<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transisi Energi, Implementasi ESG untuk Keuntungan Jangka Panjang   </title><description>Penerapan prinsip dan standar Environmental, Social, dan Governance (ESG) dalam operasionalisasi industri ekstraktif</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/23/320/2850821/transisi-energi-implementasi-esg-untuk-keuntungan-jangka-panjang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/23/320/2850821/transisi-energi-implementasi-esg-untuk-keuntungan-jangka-panjang"/><item><title>Transisi Energi, Implementasi ESG untuk Keuntungan Jangka Panjang   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/23/320/2850821/transisi-energi-implementasi-esg-untuk-keuntungan-jangka-panjang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/23/320/2850821/transisi-energi-implementasi-esg-untuk-keuntungan-jangka-panjang</guid><pubDate>Minggu 23 Juli 2023 17:53 WIB</pubDate><dc:creator>Azahra Kaulika Irawansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/23/320/2850821/transisi-energi-implementasi-esg-untuk-keuntungan-jangka-panjang-CtMbSuG5ri.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Implementasi ESG untuk Bisnis. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/23/320/2850821/transisi-energi-implementasi-esg-untuk-keuntungan-jangka-panjang-CtMbSuG5ri.jfif</image><title>Implementasi ESG untuk Bisnis. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Penerapan prinsip  dan standar Environmental, Social, dan Governance (ESG) dalam operasionalisasi industri ekstraktif  merupakan hal penting yang harus diperhatikan.
&quot;Kalau bicara soal industri jangan bangun lagi smelter-smelter yang memakai bahan bakar batu bara. Karena transisi (energi bersih) itu jadi semu karena ada lagi batu baranya,&quot; kata koordinator nasional lembaga koalisi masyarakat sipil Publish What You Pay (PWYP) Indonesia Aryanto Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (23/7/2023).

BACA JUGA:
Sustainability Loan Capai Rp710 Triliun, Pengamat Sebut BRI Makin Kokoh Sebagai Market Leader ESG

Aryanto menilai sejauh ini Indonesia masih perlu banyak mengejar ketertinggalan soal penerapan ESG dalam industri ekstraktif. Dia mengatakan Indonesia masih harus lebih banyak menerapkan prinsip ESG pada pemberian izin hingga syarat investasi.
&quot;Dukung implementasi ESG, kemudian standar ESG diadop oleh pemerintah. Itu menjadi hal penting dalam proses divestasi,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Investasi ESG dalam IPO Multi Sarana Intan Eduka (MSIE)

Karena itu,  menurut Aryanto, jika proses  divestasi saham PT Vale Indonesia rampung, komitmen pada energi bersih dan penerapan prinsip ESG yang selama ini dilakukan oleh Vale harus tetap dikedepankan dan menjadi agenda pemerintah.
&quot;Kalau mau benar-benar transisi energi maka sudah tidak perlu ada lagi penggunaan energi batu bara,&quot; kata Aryanto.Aryanto meminta Pemerintah untuk berhati-hati dalam melakukan proses divestasi saham PT VI. Pemerintah yang diwakili oleh Mining Industry Indonesia (Mind ID), dalam proses divestasi ini disarankan untuk tetap memperhatikan dan menjalankan prinsip ESG yang di dalamnya mendukung terwujudnya transisi energi bersih di Indonesia.
&quot;Jangan sampai ingin memberikan keuntungan, justru divestasi (PT Vale Indonesia) itu membuat kerugian bagi masyarakat,&quot; katanya.
&quot;Keuntungan ESG itu jangka panjang, bukan jangka pendek. Artinya, bukan sekadar cuan, tetapi standar lingkungan, keberlanjutan, dan ini masuk dalam bagian dari transisi energi berkeadilan,&quot; tegas Aryanto.</description><content:encoded>JAKARTA - Penerapan prinsip  dan standar Environmental, Social, dan Governance (ESG) dalam operasionalisasi industri ekstraktif  merupakan hal penting yang harus diperhatikan.
&quot;Kalau bicara soal industri jangan bangun lagi smelter-smelter yang memakai bahan bakar batu bara. Karena transisi (energi bersih) itu jadi semu karena ada lagi batu baranya,&quot; kata koordinator nasional lembaga koalisi masyarakat sipil Publish What You Pay (PWYP) Indonesia Aryanto Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (23/7/2023).

BACA JUGA:
Sustainability Loan Capai Rp710 Triliun, Pengamat Sebut BRI Makin Kokoh Sebagai Market Leader ESG

Aryanto menilai sejauh ini Indonesia masih perlu banyak mengejar ketertinggalan soal penerapan ESG dalam industri ekstraktif. Dia mengatakan Indonesia masih harus lebih banyak menerapkan prinsip ESG pada pemberian izin hingga syarat investasi.
&quot;Dukung implementasi ESG, kemudian standar ESG diadop oleh pemerintah. Itu menjadi hal penting dalam proses divestasi,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Investasi ESG dalam IPO Multi Sarana Intan Eduka (MSIE)

Karena itu,  menurut Aryanto, jika proses  divestasi saham PT Vale Indonesia rampung, komitmen pada energi bersih dan penerapan prinsip ESG yang selama ini dilakukan oleh Vale harus tetap dikedepankan dan menjadi agenda pemerintah.
&quot;Kalau mau benar-benar transisi energi maka sudah tidak perlu ada lagi penggunaan energi batu bara,&quot; kata Aryanto.Aryanto meminta Pemerintah untuk berhati-hati dalam melakukan proses divestasi saham PT VI. Pemerintah yang diwakili oleh Mining Industry Indonesia (Mind ID), dalam proses divestasi ini disarankan untuk tetap memperhatikan dan menjalankan prinsip ESG yang di dalamnya mendukung terwujudnya transisi energi bersih di Indonesia.
&quot;Jangan sampai ingin memberikan keuntungan, justru divestasi (PT Vale Indonesia) itu membuat kerugian bagi masyarakat,&quot; katanya.
&quot;Keuntungan ESG itu jangka panjang, bukan jangka pendek. Artinya, bukan sekadar cuan, tetapi standar lingkungan, keberlanjutan, dan ini masuk dalam bagian dari transisi energi berkeadilan,&quot; tegas Aryanto.</content:encoded></item></channel></rss>
