<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harganya Makin Mahal, Kini Jepang Bikin Pupuk dari Kotoran Manusia! Bikin Subur Tanaman</title><description>Harga pupuk yang semakin mahal membuat Jepang memutar otak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/20/320/2849210/harganya-makin-mahal-kini-jepang-bikin-pupuk-dari-kotoran-manusia-bikin-subur-tanaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/20/320/2849210/harganya-makin-mahal-kini-jepang-bikin-pupuk-dari-kotoran-manusia-bikin-subur-tanaman"/><item><title>Harganya Makin Mahal, Kini Jepang Bikin Pupuk dari Kotoran Manusia! Bikin Subur Tanaman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/20/320/2849210/harganya-makin-mahal-kini-jepang-bikin-pupuk-dari-kotoran-manusia-bikin-subur-tanaman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/20/320/2849210/harganya-makin-mahal-kini-jepang-bikin-pupuk-dari-kotoran-manusia-bikin-subur-tanaman</guid><pubDate>Kamis 20 Juli 2023 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/20/320/2849210/harganya-makin-mahal-kini-jepang-bikin-pupuk-dari-kotoran-manusia-bikin-subur-tanaman-GpfyBAjPiN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga pupuk mahal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/20/320/2849210/harganya-makin-mahal-kini-jepang-bikin-pupuk-dari-kotoran-manusia-bikin-subur-tanaman-GpfyBAjPiN.jpg</image><title>Harga pupuk mahal (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNS8xLzE2NzgyNy81L3g4bWFnejg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga pupuk yang semakin mahal membuat Jepang memutar otak. Bahkan Jepang menjadikan kotoran manusia sebagai bahan pembuat pupuk.
Murah, ramah lingkungan, dan sudah menjadi tradisi berabad-abad. Itulah alasan Jepang memanfaatkan &amp;ldquo;shimogoe&amp;rdquo;, alias &amp;ldquo;pupuk dari kotoran manusia&amp;rdquo;, setelah perang Rusia-Ukraina membuat harga pupuk kimia melambung.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Buka-bukaan Penyebab Harga Pupuk Mahal


Kenichi Ryose, manajer pabrik di Pusat Biomassa Miura, mengatakan bahwa mereka memproduksi 500 ton pupuk kotoran manusia setiap tahunnya.
&quot;Pupuk ini seharga 100 yen per kantong, harganya sangat terjangkau. Saya dengar pupuk ini sangat bagus untuk menyuburkan sayuran berdaun. Saya ingin lebih banyak petani menggunakannya,&quot; kata Kenichi dilansir dari VOA, Kamis (20/7/2023).

BACA JUGA:
Petani Ngeluh Harga Pupuk Subsidi Mahal Dijual di Atas HET hingga Dibatasi


Pemanfaatan feses manusia untuk menyuburkan tanaman pernah menjadi praktek yang lazim di Jepang, layaknya di berbagai belahan dunia lainnya. Namun, popularitas pupuk itu sempat menurun sejak ditemukannya sistem dan pabrik pengolahan limbah, serta pupuk kimia.
Sekitar satu dekade yang lalu, berbagai pabrik pengolahan limbah di Jepang tertarik untuk membangkitkan kembali upaya mengurangi pembuangan residu limbah cair, sebuah proses yang mahal dan berpotensi merusak lingkungan. Antusiasme mereka sempat memudar, sampai akhirnya Rusia menginvasi Ukraina, yang mengakibatkan harga pupuk kimia meroket.
Kondisi ini menjadi peluang emas bagi sebuah pabrik di kota Tome di  utara Jepang, di mana volume penjualan shimogoe naik setiap tahunnya  hingga mencapai 160 persen pada Maret 2023. Tahun ini menjadi pertama  kalinya pupuk kotoran manusia produksi pabrik Tome ludes terjual sejak  mereka beroperasi pada tahun 2010.
&amp;ldquo;Pupuk kami populer karena harganya murah, sehingga membantu para  petani memangkas biaya [dari pupuk kimia] yang harganya melonjak,&amp;rdquo;  ungkap wakil direktur pabrik Tome Toshiaki Kato kepada AFP. &amp;ldquo;Pupuk kami  juga ramah lingkungan,&amp;rdquo; lanjutnya.
Terbuat dari kombinasi residu limbah cair dari tangki septik dan  kotoran manusia dari tangki pembuangan bawah tanah, pupuk feses  dibandrol dengan harga 160 yen (sekitar Rp17.000) per 15 kilogram. Angka  tersebut hanya sekitar sepersepuluh dari harga pupuk yang terbuat dari  bahan baku impor.
Para pegawai pabrik di kota Saga, barat daya Jepang, juga melaporkan  bahwa penjualan pupuk feses produksi mereka naik hingga dua atau tiga  kali lipat dari biasanya.
Menurut spesialis pupuk Arata Kobayashi, shimogoe adalah pupuk utama  yang digunakan pada zaman Edo di Jepang. Pada awal abad ke-18, satu juta  penduduk Tokyo&amp;mdash;yang dulu bernama Edo&amp;mdash;&amp;ldquo;menghasilkan&amp;rdquo; sekitar 500.000 ton  pupuk kotoran manusia per tahun.
Pengolahan pupuk kotoran manusia kala itu adalah sebuah bisnis besar  yang melibatkan pengumpul, pengangkut, dan petani, &amp;ldquo;dan mereka semua  mendapat manfaat dari sistem itu. Mereka menciptakan proses daur ulang  kotoran manusia menjadi pupuk secara tidak sengaja. Pupuk itu adalah  hasil usaha pihak-pihak yang cenderung ingin mengejar keuntungan,&amp;rdquo; kata  Kobayashi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNS8xLzE2NzgyNy81L3g4bWFnejg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga pupuk yang semakin mahal membuat Jepang memutar otak. Bahkan Jepang menjadikan kotoran manusia sebagai bahan pembuat pupuk.
Murah, ramah lingkungan, dan sudah menjadi tradisi berabad-abad. Itulah alasan Jepang memanfaatkan &amp;ldquo;shimogoe&amp;rdquo;, alias &amp;ldquo;pupuk dari kotoran manusia&amp;rdquo;, setelah perang Rusia-Ukraina membuat harga pupuk kimia melambung.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Buka-bukaan Penyebab Harga Pupuk Mahal


