<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Menguat Terdorong Data Pengangguran</title><description>Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849706/indeks-dolar-as-menguat-terdorong-data-pengangguran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849706/indeks-dolar-as-menguat-terdorong-data-pengangguran"/><item><title>Indeks Dolar AS Menguat Terdorong Data Pengangguran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849706/indeks-dolar-as-menguat-terdorong-data-pengangguran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849706/indeks-dolar-as-menguat-terdorong-data-pengangguran</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 07:54 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/21/320/2849706/indeks-dolar-as-menguat-terdorong-data-pengangguran-fBkJmsehQe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Dolar AS menguat (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/21/320/2849706/indeks-dolar-as-menguat-terdorong-data-pengangguran-fBkJmsehQe.jpg</image><title>Indeks Dolar AS menguat (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar menguat setelah data menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun minggu lalu, meningkatkan ekspektasi Federal Reserve dapat terus menaikkan suku bunga.
Melansir Antara, Jumat (21/7/2023), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,59% menjadi 100,8764 pada akhir perdagangan, mencapai level tertinggi dalam sepekan.

BACA JUGA:
Indeks Dolar AS Rebound Dipicu Data Penjualan Ritel


Klaim pengangguran awal AS turun 9.000 dari minggu sebelumnya menjadi 228.000 untuk pekan yang berakhir 15 Juli, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (20/7/2023). Rata-rata pergerakan empat minggu klaim, yang meratakan beberapa volatilitas mingguan, turun 9.250 menjadi 237.500.
Laporan klaim pengangguran AS terus mencerminkan pasar tenaga kerja yang ketat, yang dapat berkontribusi pada kinerja dolar AS menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) minggu depan.

BACA JUGA:
Tekan Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp14.997/USD


Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun AS pada Kamis (20/7/2023) naik lebih dari 11,5 basis poin menjadi 3,855% setelah laporan tersebut.
&quot;Pasar telah mencari tanda-tanda PHK di AS dan itu tidak terwujud,&quot; kata Adam Button, kepala analis mata uang di ForexLive di Toronto.
&quot;Angka klaim pengangguran awal hari ini menggarisbawahi lagi bahwa AS  memiliki pasar tenaga kerja yang sangat kuat dan Fed masih memiliki  lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,&quot; katanya.
Sementara itu, penjualan rumah yang ada (existing home) di AS turun  3,3% pada Juni ke tingkat tahunan yang disesuaikan sebesar 4,16 juta  unit, National Association of Realtors (NAR) melaporkan pada Kamis  (20/7/2023).
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1126 dari  USD1,1202 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi  USD1,2858 dari USD1,2929 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS dibeli 140,1930 yen Jepang, lebih tinggi dari 139,6080 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8671 franc Swiss  dari 0,8587 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3178 dolar Kanada dari  1,3160 dolar Kanada. Dolar AS naik menjadi 10,3550 krona Swedia dari  10,2645 krona Swedia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar menguat setelah data menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun minggu lalu, meningkatkan ekspektasi Federal Reserve dapat terus menaikkan suku bunga.
Melansir Antara, Jumat (21/7/2023), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,59% menjadi 100,8764 pada akhir perdagangan, mencapai level tertinggi dalam sepekan.

BACA JUGA:
Indeks Dolar AS Rebound Dipicu Data Penjualan Ritel


Klaim pengangguran awal AS turun 9.000 dari minggu sebelumnya menjadi 228.000 untuk pekan yang berakhir 15 Juli, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (20/7/2023). Rata-rata pergerakan empat minggu klaim, yang meratakan beberapa volatilitas mingguan, turun 9.250 menjadi 237.500.
Laporan klaim pengangguran AS terus mencerminkan pasar tenaga kerja yang ketat, yang dapat berkontribusi pada kinerja dolar AS menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) minggu depan.

BACA JUGA:
Tekan Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp14.997/USD


Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun AS pada Kamis (20/7/2023) naik lebih dari 11,5 basis poin menjadi 3,855% setelah laporan tersebut.
&quot;Pasar telah mencari tanda-tanda PHK di AS dan itu tidak terwujud,&quot; kata Adam Button, kepala analis mata uang di ForexLive di Toronto.
&quot;Angka klaim pengangguran awal hari ini menggarisbawahi lagi bahwa AS  memiliki pasar tenaga kerja yang sangat kuat dan Fed masih memiliki  lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,&quot; katanya.
Sementara itu, penjualan rumah yang ada (existing home) di AS turun  3,3% pada Juni ke tingkat tahunan yang disesuaikan sebesar 4,16 juta  unit, National Association of Realtors (NAR) melaporkan pada Kamis  (20/7/2023).
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1126 dari  USD1,1202 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi  USD1,2858 dari USD1,2929 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS dibeli 140,1930 yen Jepang, lebih tinggi dari 139,6080 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8671 franc Swiss  dari 0,8587 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3178 dolar Kanada dari  1,3160 dolar Kanada. Dolar AS naik menjadi 10,3550 krona Swedia dari  10,2645 krona Swedia.</content:encoded></item></channel></rss>
