<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi China Hanya Tumbuh 6,3% di Kuartal II-2023, Lebih Rendah dari Perkiraan</title><description>China mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% hingga kuartal II-2023</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848073/ekonomi-china-hanya-tumbuh-6-3-di-kuartal-ii-2023-lebih-rendah-dari-perkiraan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848073/ekonomi-china-hanya-tumbuh-6-3-di-kuartal-ii-2023-lebih-rendah-dari-perkiraan"/><item><title>Ekonomi China Hanya Tumbuh 6,3% di Kuartal II-2023, Lebih Rendah dari Perkiraan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848073/ekonomi-china-hanya-tumbuh-6-3-di-kuartal-ii-2023-lebih-rendah-dari-perkiraan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848073/ekonomi-china-hanya-tumbuh-6-3-di-kuartal-ii-2023-lebih-rendah-dari-perkiraan</guid><pubDate>Selasa 18 Juli 2023 07:49 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/18/320/2848073/ekonomi-china-hanya-tumbuh-6-3-di-kuartal-ii-2023-lebih-rendah-dari-perkiraan-sMO2pt1qAY.png" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan Ekonomi China Capai 6,3%. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/18/320/2848073/ekonomi-china-hanya-tumbuh-6-3-di-kuartal-ii-2023-lebih-rendah-dari-perkiraan-sMO2pt1qAY.png</image><title>Pertumbuhan Ekonomi China Capai 6,3%. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - China mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% hingga kuartal II-2023. Realisasi ini lebih rendah dari perkiraan para analis sebesar 7,3%.
Apabila dibandingkan dengan kuartal pertama, barang domestik bruto hanya tumbuh di angka 0,8% sejak bulan April hingga Juni. Berdasarkan data dari National Bureau of Statistics (NBS), angka tersebut berada jauh diperkiraan sekelompok ekonom yang melangsungkan survey Reuters.

BACA JUGA:
Harga Minyak Anjlok 1,5% setelah Pertumbuhan Ekonomi China di Bawah Ekspektasi

Lockdown Covid-19 terasa begitu ketat sehingga berdampak buruk pada ekonomi negara terbesar kedua di dunia yaitu China telebih pada kawasan pusat keuangan, Shanghai.
Titik balik menguatnya perekonomian ketika kuartal pertama dengan PDB tumbuh sebesar 4,5% pada saat pencabutan pembatasan mobilitas. Demikian dilansir dari CNN.com, Selasa (18/7/2023).

BACA JUGA:
Pertumbuhan Ekonomi China Kuartal I-2023 Tembus 4,5%, di Atas Prediksi Analis

Dalam beberapa bulan terakhir angka ekonomi banyak yang menunjukan penurunan. Data pada hari Senin bahkan menunjukan pertumbuhan ekonomi yang kehilangan tenaga.
Diketahui penjualan ritel mengalami peningkatan sebesar 3,1% pada bulan Juni. Lalu melandai sejak bulan Desember pasca Beijing mencabut pembatasan mobilitas selama pandemi.Pengeluaran industri juga meningkat senilai 4,4% pada bulan Juni. Selain itu, investasi aset tetap naik 3,8% pada bulan Juni.
Untuk pengangguran dikalangan muda mencapai rekor tertinggi dengan rentang usia 16-24 tahun sebesar 21,3% pada bulan Juni. Hal tersebut menjadi rekor terbesar yang sebelumnya hanya 20,8% pada bulan Mei.</description><content:encoded>JAKARTA - China mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% hingga kuartal II-2023. Realisasi ini lebih rendah dari perkiraan para analis sebesar 7,3%.
Apabila dibandingkan dengan kuartal pertama, barang domestik bruto hanya tumbuh di angka 0,8% sejak bulan April hingga Juni. Berdasarkan data dari National Bureau of Statistics (NBS), angka tersebut berada jauh diperkiraan sekelompok ekonom yang melangsungkan survey Reuters.

BACA JUGA:
Harga Minyak Anjlok 1,5% setelah Pertumbuhan Ekonomi China di Bawah Ekspektasi

Lockdown Covid-19 terasa begitu ketat sehingga berdampak buruk pada ekonomi negara terbesar kedua di dunia yaitu China telebih pada kawasan pusat keuangan, Shanghai.
Titik balik menguatnya perekonomian ketika kuartal pertama dengan PDB tumbuh sebesar 4,5% pada saat pencabutan pembatasan mobilitas. Demikian dilansir dari CNN.com, Selasa (18/7/2023).

BACA JUGA:
Pertumbuhan Ekonomi China Kuartal I-2023 Tembus 4,5%, di Atas Prediksi Analis

Dalam beberapa bulan terakhir angka ekonomi banyak yang menunjukan penurunan. Data pada hari Senin bahkan menunjukan pertumbuhan ekonomi yang kehilangan tenaga.
Diketahui penjualan ritel mengalami peningkatan sebesar 3,1% pada bulan Juni. Lalu melandai sejak bulan Desember pasca Beijing mencabut pembatasan mobilitas selama pandemi.Pengeluaran industri juga meningkat senilai 4,4% pada bulan Juni. Selain itu, investasi aset tetap naik 3,8% pada bulan Juni.
Untuk pengangguran dikalangan muda mencapai rekor tertinggi dengan rentang usia 16-24 tahun sebesar 21,3% pada bulan Juni. Hal tersebut menjadi rekor terbesar yang sebelumnya hanya 20,8% pada bulan Mei.</content:encoded></item></channel></rss>
