<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>El Nino Diprediksi hingga September, Mentan: Kita Kejar Percepatan Tanam   </title><description>Pertanian Indonesia dihadapkand dengan ancaman musim kemarau panjang yang disebabkan oleh badai El Nino.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/23/320/2850812/el-nino-diprediksi-hingga-september-mentan-kita-kejar-percepatan-tanam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/23/320/2850812/el-nino-diprediksi-hingga-september-mentan-kita-kejar-percepatan-tanam"/><item><title>El Nino Diprediksi hingga September, Mentan: Kita Kejar Percepatan Tanam   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/23/320/2850812/el-nino-diprediksi-hingga-september-mentan-kita-kejar-percepatan-tanam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/23/320/2850812/el-nino-diprediksi-hingga-september-mentan-kita-kejar-percepatan-tanam</guid><pubDate>Minggu 23 Juli 2023 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/23/320/2850812/el-nino-diprediksi-hingga-september-mentan-kita-kejar-percepatan-tanam-K7xEoNem4x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Antisipasi El Nino. (Foto: Okezone.com/Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/23/320/2850812/el-nino-diprediksi-hingga-september-mentan-kita-kejar-percepatan-tanam-K7xEoNem4x.jpg</image><title>Mentan Antisipasi El Nino. (Foto: Okezone.com/Kementan)</title></images><description>JAKARTA - Pertanian Indonesia dihadapkand dengan ancaman musim kemarau panjang yang disebabkan oleh badai El Nino.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memperkirakan El Nino akan melanda sektor pertanian setidaknya hingga September mendatang. Sehingga ada potensi ketersediaan air akan berkurang terutama yang mengandalkan dari air hujan.
&quot;Makanan itu dibutuhkan manusia di seluruh dunia. Dan yang namanya El Nino ini akan kita hadapi hingga September nanti. Oleh karena itu selagi masih ada air kita kejar yuk percepatan tanam ini. Jadi selesai panen langsung tanam karena air masih ok,&quot; kata Mentan SYL dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/7/2023).

BACA JUGA:
Ancaman Kekeringan Akibat El Nino Intai Indonesia, BMKG Imbau Masyarakat Hemat Air

Menurut SYL, masalah pangan menjadi faktor yang paling penting karena berkaitan dengan kebutuhan dasar. Disisi lain, pangan menjadi faktor penentu dari kekuatan ekonomi sebuah negara. Karena itu, mumpung pasokan air masih tersedia sebaiknya percepatan tanam dilakukan secara masif di seluruh Indonesia.
&quot;Oleh karena itu kekuatan ini harus kita jaga dan harus kita perkuat. Belum selesai Covid kita sudah diancam dengan yang namanya cuaca buruk di seluruh dunia dan besok kita akan menghadapi kemarau ekstrem yang sangat panjang. Karena itu kita sama-sama perkuat posisi pangan kita ke depan melalui percepatan tanam,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Waspada Ancaman El Nino, BMKG: Potensi Ganggu Ketahanan Pangan Nasional

Sebelumnya Mentan SYL juga meninjau langsung jalanya gerakan tanam padi di Desa Maradekaya, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam memperkuat posisi pangan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan el nino yang diperkirakan berlangsung hingga September mendatang.Direktur Jenderal Tanaman Pangan kementan, Suwandi mengatakan bahwa peningkatan indeks pertanaman (IP) padi di Kabupaten Gowa diharapkan bisa menyumbang produksi secara maksimal. Saat ini, kata dia, petani sudah bertanam tiga kali dalam setahun dari pertanaman biasanya yang hanya 2 kali dalam setahun.
&quot;Kuncinya pada kesiapan air dengan teknologi budidaya hemat air. Kemudian tersedia benih super genjah yang tahan kekeringan serta jarak antara panen ke tanam maksimal 14 hari. Dan satu lagi juga didukung asuransi dan akses KUR,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertanian Indonesia dihadapkand dengan ancaman musim kemarau panjang yang disebabkan oleh badai El Nino.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memperkirakan El Nino akan melanda sektor pertanian setidaknya hingga September mendatang. Sehingga ada potensi ketersediaan air akan berkurang terutama yang mengandalkan dari air hujan.
&quot;Makanan itu dibutuhkan manusia di seluruh dunia. Dan yang namanya El Nino ini akan kita hadapi hingga September nanti. Oleh karena itu selagi masih ada air kita kejar yuk percepatan tanam ini. Jadi selesai panen langsung tanam karena air masih ok,&quot; kata Mentan SYL dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/7/2023).

BACA JUGA:
Ancaman Kekeringan Akibat El Nino Intai Indonesia, BMKG Imbau Masyarakat Hemat Air

Menurut SYL, masalah pangan menjadi faktor yang paling penting karena berkaitan dengan kebutuhan dasar. Disisi lain, pangan menjadi faktor penentu dari kekuatan ekonomi sebuah negara. Karena itu, mumpung pasokan air masih tersedia sebaiknya percepatan tanam dilakukan secara masif di seluruh Indonesia.
&quot;Oleh karena itu kekuatan ini harus kita jaga dan harus kita perkuat. Belum selesai Covid kita sudah diancam dengan yang namanya cuaca buruk di seluruh dunia dan besok kita akan menghadapi kemarau ekstrem yang sangat panjang. Karena itu kita sama-sama perkuat posisi pangan kita ke depan melalui percepatan tanam,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Waspada Ancaman El Nino, BMKG: Potensi Ganggu Ketahanan Pangan Nasional

Sebelumnya Mentan SYL juga meninjau langsung jalanya gerakan tanam padi di Desa Maradekaya, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam memperkuat posisi pangan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan el nino yang diperkirakan berlangsung hingga September mendatang.Direktur Jenderal Tanaman Pangan kementan, Suwandi mengatakan bahwa peningkatan indeks pertanaman (IP) padi di Kabupaten Gowa diharapkan bisa menyumbang produksi secara maksimal. Saat ini, kata dia, petani sudah bertanam tiga kali dalam setahun dari pertanaman biasanya yang hanya 2 kali dalam setahun.
&quot;Kuncinya pada kesiapan air dengan teknologi budidaya hemat air. Kemudian tersedia benih super genjah yang tahan kekeringan serta jarak antara panen ke tanam maksimal 14 hari. Dan satu lagi juga didukung asuransi dan akses KUR,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
