<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut ke Kongo Antar Proposal Jokowi soal Pembentukan Aliansi Hutan Tropis hingga Blok Migas</title><description>Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Republik Demokratik Kongo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845785/luhut-ke-kongo-antar-proposal-jokowi-soal-pembentukan-aliansi-hutan-tropis-hingga-blok-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845785/luhut-ke-kongo-antar-proposal-jokowi-soal-pembentukan-aliansi-hutan-tropis-hingga-blok-migas"/><item><title>Luhut ke Kongo Antar Proposal Jokowi soal Pembentukan Aliansi Hutan Tropis hingga Blok Migas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845785/luhut-ke-kongo-antar-proposal-jokowi-soal-pembentukan-aliansi-hutan-tropis-hingga-blok-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/320/2845785/luhut-ke-kongo-antar-proposal-jokowi-soal-pembentukan-aliansi-hutan-tropis-hingga-blok-migas</guid><pubDate>Kamis 13 Juli 2023 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/13/320/2845785/luhut-ke-kongo-antar-proposal-jokowi-soal-pembentukan-aliansi-hutan-tropis-hingga-blok-migas-Yp8cx0EyaB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kunjungan kerja Menko Luhut ke Kongo (Foto: Kemenko Maritim)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/13/320/2845785/luhut-ke-kongo-antar-proposal-jokowi-soal-pembentukan-aliansi-hutan-tropis-hingga-blok-migas-Yp8cx0EyaB.jpg</image><title>Kunjungan kerja Menko Luhut ke Kongo (Foto: Kemenko Maritim)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Republik Demokratik Kongo. Kunjungan Luhut ke Kongo bertujuan memperkuat hubungan bilateral dan menjajaki potensi kerja sama kedua negara.
Dalam kunjungan yang berlangsung tanggal 11-12 Juli 2023 tersebut, Luhut melakukan pertemuan dengan Presiden Felix Tshisekedi dan para pemangku kepentingan utama untuk membahas berbagai isu penting mulai dari konservasi lingkungan hingga pembangunan ekonomi.

BACA JUGA:
Luhut Mau Stop Ekspor Gas, Begini Reaksi Pengusaha


&amp;ldquo;Kami menyampaikan proposal Presiden Jokowi untuk mendirikan kerja sama trilateral dalam bentuk aliansi hutan tropis dan karbon, yang melibatkan Brasil, DRC, dan Indonesia,&quot; kata Luhut dalam keterangan tertulis, Kamis (13/7/2023).
Luhut mengatakan aliansi yang direncanakan ini bertujuan untuk menggabungkan upaya dalam melindungi hutan tropis dan memerangi perubahan iklim, yang menunjukkan komitmen bersama dari negara-negara yang terlibat. Aliansi ini dijadwalkan akan ditandatangani pada tanggal 25 Agustus.

BACA JUGA:
Bertemu Presiden Afrika Selatan, Luhut Bahas Impor Sapi dan Kedelai


Selain itu, Luhut menekankan beberapa area fokus utama bagi Indonesia, termasuk industrialisasi, digitalisasi, dekarbonisasi, interkoneksi, distribusi ekonomi, dan pendidikan. Hal tersebut lantaran Indonesia dan DRC memiliki potensi besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
&quot;Kami berharap bahwa kerja sama antara kedua negara dapat saling menguntungkan dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di DRC dan negara-negara Afrika lainnya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Disisi lain, Pertamina, yang turut dalam kunjungan ini, juga menyampaikan minat untuk bekerja sama dengan DRC dalam mengeksplorasi dan mengembangkan potensi minyak dan gas yang belum tergarap di blok bersama dengan Angola.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wMy8xLzE2Nzc0OS81L3g4bTgwOGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dengan Angola telah memulai produksi di blok mereka, kerja sama ini  memberikan peluang bagi DRC untuk memanfaatkan sumber daya alamnya  sendiri dan berkontribusi pada pertumbuhan sektor energinya.
Di bidang kerja sama militer, Presiden Felix dengan terbuka menerima  tawaran Indonesia untuk melatih personel militer DRC. Kesepakatan ini  mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan kemampuan pemeliharaan  perdamaian dan menjaga keamanan regional.
Selanjutnya, Presiden Joko Widodo telah berjanji untuk mengirim satu  batalyon untuk memperkuat pasukan pemeliharaan perdamaian di DRC, yang  menunjukkan dedikasi Indonesia terhadap perdamaian dan keamanan  internasional.
Terakhir, Menko Luhut menekankan pentingnya kerja sama dalam bidang  tembaga antara DRC dan Indonesia. Dengan perkiraan peningkatan harga  tembaga yang signifikan, kedua negara menyadari nilai kerja sama dan  perlunya teknologi canggih untuk memanfaatkan peluang ini.
Menjajaki kemitraan dengan negara-negara lain untuk mengakses  teknologi terkini akan menjadi krusial dalam memaksimalkan manfaat  potensial bagi kedua negara.
&amp;ldquo;Indonesia dan DRC terus berkomitmen untuk pembangunan berkelanjutan,  pelestarian lingkungan, dan pertumbuhan bersama. Kami bekerja sama  menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang di masa depan untuk  sebesar-besarnya manfaat bagi rakyat kedua negara,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Republik Demokratik Kongo. Kunjungan Luhut ke Kongo bertujuan memperkuat hubungan bilateral dan menjajaki potensi kerja sama kedua negara.
Dalam kunjungan yang berlangsung tanggal 11-12 Juli 2023 tersebut, Luhut melakukan pertemuan dengan Presiden Felix Tshisekedi dan para pemangku kepentingan utama untuk membahas berbagai isu penting mulai dari konservasi lingkungan hingga pembangunan ekonomi.

