<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Dunia Anjlok Dipicu Spekulasi Kenaikan Suku Bunga</title><description>Harga emas dunia anjlok pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849704/harga-emas-dunia-anjlok-dipicu-spekulasi-kenaikan-suku-bunga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849704/harga-emas-dunia-anjlok-dipicu-spekulasi-kenaikan-suku-bunga"/><item><title>Harga Emas Dunia Anjlok Dipicu Spekulasi Kenaikan Suku Bunga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849704/harga-emas-dunia-anjlok-dipicu-spekulasi-kenaikan-suku-bunga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849704/harga-emas-dunia-anjlok-dipicu-spekulasi-kenaikan-suku-bunga</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 07:50 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/21/320/2849704/harga-emas-dunia-anjlok-dipicu-spekulasi-kenaikan-suku-bunga-0nL5m3fkOu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/21/320/2849704/harga-emas-dunia-anjlok-dipicu-spekulasi-kenaikan-suku-bunga-0nL5m3fkOu.jpg</image><title>Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga emas dunia anjlok pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas berjangka turun karena dolar AS menguat setelah data menunjukkan jumlah klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun minggu lalu, meningkatkan ekspektasi Federal Reserve dapat terus menaikkan suku bunga.
Dilansir dari Antara, Jumat (21/7/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange merosot USD9,9 atau 0,50% menjadi ditutup pada USD1.970,90 per ounce.

BACA JUGA:
Harga Emas Antam Masih Dijual Rp1.080.000 per Gram 


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,59% menjadi 100,8764 pada pukul 15.00 waktu setempat (19.00 GMT).
Data ekonomi yang dirilis Kamis (20/7/2023) juga beragam. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS turun 9.000 ke penyesuaian musiman 228.000 untuk pekan yang berakhir 15 Juli, level terendah sejak pertengahan Mei. Para ekonom memperkirakan 242.000 klaim untuk minggu terakhir.

BACA JUGA:
Harga Emas Stagnan di USD1.980/Ounce 


National Association of Realtors (NAR) melaporkan bahwa penjualan rumah yang ada (existing home) di AS turun 3,3% pada Juni ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 4,16 juta unit, level terendah sejak Januari. Para ekonom memperkirakan penjualan rumah akan turun ke tingkat 4,20 juta unit.
Indeks manufaktur Fed Philadelphia naik tipis menjadi negatif 13,5  pada Juli dari negatif 13,7 pada bulan sebelumnya, mencatat pembacaan  negatif ke-11 berturut-turut.
Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Juli dijadwalkan untuk  minggu depan. Peluang bahwa bank sentral AS akan terus menaikkan suku  bunga setelah kenaikan 25 basis poin yang diharapkan secara luas minggu  depan naik lebih tinggi setelah data klaim pengangguran.
Investor akan fokus pada komentar Ketua Fed Jerome Powell setelah  keputusan suku bunga bank sentral AS pada Rabu (26/7/2023) untuk setiap  petunjuk baru apakah kemungkinan akan menaikkan suku bunga lagi pada  September.
Naiknya suku bunga mendorong peluang kerugian memegang aset yang  tidak memberikan imbal hasil, yang menurunkan daya tarik emas sebagai  sarana investasi. Tetapi suku bunga yang lebih stabil dapat memacu lebih  banyak aliran ke logam kuning.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September melemah 42,50  sen atau 1,67%, menjadi ditutup pada USD24,962 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Oktober merosot USD20,70 atau 2,10%, menjadi menetap pada  USD964,10 per ounce.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga emas dunia anjlok pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas berjangka turun karena dolar AS menguat setelah data menunjukkan jumlah klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun minggu lalu, meningkatkan ekspektasi Federal Reserve dapat terus menaikkan suku bunga.
Dilansir dari Antara, Jumat (21/7/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange merosot USD9,9 atau 0,50% menjadi ditutup pada USD1.970,90 per ounce.

BACA JUGA:
Harga Emas Antam Masih Dijual Rp1.080.000 per Gram 


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,59% menjadi 100,8764 pada pukul 15.00 waktu setempat (19.00 GMT).
Data ekonomi yang dirilis Kamis (20/7/2023) juga beragam. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS turun 9.000 ke penyesuaian musiman 228.000 untuk pekan yang berakhir 15 Juli, level terendah sejak pertengahan Mei. Para ekonom memperkirakan 242.000 klaim untuk minggu terakhir.

BACA JUGA:
Harga Emas Stagnan di USD1.980/Ounce 


National Association of Realtors (NAR) melaporkan bahwa penjualan rumah yang ada (existing home) di AS turun 3,3% pada Juni ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 4,16 juta unit, level terendah sejak Januari. Para ekonom memperkirakan penjualan rumah akan turun ke tingkat 4,20 juta unit.
Indeks manufaktur Fed Philadelphia naik tipis menjadi negatif 13,5  pada Juli dari negatif 13,7 pada bulan sebelumnya, mencatat pembacaan  negatif ke-11 berturut-turut.
Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Juli dijadwalkan untuk  minggu depan. Peluang bahwa bank sentral AS akan terus menaikkan suku  bunga setelah kenaikan 25 basis poin yang diharapkan secara luas minggu  depan naik lebih tinggi setelah data klaim pengangguran.
Investor akan fokus pada komentar Ketua Fed Jerome Powell setelah  keputusan suku bunga bank sentral AS pada Rabu (26/7/2023) untuk setiap  petunjuk baru apakah kemungkinan akan menaikkan suku bunga lagi pada  September.
Naiknya suku bunga mendorong peluang kerugian memegang aset yang  tidak memberikan imbal hasil, yang menurunkan daya tarik emas sebagai  sarana investasi. Tetapi suku bunga yang lebih stabil dapat memacu lebih  banyak aliran ke logam kuning.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September melemah 42,50  sen atau 1,67%, menjadi ditutup pada USD24,962 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Oktober merosot USD20,70 atau 2,10%, menjadi menetap pada  USD964,10 per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
