<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Dugaan Ekspor Ilegal 5,3 Juta Ton Nikel ke China, Luhut: Tunggu Tanggal Mainnya</title><description>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angkat biacara soal adanya penyelundupan 5 juta ton nikel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848276/soal-dugaan-ekspor-ilegal-5-3-juta-ton-nikel-ke-china-luhut-tunggu-tanggal-mainnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848276/soal-dugaan-ekspor-ilegal-5-3-juta-ton-nikel-ke-china-luhut-tunggu-tanggal-mainnya"/><item><title>Soal Dugaan Ekspor Ilegal 5,3 Juta Ton Nikel ke China, Luhut: Tunggu Tanggal Mainnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848276/soal-dugaan-ekspor-ilegal-5-3-juta-ton-nikel-ke-china-luhut-tunggu-tanggal-mainnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848276/soal-dugaan-ekspor-ilegal-5-3-juta-ton-nikel-ke-china-luhut-tunggu-tanggal-mainnya</guid><pubDate>Selasa 18 Juli 2023 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/18/320/2848276/soal-dugaan-ekspor-ilegal-5-3-juta-ton-nikel-ke-china-luhut-tunggu-tanggal-mainnya-Hsuxw8K5SH.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/18/320/2848276/soal-dugaan-ekspor-ilegal-5-3-juta-ton-nikel-ke-china-luhut-tunggu-tanggal-mainnya-Hsuxw8K5SH.JPG</image><title>Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMC8xLzE2NzM4Mi81L3g4bHdyM2c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angkat biacara soal adanya penyelundupan 5 juta ton nikel asal Indonesia ke China.

Bahkan penyeludupan itu sudah dideteksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Luhut: Batam Jadi Sumber Penyelundupan karena Banyak Pelabuhan Kecil

Luhut kemudian meminta kepada KPK dan pihak yang terkait dengan persoalan tersebut untuk menelisik sumber dan dananya.

&quot;Jadi persoalan kita ini seperti ada 5 koma berapa juta ton nikel penyelundupan. Pak Firli kasih tau saya 'udah tau ini pak'. Memang saya sudah bilang usut daripada sumbernya, itu nggak susah. Nanti tunggu aja tanggal mainnya,&quot; kata Luhut dalam acara Bincang Stranas PK, Selasa (18/7/2023).

Luhut mengungkapkan kalau dalam proses penelusuran saat ini mudah lantaran adanya program digitalisasi yang telah diterapkan oleh pemerintah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Luhut ke Kongo Antar Proposal Jokowi soal Pembentukan Aliansi Hutan Tropis hingga Blok Migas

&quot;Di mana, siapa yang nerima dan pengirim, kapalnya apa, berangkat dari mana, kita trace. Sejak digitalisasi tidak ada yang tidak bisa di trace,&quot; katanya.

Kemudian saat ini pemerintah juga sudah membuat satgas laut untuk mengurangi mengurangi adanya pelabuhan tikus di Indonesia.



Hal tersebut lantaran banyak pelabuhan tikus yang menjadi sarang terjadinya penyelundupan.



Adapun dia menyebut saat ini kegiatan penyelundupan sudah mengalami penurunan yang drastis.



&quot;Kita sudah mulai batasi dan sangat berkurang dengan signifikan dan seluruh kegiatan itu, KPK terlibat,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMC8xLzE2NzM4Mi81L3g4bHdyM2c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angkat biacara soal adanya penyelundupan 5 juta ton nikel asal Indonesia ke China.

Bahkan penyeludupan itu sudah dideteksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Luhut: Batam Jadi Sumber Penyelundupan karena Banyak Pelabuhan Kecil

Luhut kemudian meminta kepada KPK dan pihak yang terkait dengan persoalan tersebut untuk menelisik sumber dan dananya.

&quot;Jadi persoalan kita ini seperti ada 5 koma berapa juta ton nikel penyelundupan. Pak Firli kasih tau saya 'udah tau ini pak'. Memang saya sudah bilang usut daripada sumbernya, itu nggak susah. Nanti tunggu aja tanggal mainnya,&quot; kata Luhut dalam acara Bincang Stranas PK, Selasa (18/7/2023).

Luhut mengungkapkan kalau dalam proses penelusuran saat ini mudah lantaran adanya program digitalisasi yang telah diterapkan oleh pemerintah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Luhut ke Kongo Antar Proposal Jokowi soal Pembentukan Aliansi Hutan Tropis hingga Blok Migas

&quot;Di mana, siapa yang nerima dan pengirim, kapalnya apa, berangkat dari mana, kita trace. Sejak digitalisasi tidak ada yang tidak bisa di trace,&quot; katanya.

Kemudian saat ini pemerintah juga sudah membuat satgas laut untuk mengurangi mengurangi adanya pelabuhan tikus di Indonesia.



Hal tersebut lantaran banyak pelabuhan tikus yang menjadi sarang terjadinya penyelundupan.



Adapun dia menyebut saat ini kegiatan penyelundupan sudah mengalami penurunan yang drastis.



&quot;Kita sudah mulai batasi dan sangat berkurang dengan signifikan dan seluruh kegiatan itu, KPK terlibat,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
