<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaikindo Targetkan Ekspor Kendaraan Jadi Tembus 500 Ribu Unit di 2023</title><description>Gaikindo optimistis ekspor kendaraan jadi alias CBU (Completely Build Up) tembus 500 ribu unit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847762/gaikindo-targetkan-ekspor-kendaraan-jadi-tembus-500-ribu-unit-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847762/gaikindo-targetkan-ekspor-kendaraan-jadi-tembus-500-ribu-unit-di-2023"/><item><title>Gaikindo Targetkan Ekspor Kendaraan Jadi Tembus 500 Ribu Unit di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847762/gaikindo-targetkan-ekspor-kendaraan-jadi-tembus-500-ribu-unit-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/17/320/2847762/gaikindo-targetkan-ekspor-kendaraan-jadi-tembus-500-ribu-unit-di-2023</guid><pubDate>Senin 17 Juli 2023 15:38 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/17/320/2847762/gaikindo-targetkan-ekspor-kendaraan-jadi-tembus-500-ribu-unit-di-2023-VByGjBZFvl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor kendaraan sepanjang 2023 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/17/320/2847762/gaikindo-targetkan-ekspor-kendaraan-jadi-tembus-500-ribu-unit-di-2023-VByGjBZFvl.jpg</image><title>Ekspor kendaraan sepanjang 2023 (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xMi85LzE1MTg1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis ekspor kendaraan jadi alias CBU (Completely Build Up) tembus 500 ribu unit sepanjang tahun 2023.
&quot;Kita cukup optimis, kita akan tembus 1,05 juta, tapi perlu juga menjadi catatan yang menarik, karena kita punya target untuk ekspornya, mudah-mudahan tahun ini kita bisa tembus 500 ribu unit CBU,&quot; ujar Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara Kukuh dalam Market Review IDXChannel, Senin (17/7/2023).

BACA JUGA:
Gaikindo Ingin Fokus Edukasi Kendaraan Listrik pada GIIAS 2023


Menurutnya saat ini produk otomotif dari Indonesia sudah cukup banyak menjangkau banyak negara terutama di kawasan Asean yang juga memiliki populasi cukup besar. Hal itu yang membawa Gaikindo optimis target yang disusun akan tercapai di tahun 2023.
Dari sisi supply, Kukuh menjelaskan Indonesia menjadi negara yang cukup kuat untuk basis produksi kendaraan konvensional di dunia. Bahkan saat ini Indonesia sendiri dikatakan kukuh sudah menempati urutan ke-11 negara produsen kendaraan terbesar di dunia.

BACA JUGA:
Isuzu Pindahkan Pabrik Truk dari Thailand, Gaikindo: Indonesia Punya Potensi Besar


Hal itu yang menurutnya yang akan menyeret pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mengingat industri otomotif ini memiliki multiplier effect yang cukup kuat dari industri-industri pendukung di belakangnya. Mulai dari penyerapan tenaga kerja di sisi produksi, maupun kebutuhan suku cadangnya.
&quot;Secara dampak ekonomi, industri otomotif ini cukup menarik, karena  ini memberikan keuntungan, karena Indonesia menjadi salah satu negara di  Asean yang basis produksinya cukup kuat, produksi mobil di Indonesia  menduduki peringkat 11 dunia, jadi dengan produksi sekira lebih dari 1,3  juta unit, kita menduduki peringkat 11, kita harapkan bisa masuk 10  besar,&quot; kata Kukuh.
Adapun dari sisi demand, Kukuh mengatakan pihaknya akan memperluas  pangsa pasar ekspor bukan hanya di kawasan Asia tenggara yang diketahui  memiliki populasi cukup besar. Akan tetapi saat ini Gaikindo tengah  mengupayakan untuk membuka pasar di Afrika dan Amerika Selatan.
&quot;Domestik tetap kita jaga, oleh karena itu makin banyak pemain yang  datang ke sini, kemudian tujuan ekspor juga harus kita tambah, bukan  hanya di Asean, tapi kita kembangkan ke Afrika maupun Amerika Selatan,  kita perlu kerjasama dengan semua pihak,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xMi85LzE1MTg1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis ekspor kendaraan jadi alias CBU (Completely Build Up) tembus 500 ribu unit sepanjang tahun 2023.
&quot;Kita cukup optimis, kita akan tembus 1,05 juta, tapi perlu juga menjadi catatan yang menarik, karena kita punya target untuk ekspornya, mudah-mudahan tahun ini kita bisa tembus 500 ribu unit CBU,&quot; ujar Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara Kukuh dalam Market Review IDXChannel, Senin (17/7/2023).

BACA JUGA:
Gaikindo Ingin Fokus Edukasi Kendaraan Listrik pada GIIAS 2023


Menurutnya saat ini produk otomotif dari Indonesia sudah cukup banyak menjangkau banyak negara terutama di kawasan Asean yang juga memiliki populasi cukup besar. Hal itu yang membawa Gaikindo optimis target yang disusun akan tercapai di tahun 2023.
Dari sisi supply, Kukuh menjelaskan Indonesia menjadi negara yang cukup kuat untuk basis produksi kendaraan konvensional di dunia. Bahkan saat ini Indonesia sendiri dikatakan kukuh sudah menempati urutan ke-11 negara produsen kendaraan terbesar di dunia.

BACA JUGA:
Isuzu Pindahkan Pabrik Truk dari Thailand, Gaikindo: Indonesia Punya Potensi Besar


Hal itu yang menurutnya yang akan menyeret pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mengingat industri otomotif ini memiliki multiplier effect yang cukup kuat dari industri-industri pendukung di belakangnya. Mulai dari penyerapan tenaga kerja di sisi produksi, maupun kebutuhan suku cadangnya.
&quot;Secara dampak ekonomi, industri otomotif ini cukup menarik, karena  ini memberikan keuntungan, karena Indonesia menjadi salah satu negara di  Asean yang basis produksinya cukup kuat, produksi mobil di Indonesia  menduduki peringkat 11 dunia, jadi dengan produksi sekira lebih dari 1,3  juta unit, kita menduduki peringkat 11, kita harapkan bisa masuk 10  besar,&quot; kata Kukuh.
Adapun dari sisi demand, Kukuh mengatakan pihaknya akan memperluas  pangsa pasar ekspor bukan hanya di kawasan Asia tenggara yang diketahui  memiliki populasi cukup besar. Akan tetapi saat ini Gaikindo tengah  mengupayakan untuk membuka pasar di Afrika dan Amerika Selatan.
&quot;Domestik tetap kita jaga, oleh karena itu makin banyak pemain yang  datang ke sini, kemudian tujuan ekspor juga harus kita tambah, bukan  hanya di Asean, tapi kita kembangkan ke Afrika maupun Amerika Selatan,  kita perlu kerjasama dengan semua pihak,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
