<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Warga Tinggal di Rusun tapi Punya Kapal hingga Mobil   </title><description>Warga yang memiliki kapal bisa tinggal di rumah susun sewa (rusunawa) Muara Angke, Jakarta Utara</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/470/2845364/ada-warga-tinggal-di-rusun-tapi-punya-kapal-hingga-mobil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/470/2845364/ada-warga-tinggal-di-rusun-tapi-punya-kapal-hingga-mobil"/><item><title>Ada Warga Tinggal di Rusun tapi Punya Kapal hingga Mobil   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/470/2845364/ada-warga-tinggal-di-rusun-tapi-punya-kapal-hingga-mobil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/12/470/2845364/ada-warga-tinggal-di-rusun-tapi-punya-kapal-hingga-mobil</guid><pubDate>Rabu 12 Juli 2023 17:50 WIB</pubDate><dc:creator>Sri Kurnia Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/12/470/2845364/ada-warga-tinggal-di-rusun-tapi-punya-kapal-hingga-mobil-DOZHS6383t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Tinggal di Rusun tapi Punya Kapal. (Foto: Okezone.com/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/12/470/2845364/ada-warga-tinggal-di-rusun-tapi-punya-kapal-hingga-mobil-DOZHS6383t.jpg</image><title>Warga Tinggal di Rusun tapi Punya Kapal. (Foto: Okezone.com/Antara)</title></images><description>JAKARTA - Warga yang memiliki kapal bisa tinggal di rumah susun sewa (rusunawa) Muara Angke, Jakarta Utara. Izin tersebut diberikan karena tercatat berprofesi sebagai nelayan.
&quot;Warga seperti ini ada yang tinggal di Rusun Muara Angke yang sebagian besar memang bermata pencaharian sebagai nelayan,&quot; ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Retno Sulistyaningrum, di Jakarta, Rabu (12/7/2023).

BACA JUGA:
1.879 Unit Rusun Akan Dibangun, Segini Harganya

Retno menyebut, kapal kecil yang parkir di sekitar rusunawa itu tidak menggangu mobilitas warga sekitar, sehingga pihaknya tidak bisa melarang keberadaan kapal-kapal itu.
&quot;Warga terprogram yang memiliki kapal kecil dikarenakan berprofesi sebagai nelayan, hal ini tidak dapat dilakukan pelarangan karena keberadaan parkir kapal tersebut tidak mengganggu aktivitas atau mobilitas penghuni rsunawa lainnya,&quot; jelas Retno.
Lalu, bagi warga terprogram namun tidak ber-KTP DKI Jakarta, kata Retno akan dipulangkan ke daerah asal.

BACA JUGA:
Pemkot Jakbar Segera Pindahkan Warga Kolong Tol Angke ke Rusun

Sedangkan warga terprogram yang memiliki mobil, tidak diperkenankan memarkirkan kendaraannya di area rusunawa karena area keterbatasan lahan dan terdapat rambu larangan parkir kendaraan roda empat.
Adapun warga yang memiliki truk, harus memiliki surat keterangan dari kelurahan, dan tetap dilarang parkir di area rusunawa.
&quot;Warga terprogram yang sebelum ditertibkan telah memiliki truk sebagai mata pencaharian, harus ada surat keterangan dari lurah tempat domisili awalnya dan tetap diberlakukan larangan parkir di area lahan rusunawa,&quot; ucap Retno.Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa menindak penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang kedapatan memiliki mobil serta berstatus ekonomi menengah ke atas.
&quot;Saya bisa menugaskan teman-teman Kepala Unit Pelaksana Rumah Susun (UPRS) untuk melihat dan mengamati. Kalau terbukti memiliki kendaraan wajib untuk melepas (unitnya),&quot; kata Retno Sulistiyaningrum.
Hal ini untuk menanggapi pernyataan anggota DPRD yang menyebut Ketua RW Rusunawa Penjaringan berstatus ekonomi menengah ke atas.</description><content:encoded>JAKARTA - Warga yang memiliki kapal bisa tinggal di rumah susun sewa (rusunawa) Muara Angke, Jakarta Utara. Izin tersebut diberikan karena tercatat berprofesi sebagai nelayan.
&quot;Warga seperti ini ada yang tinggal di Rusun Muara Angke yang sebagian besar memang bermata pencaharian sebagai nelayan,&quot; ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Retno Sulistyaningrum, di Jakarta, Rabu (12/7/2023).

BACA JUGA:
1.879 Unit Rusun Akan Dibangun, Segini Harganya

Retno menyebut, kapal kecil yang parkir di sekitar rusunawa itu tidak menggangu mobilitas warga sekitar, sehingga pihaknya tidak bisa melarang keberadaan kapal-kapal itu.
&quot;Warga terprogram yang memiliki kapal kecil dikarenakan berprofesi sebagai nelayan, hal ini tidak dapat dilakukan pelarangan karena keberadaan parkir kapal tersebut tidak mengganggu aktivitas atau mobilitas penghuni rsunawa lainnya,&quot; jelas Retno.
Lalu, bagi warga terprogram namun tidak ber-KTP DKI Jakarta, kata Retno akan dipulangkan ke daerah asal.

BACA JUGA:
Pemkot Jakbar Segera Pindahkan Warga Kolong Tol Angke ke Rusun

Sedangkan warga terprogram yang memiliki mobil, tidak diperkenankan memarkirkan kendaraannya di area rusunawa karena area keterbatasan lahan dan terdapat rambu larangan parkir kendaraan roda empat.
Adapun warga yang memiliki truk, harus memiliki surat keterangan dari kelurahan, dan tetap dilarang parkir di area rusunawa.
&quot;Warga terprogram yang sebelum ditertibkan telah memiliki truk sebagai mata pencaharian, harus ada surat keterangan dari lurah tempat domisili awalnya dan tetap diberlakukan larangan parkir di area lahan rusunawa,&quot; ucap Retno.Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa menindak penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang kedapatan memiliki mobil serta berstatus ekonomi menengah ke atas.
&quot;Saya bisa menugaskan teman-teman Kepala Unit Pelaksana Rumah Susun (UPRS) untuk melihat dan mengamati. Kalau terbukti memiliki kendaraan wajib untuk melepas (unitnya),&quot; kata Retno Sulistiyaningrum.
Hal ini untuk menanggapi pernyataan anggota DPRD yang menyebut Ketua RW Rusunawa Penjaringan berstatus ekonomi menengah ke atas.</content:encoded></item></channel></rss>
