<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Deretan Bisnis Otto Toto Sugiri, sang Bill Gates Indonesia Berharta Rp28,5 Triliun</title><description>Deretan bisnis Otto Toto Sugiri yang dijuluki sebagai Bill Gates Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/455/2843879/deretan-bisnis-otto-toto-sugiri-sang-bill-gates-indonesia-berharta-rp28-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/455/2843879/deretan-bisnis-otto-toto-sugiri-sang-bill-gates-indonesia-berharta-rp28-5-triliun"/><item><title>Deretan Bisnis Otto Toto Sugiri, sang Bill Gates Indonesia Berharta Rp28,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/455/2843879/deretan-bisnis-otto-toto-sugiri-sang-bill-gates-indonesia-berharta-rp28-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/10/455/2843879/deretan-bisnis-otto-toto-sugiri-sang-bill-gates-indonesia-berharta-rp28-5-triliun</guid><pubDate>Senin 10 Juli 2023 10:33 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/10/455/2843879/deretan-bisnis-otto-toto-sugiri-sang-bill-gates-indonesia-berharta-rp28-5-triliun-vevXjlAbmk.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Otto Toto Sugiri. (Foto: Forbes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/10/455/2843879/deretan-bisnis-otto-toto-sugiri-sang-bill-gates-indonesia-berharta-rp28-5-triliun-vevXjlAbmk.jfif</image><title>Otto Toto Sugiri. (Foto: Forbes)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Deretan bisnis Otto Toto Sugiri yang dijuluki sebagai Bill Gates Indonesia.
Dikutip dari Forbes, Otto Toto Sugiri merupakan pebisnis di bidang teknologi yang memiliki harta kekayaan sebesar USD1,9 miliar atau senilai dengan Rp28,5 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wih! Malaysia Punya 5 Orang Kaya Baru 2023, Ada yang Hartanya Rp77,4 Triliun

Dia juga masuk ke dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

4 Fakta Harta Orang Kaya Jepang Naik, Pewaris 7-Eleven Masuk dalam Daftar

Berikut daftar perusahaan di bidang bisnis teknologi milik Otto Toto Sugiri.
1. DCI Indonesia
DCI Indonesia merupakan perusahaan operator pusat data terbesar di Indonesia yang didirikan tahun 2011 oleh Otto Toto Sugiri yang memegang jabatan presiden direkrur hingga saat ini.2. Sigma Cipta Caraka
Sigma Cipta Caraka adalah perusahaan pertama yang dibangun oleh Otto. Perusahaan ini menjadi perusahaan software terkemuka di Indonesia yang mampu menembus penjualan terbesar dan menyingkirkan berbagai provider software impor.
3. BaliCamp
BaliCamp merupakan perusahaan sekunder Sigma yang memiliki proyek dalam membuat pengecek ejaan bahasa Indonesia untuk Microsoft. Namun, perusahaan ini harus tutup imbas dari peristiwa bom Bali tahun 2002.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Deretan bisnis Otto Toto Sugiri yang dijuluki sebagai Bill Gates Indonesia.
Dikutip dari Forbes, Otto Toto Sugiri merupakan pebisnis di bidang teknologi yang memiliki harta kekayaan sebesar USD1,9 miliar atau senilai dengan Rp28,5 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wih! Malaysia Punya 5 Orang Kaya Baru 2023, Ada yang Hartanya Rp77,4 Triliun

Dia juga masuk ke dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

4 Fakta Harta Orang Kaya Jepang Naik, Pewaris 7-Eleven Masuk dalam Daftar

Berikut daftar perusahaan di bidang bisnis teknologi milik Otto Toto Sugiri.
1. DCI Indonesia
DCI Indonesia merupakan perusahaan operator pusat data terbesar di Indonesia yang didirikan tahun 2011 oleh Otto Toto Sugiri yang memegang jabatan presiden direkrur hingga saat ini.2. Sigma Cipta Caraka
Sigma Cipta Caraka adalah perusahaan pertama yang dibangun oleh Otto. Perusahaan ini menjadi perusahaan software terkemuka di Indonesia yang mampu menembus penjualan terbesar dan menyingkirkan berbagai provider software impor.
3. BaliCamp
BaliCamp merupakan perusahaan sekunder Sigma yang memiliki proyek dalam membuat pengecek ejaan bahasa Indonesia untuk Microsoft. Namun, perusahaan ini harus tutup imbas dari peristiwa bom Bali tahun 2002.</content:encoded></item></channel></rss>
