<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Mampu Jadi Negara Pusat Mobil-Motor Listrik, Ini Alasannya</title><description>Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia mampu menjadi negara pusat mobil dan motor listrik karena memiliki bahan baku.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/11/320/2844617/ri-mampu-jadi-negara-pusat-mobil-motor-listrik-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/11/320/2844617/ri-mampu-jadi-negara-pusat-mobil-motor-listrik-ini-alasannya"/><item><title>RI Mampu Jadi Negara Pusat Mobil-Motor Listrik, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/11/320/2844617/ri-mampu-jadi-negara-pusat-mobil-motor-listrik-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/11/320/2844617/ri-mampu-jadi-negara-pusat-mobil-motor-listrik-ini-alasannya</guid><pubDate>Selasa 11 Juli 2023 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/11/320/2844617/ri-mampu-jadi-negara-pusat-mobil-motor-listrik-ini-alasannya-H596ymtdIP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Zulkifli Hasan. (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/11/320/2844617/ri-mampu-jadi-negara-pusat-mobil-motor-listrik-ini-alasannya-H596ymtdIP.jpg</image><title>Mendag Zulkifli Hasan. (Foto: Kemendag)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOC80LzE2Nzg5My81L3g4bWN3a3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia mampu menjadi negara pusat mobil dan motor listrik karena memiliki bahan baku baterai yang melimpah.
Menurut Zulkifli, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk membuat investor tertarik menanamkan modal dan membangun pabrik untuk industri kendaraan listrik. Indonesia pun memiliki sejumlah unggulan mulai dari sumber daya alam hingga jumlah penduduk yang besar.

BACA JUGA:
Sebut Korsel Sahabat Sejati Indonesia, Mendag: Kita Pernah Diuji Berbagai Cobaan

&quot;Kita punya keunggulan jumlah penduduk lebih banyak, kita juga punya baterai, kalau banyak pabrik bisa bikin di sini, kita jadi pusat mobil motor listrik kendaraan green economy ada di sini,&quot; ujar Zulkifli usai mengunjungi PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dikutip Antara, Selasa (11/7/2023).
Keseriusan Pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat kendaraan listrik, salah satunya dengan pelarangan ekspor nikel atau yang dikenal dengan kebijakan hilirisasi.

BACA JUGA:
Mendag Akui Ada Kenaikan Harga Beras

Menurut Zulkifli, Pemerintah ingin para pemain mobil listrik dapat datang dan membangun pabriknya di Tanah Air, sehingga Indonesia tak perlu lagi menjual bahan mentah nikel.&quot;Pak Presiden (Joko Widodo) melarang ekspor nikel yang kita sebut kebijakan hilirisasi itu dilarang oleh Eropa, karena akan merugikan mereka. Dengan begitu kita untung ribuan kali, jual nikel satu, kalau jual baterai kan sudah ribuan kali. Oleh karena itu, kita mati-matian pusat mobil listrik ada di sini, karena kita punya sumber dayanya,&quot; kata Zulkifli.
Namun demikian, Mendag tidak menampik bahwa Indonesia juga kekurangan bahan mineral lain, seperti litium dan grafit. Oleh karenanya, Indonesia bekerja sama dengan Australia untuk dapat menjadi pusat baterai.
&quot;Kita punya nikel, di sana (Australia) punya litium, sehingga nanti bisa kerja sama dan kita jadi pusat baterai, Australia bahan bakunya punya. Karena kan enggak bisa sendiri-sendiri harus bareng-bareng, ekosistem energi hijau dan mobil listrik ini bisa kita berharap bisa di sini,&quot; kata Zulkifli Hasan pula.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wOC80LzE2Nzg5My81L3g4bWN3a3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia mampu menjadi negara pusat mobil dan motor listrik karena memiliki bahan baku baterai yang melimpah.
Menurut Zulkifli, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk membuat investor tertarik menanamkan modal dan membangun pabrik untuk industri kendaraan listrik. Indonesia pun memiliki sejumlah unggulan mulai dari sumber daya alam hingga jumlah penduduk yang besar.

BACA JUGA:
Sebut Korsel Sahabat Sejati Indonesia, Mendag: Kita Pernah Diuji Berbagai Cobaan

&quot;Kita punya keunggulan jumlah penduduk lebih banyak, kita juga punya baterai, kalau banyak pabrik bisa bikin di sini, kita jadi pusat mobil motor listrik kendaraan green economy ada di sini,&quot; ujar Zulkifli usai mengunjungi PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dikutip Antara, Selasa (11/7/2023).
Keseriusan Pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat kendaraan listrik, salah satunya dengan pelarangan ekspor nikel atau yang dikenal dengan kebijakan hilirisasi.

BACA JUGA:
Mendag Akui Ada Kenaikan Harga Beras

Menurut Zulkifli, Pemerintah ingin para pemain mobil listrik dapat datang dan membangun pabriknya di Tanah Air, sehingga Indonesia tak perlu lagi menjual bahan mentah nikel.&quot;Pak Presiden (Joko Widodo) melarang ekspor nikel yang kita sebut kebijakan hilirisasi itu dilarang oleh Eropa, karena akan merugikan mereka. Dengan begitu kita untung ribuan kali, jual nikel satu, kalau jual baterai kan sudah ribuan kali. Oleh karena itu, kita mati-matian pusat mobil listrik ada di sini, karena kita punya sumber dayanya,&quot; kata Zulkifli.
Namun demikian, Mendag tidak menampik bahwa Indonesia juga kekurangan bahan mineral lain, seperti litium dan grafit. Oleh karenanya, Indonesia bekerja sama dengan Australia untuk dapat menjadi pusat baterai.
&quot;Kita punya nikel, di sana (Australia) punya litium, sehingga nanti bisa kerja sama dan kita jadi pusat baterai, Australia bahan bakunya punya. Karena kan enggak bisa sendiri-sendiri harus bareng-bareng, ekosistem energi hijau dan mobil listrik ini bisa kita berharap bisa di sini,&quot; kata Zulkifli Hasan pula.</content:encoded></item></channel></rss>
