<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih BTN Syariah Naik 50% Jadi Rp281,21 Miliar di Semester I-2023</title><description>Laba bersih Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN (BTN Syariah) naik 50% menjadi Rp281,21 miliar pada semester I 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/278/2849900/laba-bersih-btn-syariah-naik-50-jadi-rp281-21-miliar-di-semester-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/278/2849900/laba-bersih-btn-syariah-naik-50-jadi-rp281-21-miliar-di-semester-i-2023"/><item><title>Laba Bersih BTN Syariah Naik 50% Jadi Rp281,21 Miliar di Semester I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/278/2849900/laba-bersih-btn-syariah-naik-50-jadi-rp281-21-miliar-di-semester-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/278/2849900/laba-bersih-btn-syariah-naik-50-jadi-rp281-21-miliar-di-semester-i-2023</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/21/278/2849900/laba-bersih-btn-syariah-naik-50-jadi-rp281-21-miliar-di-semester-i-2023-1xiIZKS9Er.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba BTN syariah naik 50% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/21/278/2849900/laba-bersih-btn-syariah-naik-50-jadi-rp281-21-miliar-di-semester-i-2023-1xiIZKS9Er.jpg</image><title>Laba BTN syariah naik 50% (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wNS80LzE1MTUyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Laba bersih Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN (BTN Syariah) naik 50% menjadi Rp281,21 miliar pada semester I 2023. Pada periode yang sama tahun lalu, laba BTN Syariah tercatat sebesar Rp190,90 miliar.
&amp;ldquo;Kinerja keuangan semester satu tahun ini memang lebih menantang. Kami optimistis hingga akhir tahun 2023 tetap mampu membukukan kinerja keuangan yang positif sesuai target yang telah ditetapkan. Kami juga masih terus berproses membangun Bank BTN yang lebih modern dan kekinian,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangannya, Jumat (21/7/2023).

BACA JUGA:
Bank BTN Raih Penghargaan FinanceAsia 23rd Best Companies in Asia Award


Nixon menjelaskan, capaian positif BTN Syariah tersebut didukung pertumbuhan bisnis yang stabil. Pada semester I/2023, pembiayaan syariah tercatat tumbuh sekitar 16% menjadi Rp33,90 triliun dibandingkan akhir Juni 2022 sebesar Rp29,24 triliun.
Sementara total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BTN Syariah sepanjang semester I/2023 mencapai Rp34,93 triliun tumbuh 14,56% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp30,49 triliun. Dengan capaian tersebut, aset BTN Syariah berhasil tumbuh 14,69% menjadi Rp46,27 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp40,35 triliun.

