<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik karena Rendahnya Stok AS</title><description>Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849709/harga-minyak-dunia-naik-karena-rendahnya-stok-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849709/harga-minyak-dunia-naik-karena-rendahnya-stok-as"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik karena Rendahnya Stok AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849709/harga-minyak-dunia-naik-karena-rendahnya-stok-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849709/harga-minyak-dunia-naik-karena-rendahnya-stok-as</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 08:07 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/21/320/2849709/harga-minyak-dunia-naik-karena-rendahnya-stok-as-nQDizllKlA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/21/320/2849709/harga-minyak-dunia-naik-karena-rendahnya-stok-as-nQDizllKlA.jpg</image><title>harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak mentah naik karena persediaan minyak mentah AS lebih rendah dan impor minyak mentah yang kuat oleh China, tetapi prospek permintaan yang lebih lemah membuat investor berhati-hati.
Dilansir dari Antara, Jumat (21/7/2023), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September terangkat 18 sen atau 0,2% menjadi USD79,64 per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus bertambah 28 sen atau 0,4% menjadi USD75,63 per barel di New York Mercantile Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik karena Ketatnya Pasokan Rusia


Kontrak WTI untuk pengiriman Agustus berakhir pada Kamis (20/7/2023). Minyak mentah WTI untuk pengiriman September yang lebih aktif menetap 36 sen lebih tinggi pada 75,65 dolar AS per barel.
Data ekonomi yang kuat, lapangan kerja yang rendah, dan inflasi yang lebih dingin selama setahun sejak The Fed memulai salah satu kampanye kenaikan suku bunga paling agresif dalam sejarah, telah mendukung permintaan minyak AS tahun ini.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik Didorong Peningkatan Optimisme Pasar


Federal Reserve AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin lagi ke kisaran 5,25%-5,50% minggu depan untuk terakhir kalinya dalam siklus pengetatan suku bunga.
&quot;Meskipun ekonomi AS terbukti jauh lebih kuat dari yang diperkirakan dalam mendukung Dow Jones Industrial Average, kekuatan baru-baru ini tampaknya rentan terutama jika Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 poin minggu depan,&quot; kata John Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.
Di sesi sebelumnya, harga melemah setelah data menunjukkan persediaan AS turun kurang dari perkiraan para analis.
&quot;Itu bukan penarikan besar yang diharapkan beberapa orang di pasar,  dan itu sebagian karena permintaan bensin lebih rendah dari yang  seharusnya untuk sepanjang tahun ini,&quot; kata Bob Yawger, direktur energi  berjangka di Mizuho di New York.
Pemulihan ekonomi China setelah berakhirnya pembatasan COVID-19 telah  jauh dari harapan. Impor minyaknya dari tahun ke tahun melonjak hampir  setengahnya pada Juni, tetapi pada saat yang sama tingkat stok naik  mendekati level tertinggi sepanjang masa. Pedagang mengatakan China  secara pragmatis membeli minyak mentah Rusia yang didiskon.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan Badan Energi  Internasional mengatakan permintaan China diperkirakan akan terus  meningkat pada paruh kedua tahun ini dan tetap menjadi pendorong utama  pertumbuhan global.
Impor minyak mentah China dari Rusia mencapai level tertinggi  sepanjang masa pada Juni, data pemerintah China menunjukkan pada Kamis  (20/7/2023), bahkan ketika diskon terhadap harga acuan internasional  menyempit.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak mentah naik karena persediaan minyak mentah AS lebih rendah dan impor minyak mentah yang kuat oleh China, tetapi prospek permintaan yang lebih lemah membuat investor berhati-hati.
Dilansir dari Antara, Jumat (21/7/2023), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September terangkat 18 sen atau 0,2% menjadi USD79,64 per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus bertambah 28 sen atau 0,4% menjadi USD75,63 per barel di New York Mercantile Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik karena Ketatnya Pasokan Rusia


Kontrak WTI untuk pengiriman Agustus berakhir pada Kamis (20/7/2023). Minyak mentah WTI untuk pengiriman September yang lebih aktif menetap 36 sen lebih tinggi pada 75,65 dolar AS per barel.
Data ekonomi yang kuat, lapangan kerja yang rendah, dan inflasi yang lebih dingin selama setahun sejak The Fed memulai salah satu kampanye kenaikan suku bunga paling agresif dalam sejarah, telah mendukung permintaan minyak AS tahun ini.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik Didorong Peningkatan Optimisme Pasar


Federal Reserve AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin lagi ke kisaran 5,25%-5,50% minggu depan untuk terakhir kalinya dalam siklus pengetatan suku bunga.
&quot;Meskipun ekonomi AS terbukti jauh lebih kuat dari yang diperkirakan dalam mendukung Dow Jones Industrial Average, kekuatan baru-baru ini tampaknya rentan terutama jika Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 poin minggu depan,&quot; kata John Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.
Di sesi sebelumnya, harga melemah setelah data menunjukkan persediaan AS turun kurang dari perkiraan para analis.
&quot;Itu bukan penarikan besar yang diharapkan beberapa orang di pasar,  dan itu sebagian karena permintaan bensin lebih rendah dari yang  seharusnya untuk sepanjang tahun ini,&quot; kata Bob Yawger, direktur energi  berjangka di Mizuho di New York.
Pemulihan ekonomi China setelah berakhirnya pembatasan COVID-19 telah  jauh dari harapan. Impor minyaknya dari tahun ke tahun melonjak hampir  setengahnya pada Juni, tetapi pada saat yang sama tingkat stok naik  mendekati level tertinggi sepanjang masa. Pedagang mengatakan China  secara pragmatis membeli minyak mentah Rusia yang didiskon.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan Badan Energi  Internasional mengatakan permintaan China diperkirakan akan terus  meningkat pada paruh kedua tahun ini dan tetap menjadi pendorong utama  pertumbuhan global.
Impor minyak mentah China dari Rusia mencapai level tertinggi  sepanjang masa pada Juni, data pemerintah China menunjukkan pada Kamis  (20/7/2023), bahkan ketika diskon terhadap harga acuan internasional  menyempit.</content:encoded></item></channel></rss>
