<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Jual Barang Impor di E-commerce Dibatasi, Paling Murah Rp1,5 Juta</title><description>Teten Masduki mengtakan salah satu upaya yang paling mudah untuk membatasi peredaran barang impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/320/2844261/harga-jual-barang-impor-di-e-commerce-dibatasi-paling-murah-rp1-5-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/320/2844261/harga-jual-barang-impor-di-e-commerce-dibatasi-paling-murah-rp1-5-juta"/><item><title>Harga Jual Barang Impor di E-commerce Dibatasi, Paling Murah Rp1,5 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/320/2844261/harga-jual-barang-impor-di-e-commerce-dibatasi-paling-murah-rp1-5-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/320/2844261/harga-jual-barang-impor-di-e-commerce-dibatasi-paling-murah-rp1-5-juta</guid><pubDate>Senin 10 Juli 2023 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/10/320/2844261/harga-jual-barang-impor-di-e-commerce-dibatasi-paling-murah-rp1-5-juta-o4B4y2dYSo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MenkopUKM Teten Masduki. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/10/320/2844261/harga-jual-barang-impor-di-e-commerce-dibatasi-paling-murah-rp1-5-juta-o4B4y2dYSo.jpg</image><title>MenkopUKM Teten Masduki. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOC80LzE2Nzg5My81L3g4bWN3a3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengtakan salah satu upaya yang paling mudah untuk membatasi peredaran barang impor adalah menetapkan harga batas minimum barang impor yang boleh dijual di e-commerce.
Teten menjelaskan saat ini pihaknya tengah mengupayakan agar barang yang boleh dijual didalam negeri punya harga yang tidak boleh lebih murah dari USD100 dolar atau setara Rp1,5 juta. Sehingga barang-barang UMKM dibawah harga itu bisa berdagang bebas dipasar domestik.

BACA JUGA:
Teten: Revitalisasi Pasar Tradisional Dongkrak Transformasi Digital UMKM

&quot;Kedua kita sedang minta produk yang masuk kedalam negeri yang boleh masuk minimum USD100, itu paling mudah untuk memprotect dalam negeri, kalau produk dibawah itu sudah banyak di dalam negeri,&quot; ujar Teten saat ditemui MNC Portal di Hotel Le Meridien Jakarta, Senin (10/7/2023).
Menurut Teten UMKM memiliki kontribusi yang cukup besar dalam pembukaan lapangan kerja di Indonesia. Bahkan 97% lapangan pekerjaan yang ada saat ini disediakan oleh para pelaku UMKM.

BACA JUGA:
Project S TikTok Shop Berpotensi Ancam UMKM, Menteri Teten: Revisi Permendag 50 Perlu Dipercepat

&quot;Kalau produk merrka oalah bersaing dengan produk dari luar, pasti akan ada dampak besar terhadap perekonomian Indonesia,&quot; sambungnya.Teten menilai saat ini untuk barang-barang dibawah Rp1,5 juta sudah banyak yang di produksi oleh para pelaku UMKM. Sehingga apabila penjualan barang impor tidak dilarang akan menyulitkan para pelaku UMKM berjualan dipasar domestic.
&quot;Kita ingin pasar kita untuk produk dari luar yang memang belum bisa kita bikin,&quot; kata Teten.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOC80LzE2Nzg5My81L3g4bWN3a3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengtakan salah satu upaya yang paling mudah untuk membatasi peredaran barang impor adalah menetapkan harga batas minimum barang impor yang boleh dijual di e-commerce.
Teten menjelaskan saat ini pihaknya tengah mengupayakan agar barang yang boleh dijual didalam negeri punya harga yang tidak boleh lebih murah dari USD100 dolar atau setara Rp1,5 juta. Sehingga barang-barang UMKM dibawah harga itu bisa berdagang bebas dipasar domestik.

BACA JUGA:
Teten: Revitalisasi Pasar Tradisional Dongkrak Transformasi Digital UMKM

&quot;Kedua kita sedang minta produk yang masuk kedalam negeri yang boleh masuk minimum USD100, itu paling mudah untuk memprotect dalam negeri, kalau produk dibawah itu sudah banyak di dalam negeri,&quot; ujar Teten saat ditemui MNC Portal di Hotel Le Meridien Jakarta, Senin (10/7/2023).
Menurut Teten UMKM memiliki kontribusi yang cukup besar dalam pembukaan lapangan kerja di Indonesia. Bahkan 97% lapangan pekerjaan yang ada saat ini disediakan oleh para pelaku UMKM.

BACA JUGA:
Project S TikTok Shop Berpotensi Ancam UMKM, Menteri Teten: Revisi Permendag 50 Perlu Dipercepat

&quot;Kalau produk merrka oalah bersaing dengan produk dari luar, pasti akan ada dampak besar terhadap perekonomian Indonesia,&quot; sambungnya.Teten menilai saat ini untuk barang-barang dibawah Rp1,5 juta sudah banyak yang di produksi oleh para pelaku UMKM. Sehingga apabila penjualan barang impor tidak dilarang akan menyulitkan para pelaku UMKM berjualan dipasar domestic.
&quot;Kita ingin pasar kita untuk produk dari luar yang memang belum bisa kita bikin,&quot; kata Teten.</content:encoded></item></channel></rss>