BACA JUGA:
Luhut Mau Stop Ekspor Gas, Begini Reaksi Pengusaha


&amp;ldquo;Kami menyampaikan proposal Presiden Jokowi untuk mendirikan kerja sama trilateral dalam bentuk aliansi hutan tropis dan karbon, yang melibatkan Brasil, DRC, dan Indonesia,&quot; kata Luhut dalam keterangan tertulis, Kamis (13/7/2023).
Luhut mengatakan aliansi yang direncanakan ini bertujuan untuk menggabungkan upaya dalam melindungi hutan tropis dan memerangi perubahan iklim, yang menunjukkan komitmen bersama dari negara-negara yang terlibat. Aliansi ini dijadwalkan akan ditandatangani pada tanggal 25 Agustus.

BACA JUGA:
Bertemu Presiden Afrika Selatan, Luhut Bahas Impor Sapi dan Kedelai


Selain itu, Luhut menekankan beberapa area fokus utama bagi Indonesia, termasuk industrialisasi, digitalisasi, dekarbonisasi, interkoneksi, distribusi ekonomi, dan pendidikan. Hal tersebut lantaran Indonesia dan DRC memiliki potensi besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
&quot;Kami berharap bahwa kerja sama antara kedua negara dapat saling menguntungkan dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di DRC dan negara-negara Afrika lainnya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Disisi lain, Pertamina, yang turut dalam kunjungan ini, juga menyampaikan minat untuk bekerja sama dengan DRC dalam mengeksplorasi dan mengembangkan potensi minyak dan gas yang belum tergarap di blok bersama dengan Angola.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wMy8xLzE2Nzc0OS81L3g4bTgwOGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dengan Angola telah memulai produksi di blok mereka, kerja sama ini  memberikan peluang bagi DRC untuk memanfaatkan sumber daya alamnya  sendiri dan berkontribusi pada pertumbuhan sektor energinya.
Di bidang kerja sama militer, Presiden Felix dengan terbuka menerima  tawaran Indonesia untuk melatih personel militer DRC. Kesepakatan ini  mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan kemampuan pemeliharaan  perdamaian dan menjaga keamanan regional.
Selanjutnya, Presiden Joko Widodo telah berjanji untuk mengirim satu  batalyon untuk memperkuat pasukan pemeliharaan perdamaian di DRC, yang  menunjukkan dedikasi Indonesia terhadap perdamaian dan keamanan  internasional.
Terakhir, Menko Luhut menekankan pentingnya kerja sama dalam bidang  tembaga antara DRC dan Indonesia. Dengan perkiraan peningkatan harga  tembaga yang signifikan, kedua negara menyadari nilai kerja sama dan  perlunya teknologi canggih untuk memanfaatkan peluang ini.
Menjajaki kemitraan dengan negara-negara lain untuk mengakses  teknologi terkini akan menjadi krusial dalam memaksimalkan manfaat  potensial bagi kedua negara.
&amp;ldquo;Indonesia dan DRC terus berkomitmen untuk pembangunan berkelanjutan,  pelestarian lingkungan, dan pertumbuhan bersama. Kami bekerja sama  menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang di masa depan untuk  sebesar-besarnya manfaat bagi rakyat kedua negara,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
