<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasar Wait and See, IHSG Berpotensi Sideways di Pekan Depan   </title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan diprediksi sideways</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/23/278/2850772/pasar-wait-and-see-ihsg-berpotensi-sideways-di-pekan-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/23/278/2850772/pasar-wait-and-see-ihsg-berpotensi-sideways-di-pekan-depan"/><item><title>Pasar Wait and See, IHSG Berpotensi Sideways di Pekan Depan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/23/278/2850772/pasar-wait-and-see-ihsg-berpotensi-sideways-di-pekan-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/23/278/2850772/pasar-wait-and-see-ihsg-berpotensi-sideways-di-pekan-depan</guid><pubDate>Minggu 23 Juli 2023 12:10 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/23/278/2850772/pasar-wait-and-see-ihsg-berpotensi-sideways-di-pekan-depan-5F4jlEOkIq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prediksi IHSG Pekan Depan. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/23/278/2850772/pasar-wait-and-see-ihsg-berpotensi-sideways-di-pekan-depan-5F4jlEOkIq.jpg</image><title>Prediksi IHSG Pekan Depan. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan diprediksi sideways. Di mana sejumlah sentimen bakal mempengaruhi naik turun pergerakan indeks saham.
&quot;Pasar masih wait and see, sehingga diproyeksikan bergerak sideways dalam range 6.818-6.920,&quot; ujar Financial Expert PT Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih, dalam risetnya, Minggu (23/7/2023).

BACA JUGA:
5 Fakta IHSG Sepekan Menguat ke 6.880

Sentimen yang paling dinanti adalah respons investor terhadap rilis laporan keuangan emiten untuk periode kuartal II-2023. Adapun rebalancing indeks LQ45 juga akan menjadi perhatian pelaku pasar.
Secara makro, semua mata bakal tertuju pada keputusan Bank Indonesia (BI) terkait tingkat suku bunga periode Juli 2023.

BACA JUGA:
IHSG Sepekan Naik 0,16% ke Level 6.880

BI diproyeksikan kembali menahan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75% demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan iklim investasi aset keuangan domestik.
Di sisi lain bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) juga bakal mengumumkan kebijakan bunga acuannya. Ratih menilai ada potensi kenaikan 25 bps menjadi 5,25-5,50%, sesuai dengan isyarat The Fed pada beberapa pertemuan sebelumnya.&quot;Pelaku pasar seharusnya telah merespon kebijakan tersebut karena The Fed sendiri dalam beberapa pertemuan terakhir masih menginginkan kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi kembali pada targetnya di level 2%,&quot; terangnya.
Pembacaan investor terhadap inflasi AS dan Eropa juga turut mempengaruhi market. Diketahui kedua wilayah tersebut mencatatkan tren penurunan inflasi, seperti AS di level 3%, dan Uni Eropa sebesar 5,5 persen.
&quot;Terjaganya angka inflasi memberikan sinyal dovish dari Bank Sentral dan memberikan potensi pemulihan ekonomi,&quot; tandas Ratih.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan diprediksi sideways. Di mana sejumlah sentimen bakal mempengaruhi naik turun pergerakan indeks saham.
&quot;Pasar masih wait and see, sehingga diproyeksikan bergerak sideways dalam range 6.818-6.920,&quot; ujar Financial Expert PT Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih, dalam risetnya, Minggu (23/7/2023).

BACA JUGA:
5 Fakta IHSG Sepekan Menguat ke 6.880

Sentimen yang paling dinanti adalah respons investor terhadap rilis laporan keuangan emiten untuk periode kuartal II-2023. Adapun rebalancing indeks LQ45 juga akan menjadi perhatian pelaku pasar.
Secara makro, semua mata bakal tertuju pada keputusan Bank Indonesia (BI) terkait tingkat suku bunga periode Juli 2023.

BACA JUGA:
IHSG Sepekan Naik 0,16% ke Level 6.880

BI diproyeksikan kembali menahan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75% demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan iklim investasi aset keuangan domestik.
Di sisi lain bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) juga bakal mengumumkan kebijakan bunga acuannya. Ratih menilai ada potensi kenaikan 25 bps menjadi 5,25-5,50%, sesuai dengan isyarat The Fed pada beberapa pertemuan sebelumnya.&quot;Pelaku pasar seharusnya telah merespon kebijakan tersebut karena The Fed sendiri dalam beberapa pertemuan terakhir masih menginginkan kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi kembali pada targetnya di level 2%,&quot; terangnya.
Pembacaan investor terhadap inflasi AS dan Eropa juga turut mempengaruhi market. Diketahui kedua wilayah tersebut mencatatkan tren penurunan inflasi, seperti AS di level 3%, dan Uni Eropa sebesar 5,5 persen.
&quot;Terjaganya angka inflasi memberikan sinyal dovish dari Bank Sentral dan memberikan potensi pemulihan ekonomi,&quot; tandas Ratih.</content:encoded></item></channel></rss>
