<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Top! BUMN Indonesia Bangun Proyek Kereta Api di Filipina Rp9 Triliun</title><description>BUMN Indonesia membangun proyek kereta api di Filipina dengan nilai kontrak Rp9 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845771/top-bumn-indonesia-bangun-proyek-kereta-api-di-filipina-rp9-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845771/top-bumn-indonesia-bangun-proyek-kereta-api-di-filipina-rp9-triliun"/><item><title>Top! BUMN Indonesia Bangun Proyek Kereta Api di Filipina Rp9 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845771/top-bumn-indonesia-bangun-proyek-kereta-api-di-filipina-rp9-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845771/top-bumn-indonesia-bangun-proyek-kereta-api-di-filipina-rp9-triliun</guid><pubDate>Kamis 13 Juli 2023 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Azahra Kaulika Irawansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/13/320/2845771/top-bumn-indonesia-bangun-proyek-kereta-api-di-filipina-rp9-triliun-pOuCzI2a3k.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BUMN bangun infrastruktur kereta api di Filipina (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/13/320/2845771/top-bumn-indonesia-bangun-proyek-kereta-api-di-filipina-rp9-triliun-pOuCzI2a3k.jpeg</image><title>BUMN bangun infrastruktur kereta api di Filipina (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; BUMN Indonesia membangun proyek kereta api di Filipina dengan nilai kontrak Rp9 triliun.
&quot;Indonesia selalu siap berbagi pengalaman dan kapasitas dalam pembangunan infrastruktur di Filipina&quot;, kata Duta Besar RI untuk Filipina Agus Widjojo dilansir dari Antara, Kamis (13/7/2023).

BACA JUGA:
8 Tips Sukses Tes Online Tahap 2 Rekrutmen Bersama BUMN


Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr menyaksikan penandatangan kontrak pembangunan infrastruktur transportasi North-South Commuter Railway Project (NSCR) dari Departemen Transportasi Filipina di Istana Malacanang, Manila pada Kamis.
&quot;Penandatanganan tersebut merupakan realisasi komitmen Pemerintah Filipina untuk membangun sistem transportasi publik yang inklusif dan efisien, di mana diperkirakan akan ada 800.000 komuter sampai 2029,&quot; kata Marcos.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Angkat Sosok Ini Jadi Komisaris di BUMN Kemenkeu


Penandatangan itu dilakukan oleh General Manager Railway Department PT Adhi Karya (Persero) Tbk Isman Widodo dan Senior Vice President of Infrastructure Division PT PP (Persero) Tbk Pande Ketut Gede Karmawan serta disaksikan Direktur Utama PT Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson dan Direktur Utama PT PP Novel Arsyad.
Hadir pula Menteri Perhubungan Filipina Jaime J.Bautista, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Filipina Cesar B.Chavez, General Manager of Philippines National Railways Jeremy S. Regino, Duta Besar Jepang dan Australia serta Presiden Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa dan Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy8zNC8xNjc4NjAvNS94OG1jMHVw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Marcos juga menyampaikan penghargaan kepada PT Adhi Karya Persero dan  PT PP yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Filipina dalam  pembangunan infrastruktur kereta api.
Kedua BUMN Indonesia ini dianggap sebagai mitra yang tepat karena  pengalaman dan keahliannya di bidang konstruksi dan proyek NSCR  diperkirakan akan menciptakan 3.000 lapangan pekerjaan bagi masyarakat  Filipina.
Joint venture dua BUMN Indonesia, yaitu PT Adhi Karya dan PT PP mendapat dua kontrak proyek Filipina.
Proyek pertama yakni CP S-01 untuk pengerjaan Blumentrit Extension  1,2 km viaduct (jembatan rel di atas jalan umum). Lingkup pekerjaannya  meliputi satu stasiun elevated di Blumentrit dan lima jembatan. Pemenang  proyek senilai 11,67 miliar peso (sekitar Rp3,2 triliun) itu diumumkan  pada 17 Februari.
Proyek kedua adalah CP S-03C untuk pengerjaan 5,8 km viaduct, dengan  lingkup pekerjaan dua stasiun (Sucat dan Bicutan) dan tiga jembatan.  Pemenang proyek senilai 20,92 miliar peso (sekitar Rp5,7 triliun) itu  umumkan pada 26 Juni, sehingga secara keseluruhan bernilai hampir Rp9  triliun.
Dua kontrak tersebut merupakan bagian dari pembangunan 147 km NSCR  yang terbentang dari Clark, Pampanga ke Calamba, Laguna dan melintasi  National Capital Region (NCR) dan Metro Manila dan bertujuan untuk  mengurangi kemacetan di jalan utama di Metro Manila, serta memberikan  alternatif transportasi yang nyaman dan mendorong pertumbuhan ekonomi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; BUMN Indonesia membangun proyek kereta api di Filipina dengan nilai kontrak Rp9 triliun.
&quot;Indonesia selalu siap berbagi pengalaman dan kapasitas dalam pembangunan infrastruktur di Filipina&quot;, kata Duta Besar RI untuk Filipina Agus Widjojo dilansir dari Antara, Kamis (13/7/2023).

