<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik karena Ketatnya Pasokan Rusia</title><description>Harga minyak dunia naik di awal perdagangan Asia pada Rabu pagi.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/19/320/2848701/harga-minyak-dunia-naik-karena-ketatnya-pasokan-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/19/320/2848701/harga-minyak-dunia-naik-karena-ketatnya-pasokan-rusia"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik karena Ketatnya Pasokan Rusia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/19/320/2848701/harga-minyak-dunia-naik-karena-ketatnya-pasokan-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/19/320/2848701/harga-minyak-dunia-naik-karena-ketatnya-pasokan-rusia</guid><pubDate>Rabu 19 Juli 2023 08:46 WIB</pubDate><dc:creator>Sri Kurnia Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/19/320/2848701/harga-minyak-dunia-naik-karena-ketatnya-pasokan-rusia-lWcAX7F8Wu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/19/320/2848701/harga-minyak-dunia-naik-karena-ketatnya-pasokan-rusia-lWcAX7F8Wu.jpg</image><title>Harga minyak dunia (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia naik di awal perdagangan Asia pada Rabu pagi. Harga minyak mentah didorong oleh janji China untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pasokan yang lebih ketat dari Rusia dan penurunan mingguan persediaan minyak mentah AS.
Dilansir dari Antara, Rabu (19/7/2023), harga minyak mentah berjangka Brent terkerek 9 sen atau 0,1%, menjadi diperdagangkan di USD79,72 per barel pada pukul 00.10 GMT. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS stabil di USD75,75 per barel.

BACA JUGA:
Produksi Minyak RI Makin Turun di Semester I-2023, Jauh dari 1 Juta Barel

Perencana ekonomi top China berjanji pada Selasa (18/7/2023) bahwa mereka akan meluncurkan kebijakan untuk &quot;memulihkan dan memperluas&quot; konsumsi di ekonomi terbesar kedua di dunia karena daya beli konsumen tetap lemah.
Rusia akan mengurangi ekspor minyaknya sebesar 2,1 juta ton pada kuartal ketiga sejalan dengan rencana pemotongan ekspor sukarela sebesar 500.000 barel per hari pada Agustus, menurut kementerian energi.

BACA JUGA:
Harga Minyak Anjlok 1,5% setelah Pertumbuhan Ekonomi China di Bawah Ekspektasi

&quot;Minyak mentah naik di tengah tanda-tanda pengetatan lebih lanjut di seluruh pasar. Rusia tampaknya menepati janjinya untuk mengurangi pasokan,&quot; kata ANZ Research dalam catatan klien pada Rabu.
Persediaan minyak mentah, bensin, dan sulingan AS semuanya turun minggu lalu, menurut sumber pasar yang mengutip angka dari American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok industri, pada Selasa (18/7/2023), dengan stok minyak mentah turun sekitar 800.000 barel.
Pasar mengharapkan laporan persediaan mingguan oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu nanti yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan lebih lanjut dalam persediaan minyak mentah AS, memberikan beberapa dukungan lebih untuk harga, tambah catatan ANZ.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia naik di awal perdagangan Asia pada Rabu pagi. Harga minyak mentah didorong oleh janji China untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pasokan yang lebih ketat dari Rusia dan penurunan mingguan persediaan minyak mentah AS.
Dilansir dari Antara, Rabu (19/7/2023), harga minyak mentah berjangka Brent terkerek 9 sen atau 0,1%, menjadi diperdagangkan di USD79,72 per barel pada pukul 00.10 GMT. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS stabil di USD75,75 per barel.

BACA JUGA:
Produksi Minyak RI Makin Turun di Semester I-2023, Jauh dari 1 Juta Barel

Perencana ekonomi top China berjanji pada Selasa (18/7/2023) bahwa mereka akan meluncurkan kebijakan untuk &quot;memulihkan dan memperluas&quot; konsumsi di ekonomi terbesar kedua di dunia karena daya beli konsumen tetap lemah.
Rusia akan mengurangi ekspor minyaknya sebesar 2,1 juta ton pada kuartal ketiga sejalan dengan rencana pemotongan ekspor sukarela sebesar 500.000 barel per hari pada Agustus, menurut kementerian energi.

BACA JUGA:
Harga Minyak Anjlok 1,5% setelah Pertumbuhan Ekonomi China di Bawah Ekspektasi

&quot;Minyak mentah naik di tengah tanda-tanda pengetatan lebih lanjut di seluruh pasar. Rusia tampaknya menepati janjinya untuk mengurangi pasokan,&quot; kata ANZ Research dalam catatan klien pada Rabu.
Persediaan minyak mentah, bensin, dan sulingan AS semuanya turun minggu lalu, menurut sumber pasar yang mengutip angka dari American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok industri, pada Selasa (18/7/2023), dengan stok minyak mentah turun sekitar 800.000 barel.
Pasar mengharapkan laporan persediaan mingguan oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu nanti yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan lebih lanjut dalam persediaan minyak mentah AS, memberikan beberapa dukungan lebih untuk harga, tambah catatan ANZ.</content:encoded></item></channel></rss>
