebijakan dan rencana strategis yang akan mendukung inovasi pengembangan, secara berimbang dan kolaboratif, dengan mengedepankan prinspip perlindungan konsumen, integritas pasar, dan mencegah risiko sistemik,&quot; kata Hasan dalam keterangan kepada MNC Portal Indonesia, Senin (10/7/2023).

BACA JUGA:
Erick Thohir Dukung OJK Periksa Laporan Keuangan Waskita dan Wijaya Karya

Huruf 'I' mewakili Investor Protection and Consumer Protection yang menurutnya bakal diaplikasikan melalui program pelindungan investor dan konsumen secara holistik di sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset KriptoSelanjutnya N untuk Normalisasi pengaturan dan pengawasan OJK yang mendukung inovasi pengembangan, berimbang, dan kolaboratif, 'O' untuk Optimalisasi program literasi, inklusi, dan pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto,
Adapun 'V' mengacu pada variansi strategi dan program inovasi, 'A' untuk Akselerasi pengembangan Ekonomi Hijau dan Ekonomi Baru, 'S' untuk Sinergi dan kolaborasi bersama membangun industri; serta 'I' terkait Integritas pasar melalui pengembangan ekosistem industri dan transformasi kelembagaan yang menyangkut aspek tata kelola, sumber daya manusia, serta teknologi.
&quot;Semoga dapat tumbuh sehat, berkelanjutan, dan mengutamakan pelindungan konsumen, agar dapat berperan secara optimal dalam menyongsong era baru keuangan digital di Indonesia,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
