<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Bakal Panggil World Bank: Di Mana Kelemahan Indonesia?</title><description>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bakal memanggil World Bank untuk menanyakan kelemahan Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848171/luhut-bakal-panggil-world-bank-di-mana-kelemahan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848171/luhut-bakal-panggil-world-bank-di-mana-kelemahan-indonesia"/><item><title>Luhut Bakal Panggil World Bank: Di Mana Kelemahan Indonesia?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848171/luhut-bakal-panggil-world-bank-di-mana-kelemahan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848171/luhut-bakal-panggil-world-bank-di-mana-kelemahan-indonesia</guid><pubDate>Selasa 18 Juli 2023 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/18/320/2848171/luhut-bakal-panggil-world-bank-di-mana-kelemahan-indonesia-3nSNE1XqOx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut tanya world bank soal kelemahan Indonesia (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/18/320/2848171/luhut-bakal-panggil-world-bank-di-mana-kelemahan-indonesia-3nSNE1XqOx.jpg</image><title>Luhut tanya world bank soal kelemahan Indonesia (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMy8yLzE2NjExNS81L3g4a3c4bTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bakal memanggil World Bank untuk menanyakan kelemahan Indonesia. Hal ini menyusul adanya laporan logistics Performance Index (LPI) Indonesia pada 2023 mengalami penurunan signifikan.
Luhut mengatakan pemanggilan tersebut karena ia ingin mempertanyakan apa yang menjadi kelemahan Indonesia sehingga performa logistik Indonesia menurun.

BACA JUGA:
4 Perusahaan Tambang Batu Bara yang Ternyata Milik Luhut Binsar Pandjaitan


Sepeti diketahui performa logistik Indonesia mengalami penurunan 17 peringkat dari sebelumnya berada di peringkat ke-46 pada 2018 yang saat ini menjadi peringkat ke-63.
&quot;Nanti saya akan undang nanti World Bank. Saya akan tanya di mana kelemahan kita,&quot; kata Luhut dalam acara Bincang Stranas PK, Selasa (18/7/2023).

BACA JUGA:
Ternyata Ini Gedung Kantor Mewah di Segitiga Emas Jakarta Milik Luhut Binsar Pandjaitan


&quot;Supaya kita tahu dan bisa diperbaiki dan jangan bilang kita tiba tiba turun 17 peringkat dari 43 jadi 66. Eh di mana tell me,  kita harus transparan semua. We have then this this kau cari di mana?,&quot; tambahnya.
Menurut Luhut, hasil index tersebut tidak fair jika dibandingkan dengan data pelabuhan di Singapore yang menjadi peringkat pertama.
Hal tersebut lantaran kondisi pelabuhan di Indonesia sangat terlalu  banyak. Terlebih lagi banyak pelabuhan kecil-kecil yang menjadi sarang  penyelundupan.
&quot;Singapura peringkat pertama. Saya terus terang nggak fair juga dong  kamu nilai pelabuhan itu. Katakanlah 34 atau 116 pelabuhan.  Kita ini  angkanya banyak tergantung dengan Strata kualitas pelabuhannya. Kalau 34  pelabuh dan dan lainnya ya susah membandingkan nya,&quot; katanya.
Luhut pun mengakui bahwa ia tidak menutup kritikan dari pihak luar.  Akan tetapi dalam perbandingan dalam penilaiannya ya g perlu diperjelas  terkait di mana kelemahan Indonesia.
Pasalnya kata Luhut, dengan program digitalisasi yang sudah berjalan sejak 2020 telah menurunkan biaya losgistik hingga 8%.
&amp;ldquo;Jadi kita lakukan itu sehingga efisiensi pelabuhan jadi lebih cepat,&quot; katanya.
Sebelumnya, Bank Dunia menyebutkan bahwa posisi Logistics Performance  Index (LPI) Indonesia pada 2023 mengalami penurunan signifikan.
Data tersebut menunjukkan bahwa dari 139 negara, Indonesia menempati  peringkat ke-63 dengan penurunan skor dari 3,15 di tahun 2018 menjadi  3,0 di tahun 2023. Angka tersebut mengalami penurunan hingga 17  peringkat dari sebelumnya berada di peringkat ke-46 pada 2018.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMy8yLzE2NjExNS81L3g4a3c4bTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bakal memanggil World Bank untuk menanyakan kelemahan Indonesia. Hal ini menyusul adanya laporan logistics Performance Index (LPI) Indonesia pada 2023 mengalami penurunan signifikan.
Luhut mengatakan pemanggilan tersebut karena ia ingin mempertanyakan apa yang menjadi kelemahan Indonesia sehingga performa logistik Indonesia menurun.

BACA JUGA:
4 Perusahaan Tambang Batu Bara yang Ternyata Milik Luhut Binsar Pandjaitan


Sepeti diketahui performa logistik Indonesia mengalami penurunan 17 peringkat dari sebelumnya berada di peringkat ke-46 pada 2018 yang saat ini menjadi peringkat ke-63.
&quot;Nanti saya akan undang nanti World Bank. Saya akan tanya di mana kelemahan kita,&quot; kata Luhut dalam acara Bincang Stranas PK, Selasa (18/7/2023).

BACA JUGA:
Ternyata Ini Gedung Kantor Mewah di Segitiga Emas Jakarta Milik Luhut Binsar Pandjaitan


&quot;Supaya kita tahu dan bisa diperbaiki dan jangan bilang kita tiba tiba turun 17 peringkat dari 43 jadi 66. Eh di mana tell me,  kita harus transparan semua. We have then this this kau cari di mana?,&quot; tambahnya.
Menurut Luhut, hasil index tersebut tidak fair jika dibandingkan dengan data pelabuhan di Singapore yang menjadi peringkat pertama.
Hal tersebut lantaran kondisi pelabuhan di Indonesia sangat terlalu  banyak. Terlebih lagi banyak pelabuhan kecil-kecil yang menjadi sarang  penyelundupan.
&quot;Singapura peringkat pertama. Saya terus terang nggak fair juga dong  kamu nilai pelabuhan itu. Katakanlah 34 atau 116 pelabuhan.  Kita ini  angkanya banyak tergantung dengan Strata kualitas pelabuhannya. Kalau 34  pelabuh dan dan lainnya ya susah membandingkan nya,&quot; katanya.
Luhut pun mengakui bahwa ia tidak menutup kritikan dari pihak luar.  Akan tetapi dalam perbandingan dalam penilaiannya ya g perlu diperjelas  terkait di mana kelemahan Indonesia.
Pasalnya kata Luhut, dengan program digitalisasi yang sudah berjalan sejak 2020 telah menurunkan biaya losgistik hingga 8%.
&amp;ldquo;Jadi kita lakukan itu sehingga efisiensi pelabuhan jadi lebih cepat,&quot; katanya.
Sebelumnya, Bank Dunia menyebutkan bahwa posisi Logistics Performance  Index (LPI) Indonesia pada 2023 mengalami penurunan signifikan.
Data tersebut menunjukkan bahwa dari 139 negara, Indonesia menempati  peringkat ke-63 dengan penurunan skor dari 3,15 di tahun 2018 menjadi  3,0 di tahun 2023. Angka tersebut mengalami penurunan hingga 17  peringkat dari sebelumnya berada di peringkat ke-46 pada 2018.</content:encoded></item></channel></rss>
