<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Kaget, 27% Pekerjaan Bisa Digantikan dengan Robot AI</title><description>Lebih dari 25% diprediksi yang dipegang oleh pekerja yang tinggal di negara-negara terkaya di dunia bisa diambil artificial intelligence.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845579/jangan-kaget-27-pekerjaan-bisa-digantikan-dengan-robot-ai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845579/jangan-kaget-27-pekerjaan-bisa-digantikan-dengan-robot-ai"/><item><title>Jangan Kaget, 27% Pekerjaan Bisa Digantikan dengan Robot AI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845579/jangan-kaget-27-pekerjaan-bisa-digantikan-dengan-robot-ai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845579/jangan-kaget-27-pekerjaan-bisa-digantikan-dengan-robot-ai</guid><pubDate>Kamis 13 Juli 2023 08:16 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/13/320/2845579/jangan-kaget-27-pekerjaan-bisa-digantikan-dengan-robot-ai-rEuoQjE4lX.PNG" expression="full" type="image/jpeg">Pekerjaan Robot (Foto: VOA Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/13/320/2845579/jangan-kaget-27-pekerjaan-bisa-digantikan-dengan-robot-ai-rEuoQjE4lX.PNG</image><title>Pekerjaan Robot (Foto: VOA Indonesia)</title></images><description>


JAKARTA - Lebih dari 25% diprediksi yang dipegang oleh pekerja yang tinggal di negara-negara terkaya di dunia bisa diambil alih oleh artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang semakin mirip manusia. Ini tertuang dalam laporan baru yang dirilis Selasa oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Organisasi itu melakukan survei terhadap 38 negara anggotanya &amp;ndash; yang mencakup negara-negara kaya seperti Amerika Serikat dan Prancis serta ekonomi berkembang seperti Estonia dan Meksiko. Didapati bahwa 27% angkatan kerja memiliki pekerjaan yang dapat dengan mudah diotomatisasi.

BACA JUGA:
Ada Satgas Awasi Pajak Orang Kaya? Ini Penjelasan DJP

Survei juga mendapati bahwa para pekerja khawatir akan kehilangan mata pencarian karena AI.
OECD mengatakan sejauh ini hanya ada sedikit bukti bahwa ini sedang terjadi, tetapi mungkin karena pengembangan AI masih dalam tahap awal.

BACA JUGA:
4 Fakta Harta Orang Kaya Jepang Naik, Pewaris 7-Eleven Masuk dalam Daftar

Survei juga dilakukan sebelum ledakan kemunculan AI generatif Seperti ChatGPT.Negara-negara yang paling terpapar berada di Eropa Timur termasuk Polandia, Republik Ceko dan Slovakia, dan Hongaria di mana lebih dari sepertiga pekerjaan bisa diotomatisasi dengan mudah.
Terlepas dari kecemasan atas munculnya AI, dua pertiga pekerja yang sudah memanfaatkan AI mengatakan bahwa otomatisasi telah membuat pekerjaan mereka tidak terlalu berbahaya atau melelahkan.
OECD mengatakan terpulang pada pembuat kebijakan untuk membantu pekerja bersiap akan perubahan itu dan memanfaatkan peluang yang akan dihadirkan AI.</description><content:encoded>


JAKARTA - Lebih dari 25% diprediksi yang dipegang oleh pekerja yang tinggal di negara-negara terkaya di dunia bisa diambil alih oleh artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang semakin mirip manusia. Ini tertuang dalam laporan baru yang dirilis Selasa oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Organisasi itu melakukan survei terhadap 38 negara anggotanya &amp;ndash; yang mencakup negara-negara kaya seperti Amerika Serikat dan Prancis serta ekonomi berkembang seperti Estonia dan Meksiko. Didapati bahwa 27% angkatan kerja memiliki pekerjaan yang dapat dengan mudah diotomatisasi.

BACA JUGA:
Ada Satgas Awasi Pajak Orang Kaya? Ini Penjelasan DJP

Survei juga mendapati bahwa para pekerja khawatir akan kehilangan mata pencarian karena AI.
OECD mengatakan sejauh ini hanya ada sedikit bukti bahwa ini sedang terjadi, tetapi mungkin karena pengembangan AI masih dalam tahap awal.

BACA JUGA:
4 Fakta Harta Orang Kaya Jepang Naik, Pewaris 7-Eleven Masuk dalam Daftar

Survei juga dilakukan sebelum ledakan kemunculan AI generatif Seperti ChatGPT.Negara-negara yang paling terpapar berada di Eropa Timur termasuk Polandia, Republik Ceko dan Slovakia, dan Hongaria di mana lebih dari sepertiga pekerjaan bisa diotomatisasi dengan mudah.
Terlepas dari kecemasan atas munculnya AI, dua pertiga pekerja yang sudah memanfaatkan AI mengatakan bahwa otomatisasi telah membuat pekerjaan mereka tidak terlalu berbahaya atau melelahkan.
OECD mengatakan terpulang pada pembuat kebijakan untuk membantu pekerja bersiap akan perubahan itu dan memanfaatkan peluang yang akan dihadirkan AI.</content:encoded></item></channel></rss>