BACA JUGA:
8 Tips Sukses Tes Online Tahap 2 Rekrutmen Bersama BUMN


Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr menyaksikan penandatangan kontrak pembangunan infrastruktur transportasi North-South Commuter Railway Project (NSCR) dari Departemen Transportasi Filipina di Istana Malacanang, Manila pada Kamis.
&quot;Penandatanganan tersebut merupakan realisasi komitmen Pemerintah Filipina untuk membangun sistem transportasi publik yang inklusif dan efisien, di mana diperkirakan akan ada 800.000 komuter sampai 2029,&quot; kata Marcos.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Angkat Sosok Ini Jadi Komisaris di BUMN Kemenkeu


Penandatangan itu dilakukan oleh General Manager Railway Department PT Adhi Karya (Persero) Tbk Isman Widodo dan Senior Vice President of Infrastructure Division PT PP (Persero) Tbk Pande Ketut Gede Karmawan serta disaksikan Direktur Utama PT Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson dan Direktur Utama PT PP Novel Arsyad.
Hadir pula Menteri Perhubungan Filipina Jaime J.Bautista, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Filipina Cesar B.Chavez, General Manager of Philippines National Railways Jeremy S. Regino, Duta Besar Jepang dan Australia serta Presiden Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa dan Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy8zNC8xNjc4NjAvNS94OG1jMHVw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Marcos juga menyampaikan penghargaan kepada PT Adhi Karya Persero dan  PT PP yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Filipina dalam  pembangunan infrastruktur kereta api.
Kedua BUMN Indonesia ini dianggap sebagai mitra yang tepat karena  pengalaman dan keahliannya di bidang konstruksi dan proyek NSCR  diperkirakan akan menciptakan 3.000 lapangan pekerjaan bagi masyarakat  Filipina.
Joint venture dua BUMN Indonesia, yaitu PT Adhi Karya dan PT PP mendapat dua kontrak proyek Filipina.
Proyek pertama yakni CP S-01 untuk pengerjaan Blumentrit Extension  1,2 km viaduct (jembatan rel di atas jalan umum). Lingkup pekerjaannya  meliputi satu stasiun elevated di Blumentrit dan lima jembatan. Pemenang  proyek senilai 11,67 miliar peso (sekitar Rp3,2 triliun) itu diumumkan  pada 17 Februari.
Proyek kedua adalah CP S-03C untuk pengerjaan 5,8 km viaduct, dengan  lingkup pekerjaan dua stasiun (Sucat dan Bicutan) dan tiga jembatan.  Pemenang proyek senilai 20,92 miliar peso (sekitar Rp5,7 triliun) itu  umumkan pada 26 Juni, sehingga secara keseluruhan bernilai hampir Rp9  triliun.
Dua kontrak tersebut merupakan bagian dari pembangunan 147 km NSCR  yang terbentang dari Clark, Pampanga ke Calamba, Laguna dan melintasi  National Capital Region (NCR) dan Metro Manila dan bertujuan untuk  mengurangi kemacetan di jalan utama di Metro Manila, serta memberikan  alternatif transportasi yang nyaman dan mendorong pertumbuhan ekonomi.</content:encoded></item></channel></rss>
