<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Sanksi 120 Perusahaan yang Mendukung Invasi Rusia</title><description>Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi terhadap sekitar  120 perusahaan dan orang-orang dari Rusia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849725/as-sanksi-120-perusahaan-yang-mendukung-invasi-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849725/as-sanksi-120-perusahaan-yang-mendukung-invasi-rusia"/><item><title>AS Sanksi 120 Perusahaan yang Mendukung Invasi Rusia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849725/as-sanksi-120-perusahaan-yang-mendukung-invasi-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/21/320/2849725/as-sanksi-120-perusahaan-yang-mendukung-invasi-rusia</guid><pubDate>Jum'at 21 Juli 2023 08:43 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/21/320/2849725/as-sanksi-120-perusahaan-yang-mendukung-invasi-rusia-2NSAn8n6ku.jpg" expression="full" type="image/jpeg">AS sanksi 120 perusahaan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/21/320/2849725/as-sanksi-120-perusahaan-yang-mendukung-invasi-rusia-2NSAn8n6ku.jpg</image><title>AS sanksi 120 perusahaan (Foto: Reuters)</title></images><description>


JAKARTA &amp;mdash; Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi terhadap sekitar 120 perusahaan dan orang-orang dari Rusia hingga Uni Emirat Arab dan Kyrgyzstan. Sanksi diberikan dalam upaya menghentikan akses Moskow ke produk, uang, dan saluran keuangan yang mendukung invasinya ke Ukraina.

BACA JUGA:
Rusia Lancarkan Serangan Udara ke Pelabuhan Ukraina, 19 Orang Terluka

Melansir VOA, Jumat (21/7/2023), sanksi yang dijatuhkan oleh Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri itu menarget puluhan perusahaan pertambangan, teknologi dan amunisi Rusia serta bank-bank komersial. Selain itu, sekelompok perusahaan elektronik yang berpusat di Kyrgyzstan dan pimpinannya menjadi sasaran sebagai pengekspor komponen dan teknologi lainnya ke Rusia.

BACA JUGA:
Harga Gandum Melonjak Tajam Usai Rusia Ancam Serang Kapal yang Menuju Ukraina

Sanksi-sanksi terbaru itu menambah sanksi yang telah dikenakan pada Rusia ketika AS dan negara-negara lain dalam Kelompok Tujuh (G7) meluncurkan gelombang tindakan global dalam KTT Jepang pada bulan Mei.&amp;ldquo;Secara keseluruhan, tindakan ini memiliki dampak yang bermakna,  membantu melemahkan kemampuan Rusia untuk mendanai dan berperang. Selama  perang berlanjut, kami akan terus melakukan tindakan semacam ini,&amp;rdquo; kata  juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby kepada wartawan dalam  pengarahan hari Kamis.
Setelah peringatan satu tahun invasi pada bulan Februari, pejabat AS  mengatakan sektor logam dan pertambangan Rusia akan menjadi fokus  tindakan sanksi-sanksi berikutnya.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;mdash; Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi terhadap sekitar 120 perusahaan dan orang-orang dari Rusia hingga Uni Emirat Arab dan Kyrgyzstan. Sanksi diberikan dalam upaya menghentikan akses Moskow ke produk, uang, dan saluran keuangan yang mendukung invasinya ke Ukraina.

BACA JUGA:
Rusia Lancarkan Serangan Udara ke Pelabuhan Ukraina, 19 Orang Terluka

Melansir VOA, Jumat (21/7/2023), sanksi yang dijatuhkan oleh Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri itu menarget puluhan perusahaan pertambangan, teknologi dan amunisi Rusia serta bank-bank komersial. Selain itu, sekelompok perusahaan elektronik yang berpusat di Kyrgyzstan dan pimpinannya menjadi sasaran sebagai pengekspor komponen dan teknologi lainnya ke Rusia.

BACA JUGA:
Harga Gandum Melonjak Tajam Usai Rusia Ancam Serang Kapal yang Menuju Ukraina

Sanksi-sanksi terbaru itu menambah sanksi yang telah dikenakan pada Rusia ketika AS dan negara-negara lain dalam Kelompok Tujuh (G7) meluncurkan gelombang tindakan global dalam KTT Jepang pada bulan Mei.&amp;ldquo;Secara keseluruhan, tindakan ini memiliki dampak yang bermakna,  membantu melemahkan kemampuan Rusia untuk mendanai dan berperang. Selama  perang berlanjut, kami akan terus melakukan tindakan semacam ini,&amp;rdquo; kata  juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby kepada wartawan dalam  pengarahan hari Kamis.
Setelah peringatan satu tahun invasi pada bulan Februari, pejabat AS  mengatakan sektor logam dan pertambangan Rusia akan menjadi fokus  tindakan sanksi-sanksi berikutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
