<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transaksi QRIS Kena Biaya Admin 0,3%, Ini Jurus BRI agar UMKM Tetap Untung   </title><description>PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mempunyai strategi agar UMKM tetap untung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/455/2845972/transaksi-qris-kena-biaya-admin-0-3-ini-jurus-bri-agar-umkm-tetap-untung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/455/2845972/transaksi-qris-kena-biaya-admin-0-3-ini-jurus-bri-agar-umkm-tetap-untung"/><item><title>Transaksi QRIS Kena Biaya Admin 0,3%, Ini Jurus BRI agar UMKM Tetap Untung   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/455/2845972/transaksi-qris-kena-biaya-admin-0-3-ini-jurus-bri-agar-umkm-tetap-untung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/13/455/2845972/transaksi-qris-kena-biaya-admin-0-3-ini-jurus-bri-agar-umkm-tetap-untung</guid><pubDate>Kamis 13 Juli 2023 17:42 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/13/455/2845972/transaksi-qris-kena-biaya-admin-0-3-ini-jurus-bri-agar-umkm-tetap-untung-5j7JN2q0KY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Transaksi QRIS Kena Biaya Admin (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/13/455/2845972/transaksi-qris-kena-biaya-admin-0-3-ini-jurus-bri-agar-umkm-tetap-untung-5j7JN2q0KY.jpg</image><title>Transaksi QRIS Kena Biaya Admin (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mempunyai strategi agar UMKM tetap untung di tengah kebijakan Bank Indonesia (BI) perihal transaksi layanan QRIS kena biaya admin 0,3%.

Menurut Direktur Bisnis Mikro BRI Supari,  kebijakan BI tersebut justru akan menjadi daya tarik sendiri bagi BRI untuk memberikan program khusus bagi pelaku usaha.

&amp;ldquo;Memang 0,3% itu bagi mereka (UMKM) besar. Oleh karena itu, di masa-masa pelaku usaha menganggap 0,3% itu besar kami masuk dengan program-program,&amp;rdquo; ujar Supari usai Press Conference Pesta Rakyat Simpedes BRI 2023, Kamis (13/7/2023).

BACA JUGA:Biaya Admin QRIS Turunkan Pendapatan UMKM&amp;nbsp;


Supari menambahkan, salah satu program terobosan BRI untuk kebijakan ini yaitu dengan memberikan diskon merchant yang mana UMKM akan dibebaskan dari tarif QRIS 0,3%.

&amp;ldquo;Bisa jadi oleh BRI dibebaskan untuk sementara waktu sambil mereka naik kapasitas usahanya dan omzetnya naik, sehingga dia (UMKM) bisa mengalokasikan 0,3% itu menjadi bagian pokok penjualan mereka,&amp;rdquo; ungkapnya.

Untuk tahap awal program ini, BRI akan mencoba untuk memberikan diskon kepada merchant yang berada di dalam ekosistem dan yang sudah memberikan kontribusi kepada Perseroan.

BACA JUGA:Bayar Pakai QRIS Kena Biaya, UMKM: Harus Dikaji Ulang!&amp;nbsp;


Menurutnya, pembebanan biaya tersebut kepada UMKM tidak bisa secara langsung diterapkan, tetapi dengan selangkah demi selangkah.

&amp;ldquo;Jadi membebankan sesuatu kepada UMKM tidak bisa langsung plek-plekan mesti melalui journey maka BRI dengan tetap mematuhi kebijakan-kebijakan dari stakeholder kami membangun journey-nya,&amp;rdquo; ujar dia.

Lebih lanjut, sehingga pelaku usaha UMKM bisa secara perlahan menyesuaikan biaya tersebut dan dibebankan pada harga pokok penjualan dari produk, dengan tidak mempengaruhi omzetnya.



&amp;ldquo;Sehingga suatu saat mereka bisa meng-absorb biaya itu dan membebankan pada harga pokok penjualan dan di situ tidak mempengaruhi omzetnya, jadi omzetnya tetap naik, jadi pemberdayaan BRI menjadi penting di sini,&amp;rdquo; kata Supari.



Ke depannya, BRI akan melakukan riset dan survei untuk memastikan langkah apa yang perlu dilakukan dari perubahan kebijakan dari regulator.



&amp;ldquo;Harapan kami setelah ini berlaku (biaya QRIS) kita akan melakukan survei kepada pelaku usaha apa pendapatnya mereka dan harus kita dengar dan itu bisa menjadi perbaikan policy,&amp;rdquo; jelasnya.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mempunyai strategi agar UMKM tetap untung di tengah kebijakan Bank Indonesia (BI) perihal transaksi layanan QRIS kena biaya admin 0,3%.

Menurut Direktur Bisnis Mikro BRI Supari,  kebijakan BI tersebut justru akan menjadi daya tarik sendiri bagi BRI untuk memberikan program khusus bagi pelaku usaha.

&amp;ldquo;Memang 0,3% itu bagi mereka (UMKM) besar. Oleh karena itu, di masa-masa pelaku usaha menganggap 0,3% itu besar kami masuk dengan program-program,&amp;rdquo; ujar Supari usai Press Conference Pesta Rakyat Simpedes BRI 2023, Kamis (13/7/2023).

BACA JUGA:Biaya Admin QRIS Turunkan Pendapatan UMKM&amp;nbsp;


Supari menambahkan, salah satu program terobosan BRI untuk kebijakan ini yaitu dengan memberikan diskon merchant yang mana UMKM akan dibebaskan dari tarif QRIS 0,3%.

&amp;ldquo;Bisa jadi oleh BRI dibebaskan untuk sementara waktu sambil mereka naik kapasitas usahanya dan omzetnya naik, sehingga dia (UMKM) bisa mengalokasikan 0,3% itu menjadi bagian pokok penjualan mereka,&amp;rdquo; ungkapnya.

Untuk tahap awal program ini, BRI akan mencoba untuk memberikan diskon kepada merchant yang berada di dalam ekosistem dan yang sudah memberikan kontribusi kepada Perseroan.

BACA JUGA:Bayar Pakai QRIS Kena Biaya, UMKM: Harus Dikaji Ulang!&amp;nbsp;


Menurutnya, pembebanan biaya tersebut kepada UMKM tidak bisa secara langsung diterapkan, tetapi dengan selangkah demi selangkah.

&amp;ldquo;Jadi membebankan sesuatu kepada UMKM tidak bisa langsung plek-plekan mesti melalui journey maka BRI dengan tetap mematuhi kebijakan-kebijakan dari stakeholder kami membangun journey-nya,&amp;rdquo; ujar dia.

Lebih lanjut, sehingga pelaku usaha UMKM bisa secara perlahan menyesuaikan biaya tersebut dan dibebankan pada harga pokok penjualan dari produk, dengan tidak mempengaruhi omzetnya.



&amp;ldquo;Sehingga suatu saat mereka bisa meng-absorb biaya itu dan membebankan pada harga pokok penjualan dan di situ tidak mempengaruhi omzetnya, jadi omzetnya tetap naik, jadi pemberdayaan BRI menjadi penting di sini,&amp;rdquo; kata Supari.



Ke depannya, BRI akan melakukan riset dan survei untuk memastikan langkah apa yang perlu dilakukan dari perubahan kebijakan dari regulator.



&amp;ldquo;Harapan kami setelah ini berlaku (biaya QRIS) kita akan melakukan survei kepada pelaku usaha apa pendapatnya mereka dan harus kita dengar dan itu bisa menjadi perbaikan policy,&amp;rdquo; jelasnya.





</content:encoded></item></channel></rss>
