<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Longsor, Tol Cisumdawu Pakai Teknologi Geofoam</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memanfaatkan teknologi khusus Geofoam Expandend Polystyrene.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/19/320/2848857/antisipasi-longsor-tol-cisumdawu-pakai-teknologi-geofoam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/19/320/2848857/antisipasi-longsor-tol-cisumdawu-pakai-teknologi-geofoam"/><item><title>Antisipasi Longsor, Tol Cisumdawu Pakai Teknologi Geofoam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/19/320/2848857/antisipasi-longsor-tol-cisumdawu-pakai-teknologi-geofoam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/19/320/2848857/antisipasi-longsor-tol-cisumdawu-pakai-teknologi-geofoam</guid><pubDate>Rabu 19 Juli 2023 18:04 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/19/320/2848857/antisipasi-longsor-tol-cisumdawu-pakai-teknologi-geofoam-mKC34ROdQJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan tol Cisumdawu (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/19/320/2848857/antisipasi-longsor-tol-cisumdawu-pakai-teknologi-geofoam-mKC34ROdQJ.jpg</image><title>Jalan tol Cisumdawu (Foto: PUPR)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMS80LzE2Nzk4Mi81L3g4bWZ0bjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memanfaatkan teknologi khusus Geofoam Expandend Polystyrene (EPS) dengan kepadatan tinggi di jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

BACA JUGA:
Tol Cisumdawu Ubah Peta Jalur Mudik, GT Cikampek Utama Tak Lagi Jadi Biang Kemacetan

Sebagaimana diketahui, Tol Cisumdawu yang baru saja diresmikan minggu lalu tersebut teridentifikasi memiliki &amp;lsquo;tanah labil&amp;rsquo; di Seksi 5A, Legok&amp;mdash;Ujung Jaya (14,9KM).
Dikutip dari akun Instagram @kemenpupr (19/7/2023), tanah labil yang dimaksud berisiko longsor. Sehingga diperlukan upaya preventif yang salah satunya adalah memanfaatkan teknologi Geofoam EPS berkepadatan tinggi.

BACA JUGA:
Tol Cisumdawu Beroperasi, GT Cikarang Utama Tak Lagi Jadi Biang Kemacetan

Berikut kelebihan yang didapat dari penggunaan Teknologi Geofoam EPS:
&amp;middot;         Relatif lebih murah (untuk timbunan penanganan khusus)
&amp;middot;         Waktu pengerjaan cepat
&amp;middot;         Hemat lahan (dapat dilaksanakan relatif tegak)
&amp;middot;         Produksi dalam negeri (tingkat komponen dalam negeri 43,21%)
&amp;middot;         Dapat dikerjakan tanpa keahlian khusus
Adapun kekurangannya adalah sebagai berikut:
&amp;middot; Rawan terapung
&amp;middot; Relatif mahal dibanding timbunan biasa
&amp;middot; Bahan rentan terhadap minyak dan suhu yang panas
&amp;middot; Vendor dan kapasitas produksi terbatas 3 vendor kapasitas 950 m&amp;sup2;/hari)
&amp;middot; Perlu pengawalan dalam pelaksanaan (teknologi baru)
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xMS80LzE2Nzk4Mi81L3g4bWZ0bjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memanfaatkan teknologi khusus Geofoam Expandend Polystyrene (EPS) dengan kepadatan tinggi di jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

BACA JUGA:
Tol Cisumdawu Ubah Peta Jalur Mudik, GT Cikampek Utama Tak Lagi Jadi Biang Kemacetan

Sebagaimana diketahui, Tol Cisumdawu yang baru saja diresmikan minggu lalu tersebut teridentifikasi memiliki &amp;lsquo;tanah labil&amp;rsquo; di Seksi 5A, Legok&amp;mdash;Ujung Jaya (14,9KM).
Dikutip dari akun Instagram @kemenpupr (19/7/2023), tanah labil yang dimaksud berisiko longsor. Sehingga diperlukan upaya preventif yang salah satunya adalah memanfaatkan teknologi Geofoam EPS berkepadatan tinggi.

BACA JUGA:
Tol Cisumdawu Beroperasi, GT Cikarang Utama Tak Lagi Jadi Biang Kemacetan

Berikut kelebihan yang didapat dari penggunaan Teknologi Geofoam EPS:
&amp;middot;         Relatif lebih murah (untuk timbunan penanganan khusus)
&amp;middot;         Waktu pengerjaan cepat
&amp;middot;         Hemat lahan (dapat dilaksanakan relatif tegak)
&amp;middot;         Produksi dalam negeri (tingkat komponen dalam negeri 43,21%)
&amp;middot;         Dapat dikerjakan tanpa keahlian khusus
Adapun kekurangannya adalah sebagai berikut:
&amp;middot; Rawan terapung
&amp;middot; Relatif mahal dibanding timbunan biasa
&amp;middot; Bahan rentan terhadap minyak dan suhu yang panas
&amp;middot; Vendor dan kapasitas produksi terbatas 3 vendor kapasitas 950 m&amp;sup2;/hari)
&amp;middot; Perlu pengawalan dalam pelaksanaan (teknologi baru)
</content:encoded></item></channel></rss>
