<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Indonesia dan India Diskusi soal Ekonomi hingga Kemiskinan</title><description>Indonesia dan India diskusi soal ekonomi hingga kemiskinan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847643/sri-mulyani-indonesia-dan-india-diskusi-soal-ekonomi-hingga-kemiskinan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847643/sri-mulyani-indonesia-dan-india-diskusi-soal-ekonomi-hingga-kemiskinan"/><item><title>Sri Mulyani: Indonesia dan India Diskusi soal Ekonomi hingga Kemiskinan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847643/sri-mulyani-indonesia-dan-india-diskusi-soal-ekonomi-hingga-kemiskinan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847643/sri-mulyani-indonesia-dan-india-diskusi-soal-ekonomi-hingga-kemiskinan</guid><pubDate>Senin 17 Juli 2023 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/17/320/2847643/sri-mulyani-indonesia-dan-india-diskusi-soal-ekonomi-hingga-kemiskinan-LsG7OQ8y4p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani perkuat kerjasama dengan India (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/17/320/2847643/sri-mulyani-indonesia-dan-india-diskusi-soal-ekonomi-hingga-kemiskinan-LsG7OQ8y4p.jpg</image><title>Sri Mulyani perkuat kerjasama dengan India (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia dan India diskusi soal ekonomi hingga kemiskinan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman memperkuat kerja sama bilateral, dengan membentuk Dialog Kerja Sama Ekonomi dan Keuangan (Economic and Financial Dialogue / EFD) di Gandhinagar, Gujarat, India.
Kerjasama ini dilakukan dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan bilateral kedua Menteri Keuangan dalam rangkaian pertemuan tingkat Menteri dan Gubernur Bank Sentral G20 ke-3 (3rd G20 FMCBG) di bawah Presidensi India.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Pajak Motor Penggerak Pembangunan Bangsa Indonesia


Sri Mulyani menyampaikan bahwa kedua negara memiliki banyak kesamaan dan juga sejarah yang panjang. Perdagangan antara India dan Indonesia, terutama dari Gujarat, sudah terjadi sebelum abad ke-13 mulai dari hasil pertanian berupa rempah-rempah hingga pakaian dan perhiasan. Sejarah hubungan ekonomi tersebut menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat kerja sama bilateral kedua negara.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Happy Laporan Keuangan BUN-Kemenkeu Raih Opini WTP


&amp;ldquo;Indonesia dan India terus berdiskusi, terutama di bawah kedua Kementerian Keuangan, tentang upaya untuk membangun dialog yang kuat di tingkat kebijakan, mulai dari level tertinggi hingga level yang sangat teknis. Kami saling berbagi mengenai banyak hal untuk memenuhi kebutuhan pembangunan domestik masing-masing negara, juga upaya mempertahankan kinerja pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, serta bagaimana agar dapat terus bekerja sama tidak hanya dalam kerangka bilateral tetapi juga tingkat multilateral,&amp;rdquo; ujar Sri di Gujarat, Senin (17/7/2023).
Saat ini, Indonesia dan India memiliki struktur ekonomi yang serupa  dengan didukung oleh pertumbuhan sektor manufaktur dan perkembangan  teknologi serta inovasi yang signifikan. Kedua negara mampu tumbuh kuat  dan memiliki ketahanan yang kokoh dalam menghadapi tantangan baik pada  tingkat regional maupun global. Dalam diskusi bilateral, kedua Menkeu  juga membahas upaya memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi  kedua negara serta membahas upaya untuk mengatasi isu pembangunan secara  bersama-sama, termasuk terkait isu perubahan iklim dan kesehatan  masyarakat.
&amp;ldquo;Kami akan terus memperkuat hubungan bilateral ini, terutama untuk  kedua institusi (Kementerian Keuangan Indonesia dan India), pada dialog  kebijakan yang akan membahas masalah perdagangan, investasi, termasuk  sumber daya manusia,&amp;rdquo; terang Sri.
Dia juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan India untuk  Indonesia dalam berbagai agenda, termasuk keanggotaan Indonesia dalam  Financial Action Task Force (FATF), Presidensi Indonesia di G20 tahun  2022, dan Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Menteri Nirmala, bahwa Indonesia  telah menjadi mitra dagang terbesar India di kawasan ASEAN, dengan  perdagangan yang meningkat delapan kali lipat sejak 2005, mencapai USD38  miliar yang mengesankan pada tahun anggaran 2022-2023. Nirmala juga  menambahkan, Presidensi G20 Indonesia pada tahun 2022 memberikan banyak  pelajaran dan pengalaman bagi India dalam melaksanakan presidensi tahun  ini.
&quot;Dialog antara Indonesia dan India menjadi instrumen penting untuk  memperkuat kerja sama dan meningkatkan pemahaman bersama atas isu-isu  ekonomi sehingga mampu memberikan manfaat pembangunan jangka panjang  bagi kedua negara,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia dan India diskusi soal ekonomi hingga kemiskinan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman memperkuat kerja sama bilateral, dengan membentuk Dialog Kerja Sama Ekonomi dan Keuangan (Economic and Financial Dialogue / EFD) di Gandhinagar, Gujarat, India.
Kerjasama ini dilakukan dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan bilateral kedua Menteri Keuangan dalam rangkaian pertemuan tingkat Menteri dan Gubernur Bank Sentral G20 ke-3 (3rd G20 FMCBG) di bawah Presidensi India.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Pajak Motor Penggerak Pembangunan Bangsa Indonesia


