<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD3,45 Miliar di Juni, 38 Bulan Berturut-turut!</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia di Juni 2023 kembali surplus 38 bulan berturut-turut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847616/neraca-perdagangan-indonesia-surplus-usd3-45-miliar-di-juni-38-bulan-berturut-turut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847616/neraca-perdagangan-indonesia-surplus-usd3-45-miliar-di-juni-38-bulan-berturut-turut"/><item><title>Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD3,45 Miliar di Juni, 38 Bulan Berturut-turut!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847616/neraca-perdagangan-indonesia-surplus-usd3-45-miliar-di-juni-38-bulan-berturut-turut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847616/neraca-perdagangan-indonesia-surplus-usd3-45-miliar-di-juni-38-bulan-berturut-turut</guid><pubDate>Senin 17 Juli 2023 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/17/320/2847616/neraca-perdagangan-indonesia-surplus-usd3-45-miliar-di-juni-38-bulan-berturut-turut-C1bS4cAile.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi neraca perdagangan. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/17/320/2847616/neraca-perdagangan-indonesia-surplus-usd3-45-miliar-di-juni-38-bulan-berturut-turut-C1bS4cAile.JPG</image><title>Ilustrasi neraca perdagangan. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS80LzE2Mjc0MC81L3g4ajVnMnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia di Juni 2023 kembali surplus 38 bulan berturut-turut. Surplus neraca dagang mencapai USD3,45 miliar.

Surplus ini terutama berasal dari sektor nonmigas USD4,41 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai USD0,96 miliar
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Neraca Perdagangan RI Surplus USD0,44 Miliar pada Mei 2023, Rekor 37 Bulan Beruntun

&quot;Namun bisa dicatat bahwa penurunan impor jauh lebih dalam dibandingkan dengan penurunan ekspor,&quot; ungkap Sekretaris Utama BPS, Atqo Mardiyanto dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (17/7/2023).

Dia mengatakan bahwa surplus neraca perdagangan ini naik 708,66% dibandingkan dengan bulan Mei 2023, namun dibandingkan Juni 2022, angka ini menurun hingga -32,75%.

&quot;Surplus ini lebih ditopang oleh komoditas non migas, yaitu sebesar USD4,42 miliar, dengan komoditas penyumbang surplusnya adalah bahan bakar mineral (HS27), lemak dan minyak hewan nabati,  besi dan baja,&quot; terang Atqo.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

6 Fakta Neraca Perdagangan RI Surplus 3 Tahun Berturut-turut

Surplus perdagangan migas di Juni 2023 ini jauh lebih tinggi dibandingkan bulan lalu, tetapi lebih rendah kalau dibandingkan dengan Juni 2022.

&quot;Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit USD0,96 miliar, dimana komoditasnya adalah minyak mentah dan hasil minyak. Jadi untuk migas, mengalami defisit,&quot; tambah Atqo.



Defisit neraca perdagangan non migas Juni 2023 jauh lebih rendah daripada bulan lalu maupun bulan yang sama tahun lalu.



&quot;Secara kumulatif, dari Januari hingga Juni 2023, total surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai USD19,93 miliar, atau lebih rendah USD5,06 miliar dibandingkan periode Januari-Juni 2022,&quot; pungkas Atqo.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS80LzE2Mjc0MC81L3g4ajVnMnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia di Juni 2023 kembali surplus 38 bulan berturut-turut. Surplus neraca dagang mencapai USD3,45 miliar.

Surplus ini terutama berasal dari sektor nonmigas USD4,41 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai USD0,96 miliar
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Neraca Perdagangan RI Surplus USD0,44 Miliar pada Mei 2023, Rekor 37 Bulan Beruntun

&quot;Namun bisa dicatat bahwa penurunan impor jauh lebih dalam dibandingkan dengan penurunan ekspor,&quot; ungkap Sekretaris Utama BPS, Atqo Mardiyanto dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (17/7/2023).

Dia mengatakan bahwa surplus neraca perdagangan ini naik 708,66% dibandingkan dengan bulan Mei 2023, namun dibandingkan Juni 2022, angka ini menurun hingga -32,75%.

&quot;Surplus ini lebih ditopang oleh komoditas non migas, yaitu sebesar USD4,42 miliar, dengan komoditas penyumbang surplusnya adalah bahan bakar mineral (HS27), lemak dan minyak hewan nabati,  besi dan baja,&quot; terang Atqo.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

6 Fakta Neraca Perdagangan RI Surplus 3 Tahun Berturut-turut

Surplus perdagangan migas di Juni 2023 ini jauh lebih tinggi dibandingkan bulan lalu, tetapi lebih rendah kalau dibandingkan dengan Juni 2022.

&quot;Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit USD0,96 miliar, dimana komoditasnya adalah minyak mentah dan hasil minyak. Jadi untuk migas, mengalami defisit,&quot; tambah Atqo.



Defisit neraca perdagangan non migas Juni 2023 jauh lebih rendah daripada bulan lalu maupun bulan yang sama tahun lalu.



&quot;Secara kumulatif, dari Januari hingga Juni 2023, total surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai USD19,93 miliar, atau lebih rendah USD5,06 miliar dibandingkan periode Januari-Juni 2022,&quot; pungkas Atqo.</content:encoded></item></channel></rss>
