<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Peringkat 5 dengan Perusahaan Startup Terbanyak di Dunia</title><description>Indonesia menempati peringkat ke-5 sebagai negara dengan jumlah perusahaan rintisan atau start up terbayak di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/14/320/2846288/indonesia-peringkat-5-dengan-perusahaan-startup-terbanyak-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/14/320/2846288/indonesia-peringkat-5-dengan-perusahaan-startup-terbanyak-di-dunia"/><item><title>Indonesia Peringkat 5 dengan Perusahaan Startup Terbanyak di Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/14/320/2846288/indonesia-peringkat-5-dengan-perusahaan-startup-terbanyak-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/14/320/2846288/indonesia-peringkat-5-dengan-perusahaan-startup-terbanyak-di-dunia</guid><pubDate>Jum'at 14 Juli 2023 11:05 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/14/320/2846288/indonesia-peringkat-5-dengan-perusahaan-startup-terbanyak-di-dunia-MhKpBI2e9d.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi bisnis. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/14/320/2846288/indonesia-peringkat-5-dengan-perusahaan-startup-terbanyak-di-dunia-MhKpBI2e9d.JPG</image><title>Ilustrasi bisnis. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMi80LzE1NDc1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indonesia menempati peringkat ke-5 sebagai negara dengan jumlah perusahaan rintisan atau startup terbayak di dunia.

&quot;Kita sekarang masuk ke peringkat 5 di dunia jumlah startup yang paling banyak,&quot; ungkap Ketua Umum IDIEC, M. Tesar Sandikapura dalam siaran New Power Breakfast di IDX Channel, Jumat (14/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Startup Mobil Listrik China Byton Ajukan Kebangkrutan

Dia menambahkan, kualitas startup di Indonesia juga dalam kondisi yang cukup baik.

Hal itu karena rata-rata startup di Indonesia sudah mendapatkan pendanaan dari modal ventura.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Artis Tajir Indonesia yang Ternyata Punya Bisnis Startup

&quot;Dan hampir puluhan atau belasan sudah masuk ke unicorn, jadi bisa dibilang startup kita tidak buruk lah di mata global,&quot; ujarnya.

Meskipun begitu menurutnya startup di Tanah Air masih kurang variatif, sebab hanya berkutat di tiga sektor yakni e-commerce, fintech dan red healing.

&quot;Memang masih sedikit, kurang variatif kalau menurut kami, kita belum masuk ke inovasi-inovasi yang hi-tech seperti AI, internet optik, dan juga big data dan juga blok chain yang terakhir ini ya,&quot; jelasnya.



Tapi Tesar menuturkan bahwa kondisi tersebut terjadi karena Indonesia memiliki pasar yang kuat.



Sehingga para pelaku startup lebih memilih mengembangkan teknologi di area yang banyak penggunananya.



&quot;(Startup) lebih banyak masuk ke area-area yang banyak penggunanya dan itu tidak salah juga sih menurut kami dan memang kekuatan kita dibanding negara-negara lain adalah pasar yang kuat,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMi80LzE1NDc1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indonesia menempati peringkat ke-5 sebagai negara dengan jumlah perusahaan rintisan atau startup terbayak di dunia.

&quot;Kita sekarang masuk ke peringkat 5 di dunia jumlah startup yang paling banyak,&quot; ungkap Ketua Umum IDIEC, M. Tesar Sandikapura dalam siaran New Power Breakfast di IDX Channel, Jumat (14/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Startup Mobil Listrik China Byton Ajukan Kebangkrutan

Dia menambahkan, kualitas startup di Indonesia juga dalam kondisi yang cukup baik.

Hal itu karena rata-rata startup di Indonesia sudah mendapatkan pendanaan dari modal ventura.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Artis Tajir Indonesia yang Ternyata Punya Bisnis Startup

&quot;Dan hampir puluhan atau belasan sudah masuk ke unicorn, jadi bisa dibilang startup kita tidak buruk lah di mata global,&quot; ujarnya.

Meskipun begitu menurutnya startup di Tanah Air masih kurang variatif, sebab hanya berkutat di tiga sektor yakni e-commerce, fintech dan red healing.

&quot;Memang masih sedikit, kurang variatif kalau menurut kami, kita belum masuk ke inovasi-inovasi yang hi-tech seperti AI, internet optik, dan juga big data dan juga blok chain yang terakhir ini ya,&quot; jelasnya.



Tapi Tesar menuturkan bahwa kondisi tersebut terjadi karena Indonesia memiliki pasar yang kuat.



Sehingga para pelaku startup lebih memilih mengembangkan teknologi di area yang banyak penggunananya.



&quot;(Startup) lebih banyak masuk ke area-area yang banyak penggunanya dan itu tidak salah juga sih menurut kami dan memang kekuatan kita dibanding negara-negara lain adalah pasar yang kuat,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
