<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lahan Food Estate di Papua Bakal Diperluas Jadi 2.500 Hektare pada 2024</title><description>Pemerintah bakal memperluas lahan food estate di Kabupaten Keerom, Papua, menjadi 2.500 hektare (ha).
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/320/2845374/lahan-food-estate-di-papua-bakal-diperluas-jadi-2-500-hektare-pada-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/320/2845374/lahan-food-estate-di-papua-bakal-diperluas-jadi-2-500-hektare-pada-2024"/><item><title>Lahan Food Estate di Papua Bakal Diperluas Jadi 2.500 Hektare pada 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/320/2845374/lahan-food-estate-di-papua-bakal-diperluas-jadi-2-500-hektare-pada-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/320/2845374/lahan-food-estate-di-papua-bakal-diperluas-jadi-2-500-hektare-pada-2024</guid><pubDate>Rabu 12 Juli 2023 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/12/320/2845374/lahan-food-estate-di-papua-bakal-diperluas-jadi-2-500-hektare-pada-2024-RqpQ5ebvVb.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi tinjau food estate Papua. (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/12/320/2845374/lahan-food-estate-di-papua-bakal-diperluas-jadi-2-500-hektare-pada-2024-RqpQ5ebvVb.JPG</image><title>Presiden Jokowi tinjau food estate Papua. (Foto: Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMS8xLzE2Nzk4OS81L3g4bWZ3d2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah bakal memperluas lahan food estate di Kabupaten Keerom, Papua, menjadi 2.500 hektare (ha). Perluasan lahan siap tanam tersebut mulai dilakukan pada 2024.

Baru 500 hektare lahan yang sudah dibersihkan (land clearing) dari total 10.000 hektare lahan yang dikembangkan di Keerom tahun ini.

BACA JUGA:
Cek Ladang Jagung di Food Estate Keerom Papua, Jokowi: Sudah Bagus dan Gede-Gede

Pada tahun depan, ditargetkan pembersihan lahan ditambah menjadi 2.500 ha.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan, perluasan lahan Food Estate di Papua dilakukan secara bertahap.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kunjungan ke Papua, Jokowi Dijadwalkan Resmikan PYCH hingga Tinjau Food Estate

Namun, pada tahun ini otoritas masih fokus melakukan land clearing 10.000 ha lahan.

&quot;Belum (tahun ini), sementara lahan yang disiapkan untuk jagung 10.000 hektare, tapi kemarin land clearing siap untuk tanam itu 500 hektare dan akan berkembang secara bertahap menuju 2.500 hektare,&quot; ujar Moeldoko saat ditemui wartawan, Jakarta, Rabu (12/7/2023).

Kementerian PUPR melalui Ditjen SDA mendapatkan tugas untuk membuka lahan eks kebun sawit tersebut dan membangun saluran drainase.



Saluran drainase ini berfungsi untuk untuk mengalirkan air dari tanah yang telah jenuh kandungan air karena sebelumnya ditanami sawit.



Di lain sisi, Moeldoko menyebut struktur tanah di Keerom sangat baik. Pasalnya, hasil penanaman awal komoditas jagung bisa menghasilkan di atas 5 ton.



Dia optimis komoditas yang dihasilkan di Food Estate paling Timur Indonesia itu makin maksimal kedepannya.



&quot;Untuk Keerom kemarin sangat bagus, baru nanam awal saja hasilnya sudah diatas 5 ton, tapi dibanding Jawa, di kampung saya itu sudah 12 ton, tapi itu kan berproses panjang nah ini perlu waktu saya kira dalam panen kelima hasilnya sudah sangat bagus,&quot; katanya.



&quot;Untuk sementara memang saya lihat tanahnya jagung ya tapi nanti saat musim hujan punya pengairan yang bagus masih cocok untuk tanaman padi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMS8xLzE2Nzk4OS81L3g4bWZ3d2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah bakal memperluas lahan food estate di Kabupaten Keerom, Papua, menjadi 2.500 hektare (ha). Perluasan lahan siap tanam tersebut mulai dilakukan pada 2024.

Baru 500 hektare lahan yang sudah dibersihkan (land clearing) dari total 10.000 hektare lahan yang dikembangkan di Keerom tahun ini.

BACA JUGA:
Cek Ladang Jagung di Food Estate Keerom Papua, Jokowi: Sudah Bagus dan Gede-Gede

Pada tahun depan, ditargetkan pembersihan lahan ditambah menjadi 2.500 ha.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan, perluasan lahan Food Estate di Papua dilakukan secara bertahap.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kunjungan ke Papua, Jokowi Dijadwalkan Resmikan PYCH hingga Tinjau Food Estate

Namun, pada tahun ini otoritas masih fokus melakukan land clearing 10.000 ha lahan.

&quot;Belum (tahun ini), sementara lahan yang disiapkan untuk jagung 10.000 hektare, tapi kemarin land clearing siap untuk tanam itu 500 hektare dan akan berkembang secara bertahap menuju 2.500 hektare,&quot; ujar Moeldoko saat ditemui wartawan, Jakarta, Rabu (12/7/2023).

Kementerian PUPR melalui Ditjen SDA mendapatkan tugas untuk membuka lahan eks kebun sawit tersebut dan membangun saluran drainase.



Saluran drainase ini berfungsi untuk untuk mengalirkan air dari tanah yang telah jenuh kandungan air karena sebelumnya ditanami sawit.



Di lain sisi, Moeldoko menyebut struktur tanah di Keerom sangat baik. Pasalnya, hasil penanaman awal komoditas jagung bisa menghasilkan di atas 5 ton.



Dia optimis komoditas yang dihasilkan di Food Estate paling Timur Indonesia itu makin maksimal kedepannya.



&quot;Untuk Keerom kemarin sangat bagus, baru nanam awal saja hasilnya sudah diatas 5 ton, tapi dibanding Jawa, di kampung saya itu sudah 12 ton, tapi itu kan berproses panjang nah ini perlu waktu saya kira dalam panen kelima hasilnya sudah sangat bagus,&quot; katanya.



&quot;Untuk sementara memang saya lihat tanahnya jagung ya tapi nanti saat musim hujan punya pengairan yang bagus masih cocok untuk tanaman padi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
