<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirut BPJS Kesehatan Akui Masih Ada RS yang Diskriminasi ke Peserta JKN</title><description>BPJS Kesehatan buka suara soal ada beberapa oknum rumah sakit (RS) yang melakukan diskriminasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848408/dirut-bpjs-kesehatan-akui-masih-ada-rs-yang-diskriminasi-ke-peserta-jkn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848408/dirut-bpjs-kesehatan-akui-masih-ada-rs-yang-diskriminasi-ke-peserta-jkn"/><item><title>Dirut BPJS Kesehatan Akui Masih Ada RS yang Diskriminasi ke Peserta JKN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848408/dirut-bpjs-kesehatan-akui-masih-ada-rs-yang-diskriminasi-ke-peserta-jkn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848408/dirut-bpjs-kesehatan-akui-masih-ada-rs-yang-diskriminasi-ke-peserta-jkn</guid><pubDate>Selasa 18 Juli 2023 16:07 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/18/320/2848408/dirut-bpjs-kesehatan-akui-masih-ada-rs-yang-diskriminasi-ke-peserta-jkn-XwlIKeW2Pq.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Dirut BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/18/320/2848408/dirut-bpjs-kesehatan-akui-masih-ada-rs-yang-diskriminasi-ke-peserta-jkn-XwlIKeW2Pq.JPG</image><title>Dirut BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMC8xLzE2NDc3NC81L3g4amxlbmI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - BPJS Kesehatan buka suara soal ada beberapa oknum rumah sakit (RS) yang melakukan diskriminasi kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menyebut jumlah RS yang pilih kasih sudah lebih sedikit jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BPJS Kesehatan Sebut Tak Ada Utang Lagi ke RS, Ini Buktinya

&quot;Waktu kami masuk di sini itu beberapa rumah sakit itu masih (diskriminasi), oknum ya ini, bukan kebanyakan RS, medskirimnasi. Tapi sekarang masih ada juga 1-2 rumah sakit, tetapi secara umum udah sangat berkurang,&quot; kata Ghufron dalam acara Public Expose Laporan Pengelolaan Program - Laporan Keuangan (LPP-LK) BPJS Kesehatan tahun 2022 di Jakarta, Selasa (18/7/2023).

Dia menjelaskan, saat ini BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan 23.730 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan 2.963 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apakah Melahirkan di Bidan Bisa Pakai BPJS Kesehatan?

&quot;Itu kurang lebih 64% adalah rumah sakit swasta, jadi lebih banyak rumah sakit swasta dibandingkan RS pemerintah yang kerjasama dengan BPJS,&quot; ungkapnya.

Sementara terkait dengan jumlah kunjungan, hingga tanggal 31 Desember 2022, terdapat 502,9 juta kunjungan pelayanan kesehatan, termasuk kunjungan sakit dan kunjungan sehat, atau setara dengan 1,4 juta kunjungan per hari.



Selain itu, pemanfaatan skrining kesehatan selama tahun 2022 mencapai 15,5 juta pemanfaatan skrining.



&quot;Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras kami dalam memenuhi kebutuhan peserta dalam mengakses layanan kesehatan yang berkualitas. Tentu hal ini juga didukung dari komitmen yang diberikan oleh mitra kerja BPJS Kesehatan dalam pemenuhan akses pelayanan kesehatan yang optimal,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMC8xLzE2NDc3NC81L3g4amxlbmI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - BPJS Kesehatan buka suara soal ada beberapa oknum rumah sakit (RS) yang melakukan diskriminasi kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menyebut jumlah RS yang pilih kasih sudah lebih sedikit jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BPJS Kesehatan Sebut Tak Ada Utang Lagi ke RS, Ini Buktinya

&quot;Waktu kami masuk di sini itu beberapa rumah sakit itu masih (diskriminasi), oknum ya ini, bukan kebanyakan RS, medskirimnasi. Tapi sekarang masih ada juga 1-2 rumah sakit, tetapi secara umum udah sangat berkurang,&quot; kata Ghufron dalam acara Public Expose Laporan Pengelolaan Program - Laporan Keuangan (LPP-LK) BPJS Kesehatan tahun 2022 di Jakarta, Selasa (18/7/2023).

Dia menjelaskan, saat ini BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan 23.730 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan 2.963 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apakah Melahirkan di Bidan Bisa Pakai BPJS Kesehatan?

&quot;Itu kurang lebih 64% adalah rumah sakit swasta, jadi lebih banyak rumah sakit swasta dibandingkan RS pemerintah yang kerjasama dengan BPJS,&quot; ungkapnya.

Sementara terkait dengan jumlah kunjungan, hingga tanggal 31 Desember 2022, terdapat 502,9 juta kunjungan pelayanan kesehatan, termasuk kunjungan sakit dan kunjungan sehat, atau setara dengan 1,4 juta kunjungan per hari.



Selain itu, pemanfaatan skrining kesehatan selama tahun 2022 mencapai 15,5 juta pemanfaatan skrining.



&quot;Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras kami dalam memenuhi kebutuhan peserta dalam mengakses layanan kesehatan yang berkualitas. Tentu hal ini juga didukung dari komitmen yang diberikan oleh mitra kerja BPJS Kesehatan dalam pemenuhan akses pelayanan kesehatan yang optimal,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