Kenichi Ryose, manajer pabrik di Pusat Biomassa Miura, mengatakan bahwa mereka memproduksi 500 ton pupuk kotoran manusia setiap tahunnya.
&quot;Pupuk ini seharga 100 yen per kantong, harganya sangat terjangkau. Saya dengar pupuk ini sangat bagus untuk menyuburkan sayuran berdaun. Saya ingin lebih banyak petani menggunakannya,&quot; kata Kenichi dilansir dari VOA, Kamis (20/7/2023).

BACA JUGA:
Petani Ngeluh Harga Pupuk Subsidi Mahal Dijual di Atas HET hingga Dibatasi


Pemanfaatan feses manusia untuk menyuburkan tanaman pernah menjadi praktek yang lazim di Jepang, layaknya di berbagai belahan dunia lainnya. Namun, popularitas pupuk itu sempat menurun sejak ditemukannya sistem dan pabrik pengolahan limbah, serta pupuk kimia.
Sekitar satu dekade yang lalu, berbagai pabrik pengolahan limbah di Jepang tertarik untuk membangkitkan kembali upaya mengurangi pembuangan residu limbah cair, sebuah proses yang mahal dan berpotensi merusak lingkungan. Antusiasme mereka sempat memudar, sampai akhirnya Rusia menginvasi Ukraina, yang mengakibatkan harga pupuk kimia meroket.
Kondisi ini menjadi peluang emas bagi sebuah pabrik di kota Tome di  utara Jepang, di mana volume penjualan shimogoe naik setiap tahunnya  hingga mencapai 160 persen pada Maret 2023. Tahun ini menjadi pertama  kalinya pupuk kotoran manusia produksi pabrik Tome ludes terjual sejak  mereka beroperasi pada tahun 2010.
&amp;ldquo;Pupuk kami populer karena harganya murah, sehingga membantu para  petani memangkas biaya [dari pupuk kimia] yang harganya melonjak,&amp;rdquo;  ungkap wakil direktur pabrik Tome Toshiaki Kato kepada AFP. &amp;ldquo;Pupuk kami  juga ramah lingkungan,&amp;rdquo; lanjutnya.
Terbuat dari kombinasi residu limbah cair dari tangki septik dan  kotoran manusia dari tangki pembuangan bawah tanah, pupuk feses  dibandrol dengan harga 160 yen (sekitar Rp17.000) per 15 kilogram. Angka  tersebut hanya sekitar sepersepuluh dari harga pupuk yang terbuat dari  bahan baku impor.
Para pegawai pabrik di kota Saga, barat daya Jepang, juga melaporkan  bahwa penjualan pupuk feses produksi mereka naik hingga dua atau tiga  kali lipat dari biasanya.
Menurut spesialis pupuk Arata Kobayashi, shimogoe adalah pupuk utama  yang digunakan pada zaman Edo di Jepang. Pada awal abad ke-18, satu juta  penduduk Tokyo&amp;mdash;yang dulu bernama Edo&amp;mdash;&amp;ldquo;menghasilkan&amp;rdquo; sekitar 500.000 ton  pupuk kotoran manusia per tahun.
Pengolahan pupuk kotoran manusia kala itu adalah sebuah bisnis besar  yang melibatkan pengumpul, pengangkut, dan petani, &amp;ldquo;dan mereka semua  mendapat manfaat dari sistem itu. Mereka menciptakan proses daur ulang  kotoran manusia menjadi pupuk secara tidak sengaja. Pupuk itu adalah  hasil usaha pihak-pihak yang cenderung ingin mengejar keuntungan,&amp;rdquo; kata  Kobayashi.</content:encoded></item></channel></rss>
