<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Kaget! Jurang si Kaya dan si Miskin di Indonesia Makin Lebar</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Maret 2023, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia sebesar 0,388.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847657/jangan-kaget-jurang-si-kaya-dan-si-miskin-di-indonesia-makin-lebar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847657/jangan-kaget-jurang-si-kaya-dan-si-miskin-di-indonesia-makin-lebar"/><item><title>Jangan Kaget! Jurang si Kaya dan si Miskin di Indonesia Makin Lebar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847657/jangan-kaget-jurang-si-kaya-dan-si-miskin-di-indonesia-makin-lebar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847657/jangan-kaget-jurang-si-kaya-dan-si-miskin-di-indonesia-makin-lebar</guid><pubDate>Senin 17 Juli 2023 13:11 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/17/320/2847657/jangan-kaget-jurang-si-kaya-dan-si-miskin-di-indonesia-makin-lebar-tLTQ3urXaI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kemiskinan. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/17/320/2847657/jangan-kaget-jurang-si-kaya-dan-si-miskin-di-indonesia-makin-lebar-tLTQ3urXaI.jpg</image><title>Ilustrasi kemiskinan. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS80LzE2Mjc0MC81L3g4ajVnMnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Maret 2023, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan Gini Ratio adalah sebesar 0,388.

&quot;Angka ini meningkat 0,007 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2022 yang sebesar 0,381 dan meningkat 0,004 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2022 yang sebesar 0,384,&quot; ungkap Sekretaris Utama BPS, Atqo Mardiyanto di Jakarta, Senin (17/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BPS: Impor Indonesia Juni 2023 Turun 18% Jadi USD17,1 Miliar

Dia menyebut, Gini Ratio di perkotaan pada Maret 2023 tercatat sebesar 0,409, naik dibanding Gini Ratio September 2022 yang sebesar 0,402 dan Gini Ratio Maret 2022 yang sebesar 0,403.

Sementara itu, Gini Ratio di pedesaan pada Maret 2023 tercatat sebesar 0,313, tidak berubah dibanding Gini Ratio September 2022 dan turun jika dibandingkan Gini Ratio Maret 2022 yang sebesar 0,314.

&quot;Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40% terbawah adalah sebesar 18,04%,&quot; tambah Atqo.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Inflasi Mei 0,09%, BPS: Terendah Sepanjang 2023

Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada Maret 2023 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

Jika dirinci berdasarkan daerah, di perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,99% yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan sedang.



&quot;Sementara untuk di pedesaan, angkanya tercatat sebesar 21,18 persen, yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan rendah,&quot; pungkas Atqo.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS80LzE2Mjc0MC81L3g4ajVnMnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Maret 2023, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan Gini Ratio adalah sebesar 0,388.

&quot;Angka ini meningkat 0,007 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2022 yang sebesar 0,381 dan meningkat 0,004 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2022 yang sebesar 0,384,&quot; ungkap Sekretaris Utama BPS, Atqo Mardiyanto di Jakarta, Senin (17/7/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BPS: Impor Indonesia Juni 2023 Turun 18% Jadi USD17,1 Miliar

Dia menyebut, Gini Ratio di perkotaan pada Maret 2023 tercatat sebesar 0,409, naik dibanding Gini Ratio September 2022 yang sebesar 0,402 dan Gini Ratio Maret 2022 yang sebesar 0,403.

Sementara itu, Gini Ratio di pedesaan pada Maret 2023 tercatat sebesar 0,313, tidak berubah dibanding Gini Ratio September 2022 dan turun jika dibandingkan Gini Ratio Maret 2022 yang sebesar 0,314.

&quot;Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40% terbawah adalah sebesar 18,04%,&quot; tambah Atqo.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Inflasi Mei 0,09%, BPS: Terendah Sepanjang 2023

Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada Maret 2023 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

Jika dirinci berdasarkan daerah, di perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,99% yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan sedang.



&quot;Sementara untuk di pedesaan, angkanya tercatat sebesar 21,18 persen, yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan rendah,&quot; pungkas Atqo.</content:encoded></item></channel></rss>
