<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesejahteraan Meningkat, Jumlah Penduduk Miskin di Jateng Turun 66,73 Ribu Jiwa</title><description>Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah (Jateng) turun karena meningkatnya kesejahteraan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848434/kesejahteraan-meningkat-jumlah-penduduk-miskin-di-jateng-turun-66-73-ribu-jiwa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848434/kesejahteraan-meningkat-jumlah-penduduk-miskin-di-jateng-turun-66-73-ribu-jiwa"/><item><title>Kesejahteraan Meningkat, Jumlah Penduduk Miskin di Jateng Turun 66,73 Ribu Jiwa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848434/kesejahteraan-meningkat-jumlah-penduduk-miskin-di-jateng-turun-66-73-ribu-jiwa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/18/320/2848434/kesejahteraan-meningkat-jumlah-penduduk-miskin-di-jateng-turun-66-73-ribu-jiwa</guid><pubDate>Selasa 18 Juli 2023 16:39 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/18/320/2848434/kesejahteraan-meningkat-jumlah-penduduk-miskin-di-jateng-turun-66-73-ribu-jiwa-eyMIjc6YHy.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kemiskinan Jateng turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/18/320/2848434/kesejahteraan-meningkat-jumlah-penduduk-miskin-di-jateng-turun-66-73-ribu-jiwa-eyMIjc6YHy.jpeg</image><title>Kemiskinan Jateng turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMS8xLzE2Nzk2NS81L3g4bWZpZXA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah (Jateng) turun karena meningkatnya kesejahteraan. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada Maret 2023 tercatat 3,79 juta orang.
Kepala BPS Jateng Dadang Hardiwan mengatakan, jumlah tersebut mengalami penurunan hingga 66,73 ribu orang bila dibandingkan September 2022. Dan turun 39,94 ribu orang bila dibandingkan Maret 2022.

BACA JUGA:
Garis Kemiskinan di Wilayah Perkotaan Naik 3,07%


Di mana secara persentase angka tersebut mengalami penurunan menjadi 10,77% atau turun 0,21% poin bila dibanding September 2022 yang mencapai 10,98% atau 3,86 juta orang.
Dadang mengatakan, catatan positif perbaikan ekonomi, membawa tingkat penurunan kemiskinan mendekati saat sebelum pandemi Covid-19.

BACA JUGA:
Garis Kemiskinan di RI Naik, Penghasilan Rp550.458 Masuk Kategori Miskin


&quot;Jumlah penduduk miskin Jateng Maret 2023 sebesar 3,79 juta orang. Atau turun 66,73 ribu orang bila dibandingkan September 2022. Dan turun 39,94 ribu orang bila dibandingkan Maret 2022,&quot; ucapnya, Selasa (18/7/2023).
Dadang menambahkan seiring dengan meredanya pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi, kemiskinan di Jateng terus berangsur turun.
Selain itu, selama periode September 2022 sampai Maret 2023 tingkat  inflasi cenderung rendah, berada pada 1,30%. Sedangkan pada Maret  2022-September 2022 inflasi menyentuh 3,60%.
Nilai Tukar Petani juga mengalami peningkatan pada Maret 2023 sebesar 107,52 dibandingkan September 2022 sebesar 105,97.
Selain itu, produksi padi pada Triwulan I 2023 mencapai 3,28 juta ton  Gabah Kering Giling (GKG), naik sebesar 1,10 juta ton, dibanding  produksi padi Triwulan III 2022 sebanyak 2,18 juta ton GKG.
&quot;Hasil catatan kami, yang memberikan pengaruh kepada kesejahteraan  masyarakat, seperti penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT), pada  Februari 2023 sebesar 5,24%, lebih rendah dibanding Februari 2022  sebesar 5,75%,&quot; urainya.
Terkait metodologi pengukuran kemiskinan, Dadang menyebut menggunakan  Basic Needs Approach. Melalui pendekatan ini, kemiskinan dipandang  sebagai ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan  makanan yang diukur menurut garis kemiskinan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMS8xLzE2Nzk2NS81L3g4bWZpZXA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah (Jateng) turun karena meningkatnya kesejahteraan. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada Maret 2023 tercatat 3,79 juta orang.
Kepala BPS Jateng Dadang Hardiwan mengatakan, jumlah tersebut mengalami penurunan hingga 66,73 ribu orang bila dibandingkan September 2022. Dan turun 39,94 ribu orang bila dibandingkan Maret 2022.

BACA JUGA:
Garis Kemiskinan di Wilayah Perkotaan Naik 3,07%


Di mana secara persentase angka tersebut mengalami penurunan menjadi 10,77% atau turun 0,21% poin bila dibanding September 2022 yang mencapai 10,98% atau 3,86 juta orang.
Dadang mengatakan, catatan positif perbaikan ekonomi, membawa tingkat penurunan kemiskinan mendekati saat sebelum pandemi Covid-19.

BACA JUGA:
Garis Kemiskinan di RI Naik, Penghasilan Rp550.458 Masuk Kategori Miskin


&quot;Jumlah penduduk miskin Jateng Maret 2023 sebesar 3,79 juta orang. Atau turun 66,73 ribu orang bila dibandingkan September 2022. Dan turun 39,94 ribu orang bila dibandingkan Maret 2022,&quot; ucapnya, Selasa (18/7/2023).
Dadang menambahkan seiring dengan meredanya pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi, kemiskinan di Jateng terus berangsur turun.
Selain itu, selama periode September 2022 sampai Maret 2023 tingkat  inflasi cenderung rendah, berada pada 1,30%. Sedangkan pada Maret  2022-September 2022 inflasi menyentuh 3,60%.
Nilai Tukar Petani juga mengalami peningkatan pada Maret 2023 sebesar 107,52 dibandingkan September 2022 sebesar 105,97.
Selain itu, produksi padi pada Triwulan I 2023 mencapai 3,28 juta ton  Gabah Kering Giling (GKG), naik sebesar 1,10 juta ton, dibanding  produksi padi Triwulan III 2022 sebanyak 2,18 juta ton GKG.
&quot;Hasil catatan kami, yang memberikan pengaruh kepada kesejahteraan  masyarakat, seperti penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT), pada  Februari 2023 sebesar 5,24%, lebih rendah dibanding Februari 2022  sebesar 5,75%,&quot; urainya.
Terkait metodologi pengukuran kemiskinan, Dadang menyebut menggunakan  Basic Needs Approach. Melalui pendekatan ini, kemiskinan dipandang  sebagai ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan  makanan yang diukur menurut garis kemiskinan.</content:encoded></item></channel></rss>