BACA JUGA:
HUT DKI Jakarta, BTN Jakarta Run 2023 Siap Digelar 


Di sisi lain, BTN mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai sekitar Rp308 triliun sepanjang semester I 2023. Perolehan tersebut tumbuh 7,52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp286,15 triliun.
Nixon mengungkapkan, penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan pada semester I/2023. Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Juni 2023 mencapai Rp269,48 triliun.
Dari jumlah tersebut KPR Subsidi pada semester I/2023 masih menjadi  kontribusi terbesar dengan nilai mencapai Rp152,17 triliun tumbuh 10,86%  dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp137,25 triliun.  Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 6,49% menjadi Rp90,83 triliun pada  semester I/2023 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar  Rp85,30 triliun.
&amp;ldquo;Kami memacu kredit dengan  sangat memperhatikan prinsip  kehati-hatian. Rasio NPL Gross kami masih terjaga dengan baik di level  3,66%. Hingga akhir tahun ini kami berharap bisa menurunkan rasio NPL di  bawah 3%,&amp;rdquo; kata Nixon.
Dari sisi DPK, seiring ketatnya likuiditas pada industri perbankan,  Bank BTN berhasil meningkatkan DPK pada semester I/2023 menjadi Rp313,26  triliun atau naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang  sebesar Rp307,31 triliun. Dari jumlah tersebut perolehan dana murah atau  CASA mencapai Rp170,22 triliun naik sekitar 24% dibandingkan akhir Juni  2022 sebesar Rp137,45 triliun.
Sepanjang semester I/2023, laba bersih Bank BTN tumbuh mencapai  hampir sekitar Rp1,5  triliun atau naik dibandingkan periode yang sama  tahun lalu sebesar Rp1,471 triliun.  Sementara total aset Bank BTN  hingga akhir Juni 2023 naik menjadi menjadi  Rp400,54 triliun  dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp381,74 triliun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wNS80LzE1MTUyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Laba bersih Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN (BTN Syariah) naik 50% menjadi Rp281,21 miliar pada semester I 2023. Pada periode yang sama tahun lalu, laba BTN Syariah tercatat sebesar Rp190,90 miliar.
&amp;ldquo;Kinerja keuangan semester satu tahun ini memang lebih menantang. Kami optimistis hingga akhir tahun 2023 tetap mampu membukukan kinerja keuangan yang positif sesuai target yang telah ditetapkan. Kami juga masih terus berproses membangun Bank BTN yang lebih modern dan kekinian,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangannya, Jumat (21/7/2023).

BACA JUGA:
Bank BTN Raih Penghargaan FinanceAsia 23rd Best Companies in Asia Award


Nixon menjelaskan, capaian positif BTN Syariah tersebut didukung pertumbuhan bisnis yang stabil. Pada semester I/2023, pembiayaan syariah tercatat tumbuh sekitar 16% menjadi Rp33,90 triliun dibandingkan akhir Juni 2022 sebesar Rp29,24 triliun.
Sementara total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BTN Syariah sepanjang semester I/2023 mencapai Rp34,93 triliun tumbuh 14,56% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp30,49 triliun. Dengan capaian tersebut, aset BTN Syariah berhasil tumbuh 14,69% menjadi Rp46,27 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp40,35 triliun.

BACA JUGA:
HUT DKI Jakarta, BTN Jakarta Run 2023 Siap Digelar 


Di sisi lain, BTN mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai sekitar Rp308 triliun sepanjang semester I 2023. Perolehan tersebut tumbuh 7,52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp286,15 triliun.
Nixon mengungkapkan, penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan pada semester I/2023. Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Juni 2023 mencapai Rp269,48 triliun.
Dari jumlah tersebut KPR Subsidi pada semester I/2023 masih menjadi  kontribusi terbesar dengan nilai mencapai Rp152,17 triliun tumbuh 10,86%  dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp137,25 triliun.  Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 6,49% menjadi Rp90,83 triliun pada  semester I/2023 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar  Rp85,30 triliun.
&amp;ldquo;Kami memacu kredit dengan  sangat memperhatikan prinsip  kehati-hatian. Rasio NPL Gross kami masih terjaga dengan baik di level  3,66%. Hingga akhir tahun ini kami berharap bisa menurunkan rasio NPL di  bawah 3%,&amp;rdquo; kata Nixon.
Dari sisi DPK, seiring ketatnya likuiditas pada industri perbankan,  Bank BTN berhasil meningkatkan DPK pada semester I/2023 menjadi Rp313,26  triliun atau naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang  sebesar Rp307,31 triliun. Dari jumlah tersebut perolehan dana murah atau  CASA mencapai Rp170,22 triliun naik sekitar 24% dibandingkan akhir Juni  2022 sebesar Rp137,45 triliun.
Sepanjang semester I/2023, laba bersih Bank BTN tumbuh mencapai  hampir sekitar Rp1,5  triliun atau naik dibandingkan periode yang sama  tahun lalu sebesar Rp1,471 triliun.  Sementara total aset Bank BTN  hingga akhir Juni 2023 naik menjadi menjadi  Rp400,54 triliun  dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp381,74 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
