<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Meroket, Kini Banyak Pengangguran di Inggris</title><description>Tingkat pengangguran di Inggris kembali naik ke empat persen dalam tiga bulan ke penghujung Mei.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/320/2845024/inflasi-meroket-kini-banyak-pengangguran-di-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/320/2845024/inflasi-meroket-kini-banyak-pengangguran-di-inggris"/><item><title>Inflasi Meroket, Kini Banyak Pengangguran di Inggris</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/320/2845024/inflasi-meroket-kini-banyak-pengangguran-di-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/320/2845024/inflasi-meroket-kini-banyak-pengangguran-di-inggris</guid><pubDate>Rabu 12 Juli 2023 09:51 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/12/320/2845024/inflasi-meroket-kini-banyak-pengangguran-di-inggris-VmDaIdOkd6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/12/320/2845024/inflasi-meroket-kini-banyak-pengangguran-di-inggris-VmDaIdOkd6.jpg</image><title>Inflasi (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMS80LzE2Nzk4Mi81L3g4bWZ0bjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tingkat pengangguran di Inggris kembali naik ke empat persen dalam tiga bulan ke penghujung Mei. Hal ini menurut data resmi yang dirilis hari Selasa (11/7/2023), ketika perekonomian negara itu bergumul dengan inflasi yang sangat tinggi.
Dikutip VOA Indonesia, Rabu (12/7/2023) angka itu naik dari 3,8% dalam tiga bulan ke penghujung April lalu, kata Kantor Statistik Nasional (ONS) dalam sebuah pernyataan, mematahkan harapan karena tidak terjadi perubahan ke arah yang lebih baik.

BACA JUGA:
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Optimisme Jelang Laporan Inflasi AS

Angka itu kembali ke level empat persen untuk pertama kalinya sejak awal 2022.
Meskipun meningkat, Menteri Keuangan Inggris Jeremy Hunt mengatakan, pasar tenaga kerja Inggris kuat dengan tingkat pengangguran yang rendah jika didasarkan pada sejarah.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Pamer Ekonomi RI Kuat dan Stabil di Rapat Paripurna DPR&amp;nbsp; &amp;nbsp;

ONS menambahkan, pemberian upah tanpa bonus meningkat hingga mencapai rekor.&amp;ldquo;Namun, karena inflasi yang tinggi, nilai riil pendapatan mingguan masih menurun, meski sekarang (penurunan itu) berada pada laju paling lambat sejak akhir 2021,&amp;rdquo; kata Darren Morgan, direktur statistic ekonomi di ONS.
Pada hari Senin (10/7/2023), Hunt berkukuh bahwa tidak akan ada pertumbuhan yang berkelanjutan tanpa menghilangkan inflasi yang menghalangi investasi dan mengikis kepercayaan konsumen.
Inflasi tahunan Inggris telah mereda dalam beberapa bulan terakhir, tetapi tetap mendekati angka sembilan persen.
Tingkat inflasi itu masih tertahan jauh di atas target dua persen yang ditetapkan Bank of England, memicu banyak kenaikan suku bunga dari bank sentral sejak akhir 2021.
&amp;ldquo;Inflasi Inggris telah berjalan jauh lebih panas dari yang diharapkan para pembuat kebijakan, dan tekanan harga akan sulit reda dalam waktu dekat, selama penghasilan terus tumbuh dalam kecepatan tinggi saat ini,&amp;rdquo; kata Matthew Ryan, kepala strategi pasar di Ebury.
ONS menambahkan bahwa gaji rutin rata-rata tidak termasuk bonus 7,3% lebih tinggi dalam tiga bulan menuju Mei dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara gubernur Bank of England Andrew Bailey dan Hunt mendesak pembatasan upah, ribuan pekerja sektor publik dan swasta terus melakukan pemogokan untuk mendorong kenaikan upah yang mengikuti kenaikan harga konsumen.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMS80LzE2Nzk4Mi81L3g4bWZ0bjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tingkat pengangguran di Inggris kembali naik ke empat persen dalam tiga bulan ke penghujung Mei. Hal ini menurut data resmi yang dirilis hari Selasa (11/7/2023), ketika perekonomian negara itu bergumul dengan inflasi yang sangat tinggi.
Dikutip VOA Indonesia, Rabu (12/7/2023) angka itu naik dari 3,8% dalam tiga bulan ke penghujung April lalu, kata Kantor Statistik Nasional (ONS) dalam sebuah pernyataan, mematahkan harapan karena tidak terjadi perubahan ke arah yang lebih baik.

BACA JUGA:
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Optimisme Jelang Laporan Inflasi AS

Angka itu kembali ke level empat persen untuk pertama kalinya sejak awal 2022.
Meskipun meningkat, Menteri Keuangan Inggris Jeremy Hunt mengatakan, pasar tenaga kerja Inggris kuat dengan tingkat pengangguran yang rendah jika didasarkan pada sejarah.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Pamer Ekonomi RI Kuat dan Stabil di Rapat Paripurna DPR&amp;nbsp; &amp;nbsp;

ONS menambahkan, pemberian upah tanpa bonus meningkat hingga mencapai rekor.&amp;ldquo;Namun, karena inflasi yang tinggi, nilai riil pendapatan mingguan masih menurun, meski sekarang (penurunan itu) berada pada laju paling lambat sejak akhir 2021,&amp;rdquo; kata Darren Morgan, direktur statistic ekonomi di ONS.
Pada hari Senin (10/7/2023), Hunt berkukuh bahwa tidak akan ada pertumbuhan yang berkelanjutan tanpa menghilangkan inflasi yang menghalangi investasi dan mengikis kepercayaan konsumen.
Inflasi tahunan Inggris telah mereda dalam beberapa bulan terakhir, tetapi tetap mendekati angka sembilan persen.
Tingkat inflasi itu masih tertahan jauh di atas target dua persen yang ditetapkan Bank of England, memicu banyak kenaikan suku bunga dari bank sentral sejak akhir 2021.
&amp;ldquo;Inflasi Inggris telah berjalan jauh lebih panas dari yang diharapkan para pembuat kebijakan, dan tekanan harga akan sulit reda dalam waktu dekat, selama penghasilan terus tumbuh dalam kecepatan tinggi saat ini,&amp;rdquo; kata Matthew Ryan, kepala strategi pasar di Ebury.
ONS menambahkan bahwa gaji rutin rata-rata tidak termasuk bonus 7,3% lebih tinggi dalam tiga bulan menuju Mei dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara gubernur Bank of England Andrew Bailey dan Hunt mendesak pembatasan upah, ribuan pekerja sektor publik dan swasta terus melakukan pemogokan untuk mendorong kenaikan upah yang mengikuti kenaikan harga konsumen.</content:encoded></item></channel></rss>
