<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri RI Turun pada Mei 2023, Berapa Nominalnya?</title><description>Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia turun pada Mei 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2847854/utang-luar-negeri-ri-turun-pada-mei-2023-berapa-nominalnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2847854/utang-luar-negeri-ri-turun-pada-mei-2023-berapa-nominalnya"/><item><title>Utang Luar Negeri RI Turun pada Mei 2023, Berapa Nominalnya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2847854/utang-luar-negeri-ri-turun-pada-mei-2023-berapa-nominalnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2847854/utang-luar-negeri-ri-turun-pada-mei-2023-berapa-nominalnya</guid><pubDate>Selasa 18 Juli 2023 05:17 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/17/320/2847854/utang-luar-negeri-ri-turun-pada-mei-2023-berapa-nominalnya-yXxX97bTob.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Utang Luar Negeri turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/17/320/2847854/utang-luar-negeri-ri-turun-pada-mei-2023-berapa-nominalnya-yXxX97bTob.jpeg</image><title>Utang Luar Negeri turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia turun pada Mei 2023. Posisi ULN Indonesia pada akhir Mei 2023 tercatat sebesar USD398,3 miliar atau setara Rp5.974 triliun turun dibandingkan dengan posisi ULN akhir April 2023 sebesar USD403,0 miliar. (Kurs: Rp15.000/USD).

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp5.974 Triliun pada Mei 2023


&quot;Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi 1,7% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 1,3% (yoy). Kontraksi pertumbuhan ULN ini terutama bersumber dari penurunan ULN sektor swasta,&quot; ucap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono di Jakarta, Senin (17/7/2023).
ULN pemerintah mengalami penurunan pada posisi sebelumnya sebesar USD194,1 miliar menjadi senilai USD192,6 miliar pada akhir Mei 2023. Apabila berdasarkan tahunan mengalami pertumbuhan 2,3% (yoy).

BACA JUGA:
Para Menteri Keuangan G7 Duduk Bareng Bahas Utang hingga Bantuan untuk Ukraina


&quot;Penurunan posisi ULN pemerintah disebabkan oleh pembayaran neto pinjaman luar negeri dan beberapa seri Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang jatuh tempo. Pemerintah tetap berkomitmen mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel, termasuk menjaga kredibilitas dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga secara tepat waktu,&quot; jelas Erwin.
Menjadi salah satu faktor dalam instrumen pembiayaan APBN, ULN  dimanfaatkan oleh pemerintah sebagai pendukung upaya pemerintahan dalam  pembiayaan sektor produktif dan belanja prioritas. Hal ini dalam rangka  menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di tengah  ketidakpastian perekonomian global.
ULN melakukan dukungannya pada sektor jasa kesehatan dan kegiatan  sosial (24,1% dari total ULN pemerintah), administrasi pemerintah,  pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,9%), jasa pendidikan (16,8%),  konstruksi (14,2%), serta jasa keuangan dan asuransi (10,2%).
&quot;Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir  seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,8%  dari total ULN pemerintah,&quot; tambahnya.
Baca Selengkapnya: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp5.974 Triliun pada Mei 2023</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia turun pada Mei 2023. Posisi ULN Indonesia pada akhir Mei 2023 tercatat sebesar USD398,3 miliar atau setara Rp5.974 triliun turun dibandingkan dengan posisi ULN akhir April 2023 sebesar USD403,0 miliar. (Kurs: Rp15.000/USD).

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp5.974 Triliun pada Mei 2023


&quot;Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi 1,7% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 1,3% (yoy). Kontraksi pertumbuhan ULN ini terutama bersumber dari penurunan ULN sektor swasta,&quot; ucap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono di Jakarta, Senin (17/7/2023).
ULN pemerintah mengalami penurunan pada posisi sebelumnya sebesar USD194,1 miliar menjadi senilai USD192,6 miliar pada akhir Mei 2023. Apabila berdasarkan tahunan mengalami pertumbuhan 2,3% (yoy).

BACA JUGA:
Para Menteri Keuangan G7 Duduk Bareng Bahas Utang hingga Bantuan untuk Ukraina


&quot;Penurunan posisi ULN pemerintah disebabkan oleh pembayaran neto pinjaman luar negeri dan beberapa seri Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang jatuh tempo. Pemerintah tetap berkomitmen mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel, termasuk menjaga kredibilitas dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga secara tepat waktu,&quot; jelas Erwin.
Menjadi salah satu faktor dalam instrumen pembiayaan APBN, ULN  dimanfaatkan oleh pemerintah sebagai pendukung upaya pemerintahan dalam  pembiayaan sektor produktif dan belanja prioritas. Hal ini dalam rangka  menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di tengah  ketidakpastian perekonomian global.
ULN melakukan dukungannya pada sektor jasa kesehatan dan kegiatan  sosial (24,1% dari total ULN pemerintah), administrasi pemerintah,  pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,9%), jasa pendidikan (16,8%),  konstruksi (14,2%), serta jasa keuangan dan asuransi (10,2%).
&quot;Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir  seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,8%  dari total ULN pemerintah,&quot; tambahnya.
Baca Selengkapnya: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp5.974 Triliun pada Mei 2023</content:encoded></item></channel></rss>
