<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Startup Mobil Listrik China Byton Ajukan Kebangkrutan</title><description>Startup kendaraan listrik asal China, Byton mengajukan kepailitan di negara asalnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845683/startup-mobil-listrik-china-byton-ajukan-kebangkrutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845683/startup-mobil-listrik-china-byton-ajukan-kebangkrutan"/><item><title>Startup Mobil Listrik China Byton Ajukan Kebangkrutan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845683/startup-mobil-listrik-china-byton-ajukan-kebangkrutan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845683/startup-mobil-listrik-china-byton-ajukan-kebangkrutan</guid><pubDate>Kamis 13 Juli 2023 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/13/320/2845683/startup-mobil-listrik-china-byton-ajukan-kebangkrutan-qAODWd3ccX.png" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kendaraan Listrik (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/13/320/2845683/startup-mobil-listrik-china-byton-ajukan-kebangkrutan-qAODWd3ccX.png</image><title>Ilustrasi Kendaraan Listrik (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Startup kendaraan listrik asal China, Byton mengajukan kepailitan di negara asalnya. Demikian seperti laporan Pandaily.

Byton merupakan startup yang telah memproduksi kendaraan listrik sejak 2019.

BACA JUGA:Penjualan Tesla Meroket di Kuartal II-2023, Mobil Listrik Ini Paling Laris Manis&amp;nbsp;


Dua perusahaan terkait Byton seperti Nanjing Zhixing New Energy Vehicle Technology Development Co., Ltd dan Nanjing Zhixing Electric Vehicle Co., Ltd mengajukan kasus kebangkrutan mereka bulan lalu. Hal ini menghancurkan harapan satu-satunya kendaraan perusahaan SUV M-Byte yang pernah mencapai status produksi massal.

Masalah perusahaan dimulai pada 2019, tahun yang sama ketika SUV listrik pertama terungkap sebagai produk jadi di Frankfurt Motor Show di Jerman.

BACA JUGA:PNS di Jakarta Bakal Pakai Mobil Listrik Dinas&amp;nbsp;


Saat itu, putaran pendanaan yang dipimpin oleh grup mobil China FAW gagal dan diikuti dengan perubahan manajemen serta beberapa bulan kemudian Foxconn menghentikan investasinya. Masalah lainnya, unit investasi pemerintah Nanjing juga segera menarik pendanaannya.

Selanjutnya, pada 2021, unit bisnis utamanya, Pengembangan Teknologi Kendaraan Energi Baru Nanjing Zhixing dipaksa ke pengadilan oleh kreditur untuk memulai prosedur kebangkrutan.



Proses Pra-produksi M-Byte dimulai pada Oktober 2019 di fasilitas manufaktur baru perusahaan di Nanjing, China dengan perusahaan dilaporkan menerima lebih dari 50.000 pemesanan untuk kendaraan tanpa emisi tersebut.



Namun, masalah keuangan dan kelangkaan yang disebabkan pandemi Covid-19 mendorong perusahaan untuk menghentikan produksi segera setelah itu dan kemudian memulai kembali pada April 2021.

</description><content:encoded>JAKARTA - Startup kendaraan listrik asal China, Byton mengajukan kepailitan di negara asalnya. Demikian seperti laporan Pandaily.

Byton merupakan startup yang telah memproduksi kendaraan listrik sejak 2019.

BACA JUGA:Penjualan Tesla Meroket di Kuartal II-2023, Mobil Listrik Ini Paling Laris Manis&amp;nbsp;


Dua perusahaan terkait Byton seperti Nanjing Zhixing New Energy Vehicle Technology Development Co., Ltd dan Nanjing Zhixing Electric Vehicle Co., Ltd mengajukan kasus kebangkrutan mereka bulan lalu. Hal ini menghancurkan harapan satu-satunya kendaraan perusahaan SUV M-Byte yang pernah mencapai status produksi massal.

Masalah perusahaan dimulai pada 2019, tahun yang sama ketika SUV listrik pertama terungkap sebagai produk jadi di Frankfurt Motor Show di Jerman.

BACA JUGA:PNS di Jakarta Bakal Pakai Mobil Listrik Dinas&amp;nbsp;


Saat itu, putaran pendanaan yang dipimpin oleh grup mobil China FAW gagal dan diikuti dengan perubahan manajemen serta beberapa bulan kemudian Foxconn menghentikan investasinya. Masalah lainnya, unit investasi pemerintah Nanjing juga segera menarik pendanaannya.

Selanjutnya, pada 2021, unit bisnis utamanya, Pengembangan Teknologi Kendaraan Energi Baru Nanjing Zhixing dipaksa ke pengadilan oleh kreditur untuk memulai prosedur kebangkrutan.



Proses Pra-produksi M-Byte dimulai pada Oktober 2019 di fasilitas manufaktur baru perusahaan di Nanjing, China dengan perusahaan dilaporkan menerima lebih dari 50.000 pemesanan untuk kendaraan tanpa emisi tersebut.



Namun, masalah keuangan dan kelangkaan yang disebabkan pandemi Covid-19 mendorong perusahaan untuk menghentikan produksi segera setelah itu dan kemudian memulai kembali pada April 2021.

</content:encoded></item></channel></rss>