Sri Mulyani menyampaikan bahwa kedua negara memiliki banyak kesamaan dan juga sejarah yang panjang. Perdagangan antara India dan Indonesia, terutama dari Gujarat, sudah terjadi sebelum abad ke-13 mulai dari hasil pertanian berupa rempah-rempah hingga pakaian dan perhiasan. Sejarah hubungan ekonomi tersebut menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat kerja sama bilateral kedua negara.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Happy Laporan Keuangan BUN-Kemenkeu Raih Opini WTP


&amp;ldquo;Indonesia dan India terus berdiskusi, terutama di bawah kedua Kementerian Keuangan, tentang upaya untuk membangun dialog yang kuat di tingkat kebijakan, mulai dari level tertinggi hingga level yang sangat teknis. Kami saling berbagi mengenai banyak hal untuk memenuhi kebutuhan pembangunan domestik masing-masing negara, juga upaya mempertahankan kinerja pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, serta bagaimana agar dapat terus bekerja sama tidak hanya dalam kerangka bilateral tetapi juga tingkat multilateral,&amp;rdquo; ujar Sri di Gujarat, Senin (17/7/2023).
Saat ini, Indonesia dan India memiliki struktur ekonomi yang serupa  dengan didukung oleh pertumbuhan sektor manufaktur dan perkembangan  teknologi serta inovasi yang signifikan. Kedua negara mampu tumbuh kuat  dan memiliki ketahanan yang kokoh dalam menghadapi tantangan baik pada  tingkat regional maupun global. Dalam diskusi bilateral, kedua Menkeu  juga membahas upaya memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi  kedua negara serta membahas upaya untuk mengatasi isu pembangunan secara  bersama-sama, termasuk terkait isu perubahan iklim dan kesehatan  masyarakat.
&amp;ldquo;Kami akan terus memperkuat hubungan bilateral ini, terutama untuk  kedua institusi (Kementerian Keuangan Indonesia dan India), pada dialog  kebijakan yang akan membahas masalah perdagangan, investasi, termasuk  sumber daya manusia,&amp;rdquo; terang Sri.
Dia juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan India untuk  Indonesia dalam berbagai agenda, termasuk keanggotaan Indonesia dalam  Financial Action Task Force (FATF), Presidensi Indonesia di G20 tahun  2022, dan Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Menteri Nirmala, bahwa Indonesia  telah menjadi mitra dagang terbesar India di kawasan ASEAN, dengan  perdagangan yang meningkat delapan kali lipat sejak 2005, mencapai USD38  miliar yang mengesankan pada tahun anggaran 2022-2023. Nirmala juga  menambahkan, Presidensi G20 Indonesia pada tahun 2022 memberikan banyak  pelajaran dan pengalaman bagi India dalam melaksanakan presidensi tahun  ini.
&quot;Dialog antara Indonesia dan India menjadi instrumen penting untuk  memperkuat kerja sama dan meningkatkan pemahaman bersama atas isu-isu  ekonomi sehingga mampu memberikan manfaat pembangunan jangka panjang  bagi kedua negara,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
