<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Isi Pertemuan Bilateral Menlu Indonesia-Jepang, Ada Kerja Sama IKN</title><description>Menteri Luar Negeri Jepang, Hayashi Yoshimasa telah menghadiri pertemuan Menlu ASEAN dan pertemuan bilateral dengan Menlu Retno Marsudi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/14/320/2846232/isi-pertemuan-bilateral-menlu-indonesia-jepang-ada-kerja-sama-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/14/320/2846232/isi-pertemuan-bilateral-menlu-indonesia-jepang-ada-kerja-sama-ikn"/><item><title>Isi Pertemuan Bilateral Menlu Indonesia-Jepang, Ada Kerja Sama IKN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/14/320/2846232/isi-pertemuan-bilateral-menlu-indonesia-jepang-ada-kerja-sama-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/14/320/2846232/isi-pertemuan-bilateral-menlu-indonesia-jepang-ada-kerja-sama-ikn</guid><pubDate>Jum'at 14 Juli 2023 09:14 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/14/320/2846232/isi-pertemuan-bilateral-menlu-indonesia-jepang-ada-kerja-sama-ikn-v736BRVuXo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Retno Marsudi. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/14/320/2846232/isi-pertemuan-bilateral-menlu-indonesia-jepang-ada-kerja-sama-ikn-v736BRVuXo.jpg</image><title>Menlu Retno Marsudi. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMC8xLzE2MTE3OC81L3g4ajZrMnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Jepang, Hayashi Yoshimasa telah menghadiri pertemuan Menlu ASEAN dan pertemuan bilateral dengan Menlu Retno Marsudi pada Kamis, 13 Juli 2023.

Mengutip keterangan resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, pada awal pertemuan, Menlu Hayashi menyampaikan rasa hormat atas upaya Indonesia sebagai Ketua ASEAN dan juga menyampaikan keinginannya untuk mempererat hubungan kedua negara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hadiri Pertemuan ASEAN di Jakarta, Menlu Inggris Perkuat kerja Sama dan Gelontorkan Dana Bantuan Rp500 Miliar

Pertemuan itu seraya menyinggung tahun ini bertepatan dengan peringatan 50 tahun persahabatan dan kerja sama Jepang-ASEAN maupun peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Jepang- Indonesia.

Menlu Hayashi juga mengatakan bahwa Jepang akan mendorong upaya Indonesia yang memimpin pengarusutamaan (mainstreaming) ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) untuk mempertahankan dan menguatkan tata tertib internasional yang bebas dan terbuka berdasarkan supremasi hukum.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Arab Saudi Masuk Jadi Keluarga ASEAN, Menlu: Ini Kekuatan yang Positif

Menanggapi hal ini, Menlu Retno mengungkapkan keinginannya untuk melakukan kolaborasi secara erat dengan Menlu Hayashi guna peningkatan hubungan bilateral maupun penanganan situasi kawasan dan global.

Menlu Hayashi pun mendorong kerja sama di berbagai bidang, antara lain kerja sama maritim termasuk peningkatan penegakan hukum maritim dan kerja sama terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).



Kedua Menlu melakukan tukar pandang mengenai situasi kawasan, antara lain situasi Ukraina, situasi Laut Tiongkok Timur dan Laut Tiongkok Selatan, situasi Myanmar serta penanganan Korea Utara, mulai dari masalah nuklir dan rudal termasuk peluncuran rudal ICBM yang dilakukan pada Rabu, 12 Juli 2023 lalu sampai masalah penculikan warga negara Jepang oleh Korea Utara.



Dengan demikian, kedua Menteri sepakat untuk tetap berkolaborasi terhadap berbagai tantangan tersebut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMC8xLzE2MTE3OC81L3g4ajZrMnc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Jepang, Hayashi Yoshimasa telah menghadiri pertemuan Menlu ASEAN dan pertemuan bilateral dengan Menlu Retno Marsudi pada Kamis, 13 Juli 2023.

Mengutip keterangan resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, pada awal pertemuan, Menlu Hayashi menyampaikan rasa hormat atas upaya Indonesia sebagai Ketua ASEAN dan juga menyampaikan keinginannya untuk mempererat hubungan kedua negara.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hadiri Pertemuan ASEAN di Jakarta, Menlu Inggris Perkuat kerja Sama dan Gelontorkan Dana Bantuan Rp500 Miliar

Pertemuan itu seraya menyinggung tahun ini bertepatan dengan peringatan 50 tahun persahabatan dan kerja sama Jepang-ASEAN maupun peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Jepang- Indonesia.

Menlu Hayashi juga mengatakan bahwa Jepang akan mendorong upaya Indonesia yang memimpin pengarusutamaan (mainstreaming) ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) untuk mempertahankan dan menguatkan tata tertib internasional yang bebas dan terbuka berdasarkan supremasi hukum.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Arab Saudi Masuk Jadi Keluarga ASEAN, Menlu: Ini Kekuatan yang Positif

Menanggapi hal ini, Menlu Retno mengungkapkan keinginannya untuk melakukan kolaborasi secara erat dengan Menlu Hayashi guna peningkatan hubungan bilateral maupun penanganan situasi kawasan dan global.

Menlu Hayashi pun mendorong kerja sama di berbagai bidang, antara lain kerja sama maritim termasuk peningkatan penegakan hukum maritim dan kerja sama terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).



Kedua Menlu melakukan tukar pandang mengenai situasi kawasan, antara lain situasi Ukraina, situasi Laut Tiongkok Timur dan Laut Tiongkok Selatan, situasi Myanmar serta penanganan Korea Utara, mulai dari masalah nuklir dan rudal termasuk peluncuran rudal ICBM yang dilakukan pada Rabu, 12 Juli 2023 lalu sampai masalah penculikan warga negara Jepang oleh Korea Utara.



Dengan demikian, kedua Menteri sepakat untuk tetap berkolaborasi terhadap berbagai tantangan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
