<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Moeldoko Bantah Food Estate Proyek Gagal</title><description>Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah anggapan program Food Estate gagal</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/320/2845395/moeldoko-bantah-food-estate-proyek-gagal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/320/2845395/moeldoko-bantah-food-estate-proyek-gagal"/><item><title>Moeldoko Bantah Food Estate Proyek Gagal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/320/2845395/moeldoko-bantah-food-estate-proyek-gagal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/320/2845395/moeldoko-bantah-food-estate-proyek-gagal</guid><pubDate>Rabu 12 Juli 2023 18:49 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/12/320/2845395/moeldoko-bantah-food-estate-proyek-gagal-wB8cpkwmaf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kata KSP Soal Food Estate Gagal. (Foto: Okezone.com/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/12/320/2845395/moeldoko-bantah-food-estate-proyek-gagal-wB8cpkwmaf.jpg</image><title>Kata KSP Soal Food Estate Gagal. (Foto: Okezone.com/Antara)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah anggapan program Food Estate gagal. Menurutnya program ini membutuhkan waktu dan penanganan (treatment) khusus untuk menghasilkan produk pangan yang baik.
Di mana untuk memperoleh hasil yang signifikan, Food Estate membutuhkan waktu minimal enam hingga tujuh kali musim panen.

BACA JUGA:
Lahan Food Estate di Papua Bakal Diperluas Jadi 2.500 Hektare pada 2024

&quot;Persoalan gagal tidak bisa langsung di judgement dalam tempo yang dekat ya,&quot; ujar Moeldoko saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/7/2023).
Food Estate harus melewati treatment khusus lantaran struktur tanah di sejumlah daerah berada di lahan rawa. Dia mengatakan harus ada penangan seperti asam air agar sesuai dengan kebutuhan komoditas yang ditanam.
&quot;Treatment awal asam (air) masih tinggi, kita treatment lagi,&quot; ucap dia.

BACA JUGA:
Tinjau Food Estate 45 Hektare di Papua, Jokowi Targetkan Produksi Jagung Tembus 7 Ton

Struktur tanah, lanjut Moeldoko, tidak serta-merta berfungsi sama atas komoditas taman yang berbeda. Karena itu dibutuhkan penanganan.
Dia mencontohkan, Food Estate di Kabupaten Keerom, Papua, di mana lahan tersebut dulunya adalah kebun kelapa sawit yang diubah menjadi lahan jagung.&quot;Tanah itu (Keerom) awalnya dari tanaman sawit berubah jadi jagung tidak serta merta berfungsi sama, mesti ada treatment,&quot; tuturnya.
Moeldoko menyebut struktur tanah di Keerom sangat baik. Lantaran, hasil tanam awal komoditas jagung bisa menghasilkan di atas 5 ton. Dia optimis komoditas yang dihasilkan di Food Estate paling Timur Indonesia itu makin maksimal kedepannya.
&quot;Makanya hasilnya baru sekian ton. Nanti pada tanaman kelima saya yakin bisa 9 ton, 11 ton, jadi jangan langsung dibilang gagal, apalagi Food Estate perlu treatment khusus,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah anggapan program Food Estate gagal. Menurutnya program ini membutuhkan waktu dan penanganan (treatment) khusus untuk menghasilkan produk pangan yang baik.
Di mana untuk memperoleh hasil yang signifikan, Food Estate membutuhkan waktu minimal enam hingga tujuh kali musim panen.

BACA JUGA:
Lahan Food Estate di Papua Bakal Diperluas Jadi 2.500 Hektare pada 2024

&quot;Persoalan gagal tidak bisa langsung di judgement dalam tempo yang dekat ya,&quot; ujar Moeldoko saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/7/2023).
Food Estate harus melewati treatment khusus lantaran struktur tanah di sejumlah daerah berada di lahan rawa. Dia mengatakan harus ada penangan seperti asam air agar sesuai dengan kebutuhan komoditas yang ditanam.
&quot;Treatment awal asam (air) masih tinggi, kita treatment lagi,&quot; ucap dia.

BACA JUGA:
Tinjau Food Estate 45 Hektare di Papua, Jokowi Targetkan Produksi Jagung Tembus 7 Ton

Struktur tanah, lanjut Moeldoko, tidak serta-merta berfungsi sama atas komoditas taman yang berbeda. Karena itu dibutuhkan penanganan.
Dia mencontohkan, Food Estate di Kabupaten Keerom, Papua, di mana lahan tersebut dulunya adalah kebun kelapa sawit yang diubah menjadi lahan jagung.&quot;Tanah itu (Keerom) awalnya dari tanaman sawit berubah jadi jagung tidak serta merta berfungsi sama, mesti ada treatment,&quot; tuturnya.
Moeldoko menyebut struktur tanah di Keerom sangat baik. Lantaran, hasil tanam awal komoditas jagung bisa menghasilkan di atas 5 ton. Dia optimis komoditas yang dihasilkan di Food Estate paling Timur Indonesia itu makin maksimal kedepannya.
&quot;Makanya hasilnya baru sekian ton. Nanti pada tanaman kelima saya yakin bisa 9 ton, 11 ton, jadi jangan langsung dibilang gagal, apalagi Food Estate perlu treatment khusus,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
