<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPJS Kesehatan Bakal Naikkan Biaya Iuran, Ini Alasannya</title><description>BPJS Kesehatan akan menaikkan biaya iuran pada tahun 2025.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/20/320/2848913/bpjs-kesehatan-bakal-naikkan-biaya-iuran-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/20/320/2848913/bpjs-kesehatan-bakal-naikkan-biaya-iuran-ini-alasannya"/><item><title>BPJS Kesehatan Bakal Naikkan Biaya Iuran, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/20/320/2848913/bpjs-kesehatan-bakal-naikkan-biaya-iuran-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/20/320/2848913/bpjs-kesehatan-bakal-naikkan-biaya-iuran-ini-alasannya</guid><pubDate>Kamis 20 Juli 2023 08:05 WIB</pubDate><dc:creator>Azahra Kaulika Irawansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/19/320/2848913/bpjs-kesehatan-bakal-naikkan-biaya-iuran-ini-alasannya-Oq3mtpSXBZ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/19/320/2848913/bpjs-kesehatan-bakal-naikkan-biaya-iuran-ini-alasannya-Oq3mtpSXBZ.jpeg</image><title>BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC8yMC8xNjUzNDcvNS94OGs3MHJ0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; BPJS Kesehatan akan menaikkan biaya iuran pada tahun 2025. Hal ini sedang dipertimbangkan oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada Juli 2025.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh DJSN, BPJS itu memiliki kemungkinan untuk mengalami defisit sebesar Rp11 triliun pada 2025 bila nominal iuran tidak dinaikkan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik di 2025, Ini Alasannya

&quot;Jadi sebelum itu tentu kita perlu lakukan persiapan sebelum betul-betul defisit tidak seperti yang sebelumnya. Juli 2025 (penyesuaian iuran),&quot; kata Muttaqien saat ditemui di Kantor Pusat BPJS Kesehatan.

Muttaqien juga menjelaskan, jika melalui perhitungannya dengan nominal iuran BPJS yang sekarang diterapkan dan aset neto yang ada, hingga tahun 2024 dipastikan dalam kondisi aman.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Simak Ya! Ini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Sebelum Usia 56 Tahun

Aset neto dana jaminan sosial (DJS) Kesehatan tahun 2022 mengalami peningkatan mencapai Rp56,51 triliun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp38,76 triliun.

&quot;Sampai 2023 masih aman. Dengan iuran BPJS yang sekarang terkumpul dan aset neto yang ada, itu masih aman, tidak perlu kenaikan. Di tahun 2024, kita kaji masih aman, tidak perlu kenaikan. Tapi, kami itung lagi kalau kira-kira sampai 2024 aman, kapan perlu naik? kami itung lagi, sekitar 1 Juli atau agustus 2025,&quot; katanya.



Dalam hal ini, DJSN sendiri belum membahas seberapa besar kenaikan iuran yang akan terjadi. Menurut Muttaqien, besar kenaikkan iuran akan bergantung pada beberapa faktor. Salah satunya adalah jumlah rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan itu sendiri.



&quot;Kami punya target 2024 ada 3.083 RS yang dikontrak, itu target dari DJSN untuk BPJS Kesehatan,&quot; ungkapnya.



Baca Juga: Alasan Iuran BPJS Kesehatan Naik pada 2025

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC8yMC8xNjUzNDcvNS94OGs3MHJ0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; BPJS Kesehatan akan menaikkan biaya iuran pada tahun 2025. Hal ini sedang dipertimbangkan oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada Juli 2025.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh DJSN, BPJS itu memiliki kemungkinan untuk mengalami defisit sebesar Rp11 triliun pada 2025 bila nominal iuran tidak dinaikkan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik di 2025, Ini Alasannya

&quot;Jadi sebelum itu tentu kita perlu lakukan persiapan sebelum betul-betul defisit tidak seperti yang sebelumnya. Juli 2025 (penyesuaian iuran),&quot; kata Muttaqien saat ditemui di Kantor Pusat BPJS Kesehatan.

Muttaqien juga menjelaskan, jika melalui perhitungannya dengan nominal iuran BPJS yang sekarang diterapkan dan aset neto yang ada, hingga tahun 2024 dipastikan dalam kondisi aman.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Simak Ya! Ini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Sebelum Usia 56 Tahun

Aset neto dana jaminan sosial (DJS) Kesehatan tahun 2022 mengalami peningkatan mencapai Rp56,51 triliun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp38,76 triliun.

&quot;Sampai 2023 masih aman. Dengan iuran BPJS yang sekarang terkumpul dan aset neto yang ada, itu masih aman, tidak perlu kenaikan. Di tahun 2024, kita kaji masih aman, tidak perlu kenaikan. Tapi, kami itung lagi kalau kira-kira sampai 2024 aman, kapan perlu naik? kami itung lagi, sekitar 1 Juli atau agustus 2025,&quot; katanya.



Dalam hal ini, DJSN sendiri belum membahas seberapa besar kenaikan iuran yang akan terjadi. Menurut Muttaqien, besar kenaikkan iuran akan bergantung pada beberapa faktor. Salah satunya adalah jumlah rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan itu sendiri.



&quot;Kami punya target 2024 ada 3.083 RS yang dikontrak, itu target dari DJSN untuk BPJS Kesehatan,&quot; ungkapnya.



Baca Juga: Alasan Iuran BPJS Kesehatan Naik pada 2025

</content:encoded></item></channel></rss>
